Selasa, 05 Februari 2013

Demi Operasi Afganistan, Polandia Beli 118 Kendaraan Tempur

WARSAWA, Polandia - Departemen Pertahanan Polandia telah mengumumkan penawaran untuk mengundang produsen untuk memasok Angkatan Bersenjata Polandia dengan 118 kendaraan tempur ringan LSVs.

Kementerian Inspektorat Persenjataan Polandia mengatakan dalam sebuah wawancara, bahwa kendaraan four-wheel-drive tersebut disyaratkan dapat mengangkut setidaknya tiga kru dan berat maksimal 1,7 ton. LSVs baru ini dimaksudkan untuk digunakan oleh Pasukan Operasi Khusus Polandia, yang saat ini tengah dikerahkan ke provinsi Ghazni Afganistan.

Kendaraan Tempur Ringan
LSVs

Di bawah persyaratan awal kementerian pertahanan, kendaraan tersebut harus memiliki jarak tempuh minimal 497 kilometer, kecepatan maksimum sedikitnya 60 mil/jam on-road, dan kecepatan maksimum sedikitnya 38 mil/jam off-road. Kendaraan LSVs tersebut juga harus dilengkapi dengan kursi anti getar, sabuk pengaman dan poin-poin penting lainnya bagi keamanan kru.

LSVs juga harus dilengkapi dengan senapan mesin 7,62 mm atau 12,7 mm dan peluncur granat otomatis 40 mm, menurut Kementerian Pertahanan Polandia.

Penawaran, termasuk spesifikasi teknis kendaraan, jadwal akhir pengiriman, harga, biaya perawatan, harus segera disampaikan kepada Inspektorat Persenjataan sampai pertengahan Juni 2012.
 http://www.artileri.org/2012/06/demi-operasi-afganistan-polandia-beli.html

Sabtu, 02 Februari 2013

Pindad Resmi Produksi Rantis Komodo

Rantis 4x4 Komodo
Kendaraan Taktis (Rantis) 4x4 dengan kemampuan manuver yang baik kembali di hasilkan PT Pindad sebagai industri pertahanan strategis kebanggaan dalam negeri. Kendaraan Taktis 4x4 ini mendapat kehormatan untuk diberikan nama oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yaitu “Komodo” pada hari terakhir penyelenggaraan Indo Defence 2012, Sabtu, Jakarta.

Presiden SBY sebelumnya mengintruksikan PT. Pindad untuk membuat kendaraan yang high level (kemampuan tinggi) seperti Intai Sherpa, yang dapat digunakan untuk kendaraan operasional TNI dan Polri. Mengacu pada instruksi tersebut, PT.Pindad kemudian melakukan desain, perencanaan, rekayasa dan pembuatan produk dengan konsep produk.

Adapun konsep produk kendaraan tersebut adalah :
  • Menggunakan mesin diesel turbo intercooler dengan power kendaraan 215 ps @ 2500 rpm, sehingga tercapai rasio berat terhadap kendaraan 25 hp/ton.
  • Menggunakan transmisi manual 6 maju 1 mundur dan memiliki diferensi lock sehingga memiliki kemampuan offroad yang baik
  • Body kendaraan menggunakan body monocoque dan memiliki ketahanan terhadap tembakan 7,62 mm.
Akhirnya lahirlah Rantis 4x4 komodo. PT. Pindad juga telah melakukan serangkaian uji internal meliputi uji statis, uji tipe dan uji dinamis dari Bandung menuju Baturaja saat latihan gabungan. Selanjutnya dalam proses sertifikasi oleh Dislitbang Angkatan Darat spesifikasi ini dimasukkan ke dalam klasifikasi ranpur multirole (multiguna) dengan varian V1 adalah Varian Intai, V2 Varian APC, V3 Varian Komando, V4 Varian angkut rudal dan V5 untuk varian khusus.
Rantis 4x4 Komodo

Pada tahun 2012 beberapa instansi TNI dan Polri telah memesan jenis kendaraan taktis 4x4 tersebut, salah satunya Kopassus TNI AD memesan 2 unit kendaraan jenis varian khusus pendobrak serta Brimob Polri memesan 3 unit jenis APC.

