Kamis, 23 Juni 2011

Petualangan Dunia Malam Di Bandung

Petualangan Dunia Malam Di Bandung. Nama kota kembang yang terkenal dengan Paris Van Java atau kota Bandung sudah sangat tidak asing lagi bagi kita semua, mulai dari hawa dinginnya, keindahan alam pengunungan lembang sampai dengan budaya fashion di Bandung pasti sangat akrab bagi kita. Tidak hanya itu, dunia malam di bandung tidak kalah gemerlap dengan Ibukota Indonesia yang semrawut alias Kota Jakarta, Bandung mempunyai kisah kehidupan dunia malam yang tak kalah menarik, mungkin sudah banyak yang tahu tapi bagi yang tidak tahu mari kita mencoba mengintip dunia gemerlap malam di bandung.

Berawal dari salah satu tempat hiburan malam dibandung, terlihat ruangan resepsionis yang remang-remang tanpa ada penjaga didalamnya. Saat itu kondisi hari masih sore, malam belum larut udara dingin yang terasa dikulit dihangatkan oleh beberapa penampilan seksi wanita penerima tamu disana yang siap mengantar berkeliling mengantar tamu ke etalase wanita penghibur.

 Suasana malam di braga Bandung

Terdengar suara dari wanita seksi penerima tamu itu, “Silakan, pak… Mari kita lihat,” sambil mengajak tamu berkeliling melihat-lihat dilorong remang-remang yang hangat. Perjalanan terhenti disebuah ruangan yang terang benderang dan wow dalam ruangan itu berisi sekitar belasan wanita berbaju seksi dengan nomor urut didada.

Cerita diatas memang sudah tidak aneh lagi untuk kehidupan malam di bandung, tempat hiburan malam yang menyajikan pengalaman eksotis bagi para pria penikmat hasrat seks. Para tamu yang datang dapat mengintip lewat sebuah jendela nako untuk melihat beberapa wanita berpenampilan cantik dan seksi yang sedang menunggu untuk dipanggil dan siap untuk melayani tamu.

Sambil terus berjalan sang penerima tamu terus membawa tamu mencari kamar yang pas, luasnya hanya 2 x 2 meter berikut kamar mandi di dalamnya. Dindingnya tripleks yang dicat kuning, selaras dengan lampu remang-remang, satu-satunya lampu di situ, yang juga berwarna kuning. Hanya ada satu kasur sederhana, serta meja di ujung kamar, plus kaca rias.

Dikamar yang hanya apa adanya itulah setiap malam terjadi transaksi, sebut saja nama salah satu wanita yang menemani dengan nama Ris. Ia adalah salah satu wanita penghibur yang bisa dibilang sudah senior ditempat tersebut, “Saya sudah enam bulan di sini. Sudah termasuk senior, karena yang lain kebanyakan baru beberapa minggu,” kata wanita asal Cirebon berusia 36 tahun itu.

Sekali Ris melakukan servis untuk tamu nya, si tamu akan dipungut biaya sebesar Rp 250.000. Nominal tersebut sudah termasuk biaya servis yang diberikan oleh Ris dan biaya sewa kamar. Namun ketika ditanya berapa rupiah yang didapat Ris dalam sekali transaksi, ia enggan menjawabnya, tapi ia tidak hanya mendapat bagian dari nominal diatas, terkadangpun ia mendapat tip dari tamu yang merasa puas dengan servisnya. Nominalnya bervariasi mulai dari Rp. 100.000,- sampai dengan Rp. 300.000,- tergantung si tamu nya.

Selain ruangan berkaca atau seperti “Etalase” yang memajang barang dagangan terdapat juga sebuah kafe kecil yang juga bercahaya remang-remang. Pada kafe kecil tersebut tak jarang dijadikan ajang transaksi, ketika ada tamu yang datang maka langsung disambut oleh beberapa wanita seksi yang siap menemani. Siap mengajak ngobrol sampai berujung pada transaksi jasa servis yang ia berikan.