Selain itu pada tahun ini, PT. Pindad juga mengembangkan varian angkut rudal Mistral, hasil kerja sama dengan MBDA sebanyak 56 unit. Selanjutnya dipesan lagi sebanyak 8 unit hasil kerja sama dengan Nexter berupa varian Komando dan komunikasi.
http://www.artileri.org/2012/11/pindad-resmi-produksi-rantis-komodo.html

Rantis 4x4 Komodo PT Pindad Diresmikan Presiden

Presiden resmikan rantis 4x4 Komodo PT Pindad
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menhan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Perindustrian MS Hidayat menandatangani dokumen penamaan kendaraan taktis 4x4 produksi PT Pindad (Persero) "Komodo" pada pameran Indo Defence 2012 di JIExpo, Kemayoran, Sabtu, 10 November.
(FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/ama/12)
Berbagai produk alat pertahanan dipamerkan pada Indo Defence 2012 Expo dan Forum. Salah satu yang menarik perhatian adalah kendaraan taktis 4x4 buatan PT Pindad. Awalnya kendaraan taktis (rantis) ini secara resmi belum mempunyai nama, hanya saja sebelumnya disebut-sebut bahwa nama rantis ini adalah Komodo.
Pada Sabtu, 10 November 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi memberi nama "KOMODO" pada rantis PT Pindad ini. Pemberian nama itu dilakukan SBY disela-sela meninjau pameran Indo Defence Expo di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ikut hadir dalam peresmian Menhan Purnomo Yusgiantoro, Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin, Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan beberapa pejabat lainnya.

"Komodo binatang perkasa. Semoga kendaraan taktis ini bisa bertempur membuat daya bagi Indonesia," kata SBY ketika acara penandatanganan peresmian Rantis Komodo di halaman luar JIExpo.
Rantis 4x4 Komodo PT Pindad
Sejumlah pengunjung melihat lebih dekat rantis 4x4 Komodo PT Pindad
(FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/ama/12)

Dalam acara itu, Presiden mendapat penjelasan spesifikasi dan keunggulan Komodo. Selain Komodo, Presiden juga melihat langsung kendaraan tempur lain diantaranya tank Leopard Revolution buatan Jerman yang baru saja dibeli pemerintah Indonesia. Mesin tank yang berbobot 60 ton itu sempat dihidupkan dihadapan Presiden.
Komodo adalah kendaraan taktis 4x4 buatan PT Pindad (Persero). Komodo menggunakan mesin diesel turbo intercooler dengan power kendaraan 215 ps @ 2500 rpm dan rasio tenaga 25 hp (tenaga kuda) per ton dengan transmisi manual, enam transmisi maju dan satu transmisi. Komodo memiliki deferensi lock sehingga memiliki kemampuan offroad yang baik serta body berbahan monocoque dan memiliki ketahanan terhadap tembakan senjata 7,62 mm.
Rantis 4x4 Komodo PT Pindad
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melihat bagian dalam dari rantis 4x4 KOmodo produksi PT Pindad
(FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf/ss/ama/12)

Setelah itu, Presiden meninjau berbagai stand di dalam Gedung JIExpo. Presiden menerima penjelasan berbagai peralatan tempur terbaru, antara kendaraan, persenjataan, radar, dan lainnya buatan berbagai negara.
KOMPAS 
http://www.artileri.org/2012/11/rantis-4x4-komodo-pt-pindad-diresmikan.html

PANSER ANOA PT.PINDAD INDONESIA

Panser APS 6x6, kendaraan angkut personil lapis baja (APC), adalah kendaraan tempur lapis baja yang fungsi utamanya adalah untuk mengangkut infanteri ke medan perang. Panser ini dikembangkan oleh PT-Pindad, BUMN Indonesia yang mengembangkan senjata ringan dan kendaraan militer. Kendaraan ini khusus dirancang untuk kebutuhan kavaleri dan dapat membawa sepuluh personil, termasuk tiga awak, satu sopir, satu komandan dan satu penembak.
APC ini dirancang, direkayasa dan dikembangkan sendiri oleh PT.PINDAD, yang juga menyediakan fasilitas perawatan kendaraan. Dengan nilai kontrak sekitar 51 juta dolar
Panser ANOA
Panser APS 6x6

Pengembangan Panser APC 6x6 ANOA 

Sejarah perkembangan Panser ANOA ini terjadi pada tahun 2003 ketika TNI mengajukan permintaan kepada pemerintah untuk menyediakan APC untuk transportasi infanteri di Provinsi Aceh. PT.PINDAD pun merespon kebutuhan tersebut dan segera mengembangkan APR-1V atau Angkut Personil Ringan. Tahun 2004, kendaraan ini telah dikirim ke Aceh untuk digunakan TNI dalam mengemban tugasnya.

Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) dibantu PT.PINDAD lalu bekerjasama dalam mengembangkan lebih lanjut kendaraan ini pada tahun 2005. Ketika itu, APS-1 (Angkut Personil Sedang) telah dikembangkan pada tahun itu juga.

Desain Panser 6x6 ANOA

Sopir Panser APC 6x6 menjalankan kendaraan dengan duduk di sisi kanan, sementara komandan duduk di sisi kiri. Desain lambung kendaraan monocoque. Desainnya berbeda dari pendahulunya dan lambung terdiri dilapisi dari baja tebal. Juga termasuk pengembangan dalam suspensi dengan menggunakan sistem suspensi Torsion Bar yang dikembangkan secara eksklusif.

Varian APC

Varian pertama dari APC yang dikembangkan adalah Angkut Personil Ringan (APR-1V) pada 2004. Ini adalah kendaraan 4x4 lapis baja dan memiliki chassis truk Isuzu.
Panser APS-1 6x6 dibuat berdasarkan platform truk Perkasa, produk dalam negeri komersial PT Texmaco, adalah varian berikutnya yang dikembangkan. Tapi APS-1 tidak dipilih diproduksi secara massal.
Ketika TNI kembali meminta PT.PINDAD untuk mengembangkan generasi berikutnya dari kendaraan jenis panser, APS-2 segera dibuat.
Lalu muncul Panser APS-3 yang kita kenal sebagai Panser ANOA, pertama kali dipamerkan di parade TNI pada tanggal 5 Oktober 2008. Prototipe kendaraan ini diresmikan pada Oktober 2006. Dan secara resmi juga di pamerkan di Indo Defence dan Aerospace 2008.
Varian lain APS 6x6
Panser APS 6x6
Tidak hanya sampai disini, PT.PINDAD terus mengembangkan kendaraan-kendaraan jenis ini, dengan menjaga kualitas APS 6x6 tetap sebagai model acuan. Varian pengembangan kendaraan termasuk fire support, ambulans, komando, logistik, lapis baja recovery, pengintaian dan pembawa mortir.