Tidak ditutup-tutupi dalam tempat hiburan malam ini, tidak ada embel-embel panti pijat ataupun tempat karaoke. “Kalau menyebut panti pijat, kan memang di sini tidak menawarkan pijat,” ungkap dari wanita asal cirebon itu. Aktifitas hiburan plus-plus disalah satu tempat dibandung ini dimulai pada pukul 12.00 dan akan berakhir pada pukul 02.00. Ketika baru dimulai hanya ada beberapa wanita saja yang berjaga-jaga menunggu tamu datang, “Maklum, di sini makin malam makin ramai,” tambah Ris.

Pemandu Lagu Plus-plus

Selain hiburan malam diatas, Bandung pun mempunyai banyak tempat Karaoke plus-plus seperti di kota-kota besar lainnya. Mungkin sudah tidak asing lagi jika disebut dengan Karaoke Plus, plus yang menandakan pelayanan lebih dari wanita PL atau Pemandu Lagu.

Sebut saja salah satu pengunjung tempat hiburan Karaoke Plus di Bandung yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Heri J. Heri merupakan seorang karyawan swasta di Bandung, ia datang berdua bersama temannya. “Sebelumnya sudah pernah sekali datang ke sini, jadi ini yang kedua. Ya, sekadar melepas stres setelah berminggu-minggu bekerja. Wajar kan,” ungkapnya.

Hampir sama bahkan bisa dibilang mirip tempat hiburan di pusat kota Bandung yang sudah dijelaskan diatas, tempat Karaoker Plus ini juga menyediakan ruangan berkaca nampak seperti “Akuarium” yang di isi tidak jarang belasan wanita cantik yang seksi. Para tamu yang datang akan langsung disuguhkan PL yang berada di dalam ruangan kaca tersebut, “Sekarang ini yang datang memang cuma sedikit. Tetapi semuanya kualitas top,” kata seorang pria kenes mempromosikan delapan perempuan di dalam kamar berkaca lebar itu.

Setelah tamu memilih Pemandu lagu atau PL yang akan menemani, para tamu akan masuk kedalam ruang Karaoke dan disusul oleh Pemandu Lagu yang sudah dipilih tadi. Dalam ruang karaoke itu apa saja bisa terjadi, mulai dari menyanyi, mengobrol sampai dengan bertukar nomor telepon antara si tamu dan PL yang menemani.

Sebut namanya Vire, wanita Pemandu Lagu yang bekerja di Karaoke Plus “B” di Jalan Seokarano-Hatta Bandung. Jika memang sama-sama enjoy, bertukar nomor telepon untuk janjian diluar ruang karaoke pun bisa terjadi. “Kalau sudah cocok dan enjoy dengan tamu, kami bisa saja janjian ketemu setelah di ruang karaoke. Apa pun bisa terjadi,” tutur Vire, yang baru berusia 26 tahun, dan sudah berstatus janda beranak satu.

Selain Vire ada juga seorang pemandu lagu bernama Ativ yang menceritakan kisah sehari-harinya. “Dua malam berturut-turut saya mabuk, karena tamu banyak, dan mereka buka botol juga. Eh, sekarang mabuk lagi,” kata Ativ, sambil menuangkan minuman berkadar alkohol hampir 40 persen ke gelas tamu-tamunya. “Kalau mau minum, emang pasnya sama saya. Dijamin asyik deh,” janji perempuan yang juga berusia 20-an tahun itu.

Para Pemandu Lagu di Karaoke Plus termasuk Vire dan Ativ ini tidak hanya mempunyai kesempatan untuk meminum minuman yang sama dengan para tamunya. Mereka juga dapat bebas memesan apa saja yang di inginkan, misal rokok dan air mineral dan tidak menutup kemungkinan untuk memesan hal lainnya nanti.