Order dan Pengiriman Panser APC 6x6 di Dalam Negeri

Kementerian Pertahanan Indonesia telah memesan sebanyak 150 unit APS-2 6x6 APC, ditambah 4 unit pengintai lapis baja pada PT.PINDAD di tahun 2008. Pada Februari 2010, Pindad telah menyerahkan sebanyak 93 unit APS-2 dalam 3 fase dan tahap yang berbeda. Pengiriman penuh telah selesai pada akhir 2010 lalu.
Pada tahap pertama pengiriman, PT.PINDAD menyerahkan 20 unit APS-2 6x6 kepada Kementerian Pertahanan Indonesia pada Februari 2009. Tahap kedua pada 7 Juli 2009 berjumlah 40 unit APS-2 6x6.
Pada 13 Januari 2010, Pindad kembali mengirimkan 33 unti Panser APS-2 6x6. Dari 33 unit, 20 unit digunakan oleh Angkatan Darat Indonesia, sementara sisanya digunakan untuk Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia di Libanon
Digunakan TNI di Libanon
Panser APS 6x6
Pengiriman 61 Panser yang tersisa dikirimkan pada akhir 2010. Dengan tahap pertama 44 unit pada bulan Juli dan tahap kedua 17 unit pada bulan September 2010. Pada Agustus 2008, Pindad telah menghasilkan 10 APS-3 dan telah diproduksi banyak untuk digunakan TNI

Mesin Renault Turbo Charged Diesel

Produsen mobil Renault yang berbasis di Perancis inilah yang memasok mesin dan transmisi untuk APS 6x6. Jenis mesin yang digunakan dalam kendaraan APS 6x6 ini adalah Renault MIDR 062045 enam silinder Turbo Charged Diesel.

Persenjataan Panser 6x6

Terletak di puncak di sisi kiri Panser APS 6x6. Dapat dipersenjatai baik dengan senapan mesin atau peluncur granat. Senapan mesinnya berkaliber 12,7 mm, sedangkan peluncur granat otomatis berkaliber 40 mm. Spesifikasi persenjataan ini tidak mutlak, tergantung order pemesanan.
Selain itu, 2 jenis senjata berat dapat diletakkan di bagian depan dan belakang kendaraan. Panser APS 6x6 juga dilengkapi dengan modus malam dan  daya derek 6 ton. Fasilitas Komunikasi Termasuk VHF/FM (anti jamming dan hopping) dan GPS
http://www.artileri.org/2012/06/panser-anoa-ptpindad-indonesia.html

Kamis, 31 Januari 2013

Penumpang Batavia Air Resah Tak Dilayani Ganti Rugi Tiket

Penumpang Batavia Air Resah Tak Dilayani Ganti Rugi Tiket
(Liputan6.com/Andrian M Tunay)
Liputan6.com, Makassar : Setelah Batavia Air dinyatakan bangkrut dan menutup layanan penerbangan semua jurusan di Indonesia, sejumlah penumpang yang sudah membeli tiket pesawat resah. Petugas maskapai ini ternyata tidak melayani penggantian uang ataupun tiket penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Karena tidak ada petugas maskapai, para penumpang mendatangi ruang area manajer bandara untuk meminta bantuan arahan penggantian tiket mereka. Namun pihak manajer bandara, Latif, yang ditemui penumpang juga bingung atas sikap petugas Batavia Air ini.

"Sejak jam 2 subuh yang mau ke Sorong tidak ada penerbangan, yang ke Jakarta jam 7, dan jam 9 ke Balikpapan. Saya tidak tahu (kenapa bisa seperti ini). Tidak ada pemberitahuan dari Batavia Air," kata Latif di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis (31/1/2013).

Pantauan di Bandara Sultan Hasanuddin sejak Kamis (31/1/2013) pukul 02.00 WIB hingga pagi hari pukul 09.00 WIB, jadwal penerbangan pesawat Batavia Air jurusan Makassar-Sorong, Makassar-Jakarta dan Makassar-Balikpapan sudah tidak ada. Bahkan pesawat Batavia Air yang biasanya terparkir di area satu dan dua landasan bandara tak nampak.

Batavia Air dinyatakan pailit pada Kamis 30 Januari 2013. Permohonan pailit yang diajukan oleh perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC) terhadap Batavia Air, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dalam putusannya No. 77/pailit/2012/PN.NIAGA.JKT.PST tanggal 30 Januari 2013 telah menjatuhkan putusan pailit kepada Batavia Air. (Riz)
 
 
 http://news.liputan6.com/read/500714/penumpang-batavia-air-resah-tak-dilayani-ganti-rugi-tiket