Sang tamu pun cuma bisa menandatangani bon pesanan Ativ tanpa tahu perkiraan harganya. Selain itu, para pemandu lagu plus itu juga bisa menyanyi lagu pilihan sendiri.

Untuk tarif para PL ini para tamu harus merogoh kocek sebesar Rp 240.000,00 per orang, dan jika ingin ditemani oleh Pemandu Lagu Plus itu para tamu karaoke harus menyiapkan uang sebesar kurang lebih Rp. 2.000.000,- untuk waktu selama 3 Jam. Hitung saja harga minuman yang biasa ditawarkan dan disajikan di pusat karaoke “B” itu. Misalnya, paket 2 Chivas seharga Rp 900.000, yang setelah ditambah pajak dan biaya servis Rp 180.000, menjadi Rp 1.080.000,00. Sedangkan untuk satu pitcher Coca Cola? Siapkan saja dana sebesar Rp 226.000.

Perbincangan menjadi jauh lebih hangat ketika suasana malam semakin larut, tak jarang dalam obrolan tersebut muncul pengakuan-pengakuan baik dari sang Tamu ataupun PL yang menemani. Ativ sempat mengutarakan, betapa sedih dirinya ketika mengingat cita-cita semasa kecilnya yang hancur. “Sejak kecil cita-cita saya sebenarnya ingin jadi dokter. Sampai sekarang pun masih memendam cita-cita itu. Makanya, setelah adik saya diterima di Fakultas Kedokteran, saya semangat membiayai. Ibu dan adik saya nggak tahu saya kerja di sini,” katanya sembari mengusap air mata yang tiba-tiba menetes di pipi.

Ya itulah sedikit petualangan dari dunia malam di Bandung, mungkin bukan hanya kota kembang yang menyajikan hal hiburan seperti ini, rata-rata di beberapa kota besar Indonesia sudah tidak asing lagi dengan hiburan malam plus-plus. Ini adalah dunia malam, lantas bagaimana dengan kisah untuk siang hari di bandung? Untuk hiburan plus-plus siang hari di bandung akan disajikan pijitan-pijitan hangat para wanita di panti pijat plus-plus.

Inilah petualangan dunia malam di bandung yang merupakan daerah berhawa sejuk dan dikenal punya banyak aset wisata, mulai dari wisata alam, ilmu pengetahuan, belanja, dan kuliner, juga mengandalkan kawasan-kawasan hiburan untuk menggenjot pendapatan daerahnya. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Bandung mengklasifikan kawasan hiburan dengan 15 kategori, antara lain meliputi bioskop, diskotek, karaoke, klab malam, panti pijat, kolam renang, dan insidental kesenian (termasuk di dalamnya konser musik).

Menurut Sekretaris Dispenda Kota Bandung, Hendar, realisasi penerimaan daerah dari bisnis hiburan pada 2010, melebihi target. Mengenai hal itu Hendar menjelaskan, “Semula, penerimaan dari hiburan pada 2010 kami targetkan Rp 25 miliar. Tetapi realisasinya mencapai Rp 25,32 miliar. Makanya 2011 ini target dinaikkan menjadi Rp 30 miliar,”

Ternyata ada yang menarik, di antara beberapa pusat hiburan yang penghasilannya melebihi target, dua di antaranya adalah karaoke dan panti pijat. Karaoke yang ditargetkan dapat meraih Rp 7,9 miliar, ternyata bisa meraih angka Rp 8,4 miliar. Sedangkan panti pijat, dari target awal yang diperkirakan Rp 2,2 miliar, ternyata mampu menerima Rp 2,3 miliar.

Ini Bandung Bro, kota dengan turis lokal maupun international yang terus berdatangan yang ingin merasakan hiburan di Bandung, tidak kalah eksotis dari Bali dan kota-kota lain di Indonesia. Bagaimana menurut pandangan anda sekelumit petualangan dunia malam di bandung ini?

Reff: Kompas
http://chempornet.com/petualangan-dunia-malam-di-bandung/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar