Jumat, 08 Maret 2013

Fakta : F-35 bisa Meledak Jika Tersambar Petir

F-35 JSF
ARTILERI - Produksi pesawat tempur F-35 Joint Strike Fighter (JSF) yang diklaim sebagai pesawat tempur tercanggih sekaligus termahal di dunia, telah "tergelincir" setelah seorang insinyur menemukan bahwa tangki bahan bakar F-35 bisa meledak jika disambar petir. Pengungkapan fakta tersebut menjadi pukulan telak bagi F-35, dikenal juga sebagai Lightning II (Petir II), yang sejatinya akan melengkapi Angkatan Udara dan Angkatan Laut Inggris (RAF & Royal Navy) pada 2018.
Temuan ini diungkapkan dalam sebuah dokumen Pentagon yang mengatakan bahwa kesalahan pada tangki bahan bakar F-35 berpotensi menyebabkan bencana ledakan jika pesawat itu disambar petir dalam sebuah badai petir. Kantor Evaluasi dan Uji Operasional Pentagon menyatakan bahwa semua uji coba terbang di jarak 25 kilometer dari badai tidak diizinkan sampai pendesainan ulang perangkat pada tangki bahan bakar yang mempertahankan tingkat oksigen.
Kekhawatiran dari meledaknya tangki bahan bakar hanya satu dari serangkaian masalah yang menimpa program F-35. Kesalahan desain dari tangki bahan bakar juga membuat F-35 tidak mampu turun dengan cepat ke altitude (ketinggian) yang rendah. Upaya untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dengan mengurangi bobot F-35 juga membuat pesawat ini lebih rentan terhadap serangan musuh.
Pentagon menyatakan kesalahan/kegagalan ini tidak dapat diterima. Pemeriksaan oleh Angkatan Udara Amerika (USAF) dan Lockheed Martin (Produsen F-35), juga menemukan beberapa celah saat uji coba pesawat, antara lain di bagian sayap kanan, mesin kanan varian F-35A, dan pada bagian lain dari Varian F-35B.
"Akan ada rencana mitigasi untuk semua penemuan kesalahan desain ini dan mungkin termasuk upaya mendesain ulang beberapa bagian dan tambahan bobot," tambah laporan itu. Inggris membeli F-35B versi takeoff dan landing jarak pendek sebagai ganti Harrier*. Pesawat itu (F-35) sejatinya akan digunakan Inggris untuk pertahanan udara, serangan darat dan misi pengintaian.
Internal Weapon Bay F-35
Internal Weapon Bay F-35
F-35 memiliki kecepatan maksimal 1.300 mil/jam dengan jangkauan 1.450 mil, sedangkan kecepatan Harrier adalah 700 mil/jam dan memiliki jangkauan 350 mil. Pesawat tua ini (Harrier) juga tidak memiliki transparansi radar atau kemampuan siluman, sedangkan F-35 memiliki keduanya. Versi F-35 yang dipesan oleh Inggris adalah yang terberat, berkemampuan paling baik dan paling mahal dari tiga versi F-35, karena menggunakan sistem propulsi berkemampuan "jump jet" yang membuatnya takeoff dan landing di kapal induk baru Angkatan Laut Inggris.
F-35 juga didesain tidak terdeteksi oleh radar. Tidak memiliki angle kanan, yang bisa memantulkan gelombang radar, dan lapisan fiber khusus yang membuatnya sulit untuk dideteksi radar musuh. Emisi panas rendah dan persenjataannya dibawa di internal weapon bay (bukan dipasang pada sayap dan di bawah badan pesawat) yang akan lebih meningkatkan kemampuan stealth-nya. Pesawat ini mampu membawa berbagai jenis senjata termasuk roket udara-ke-udara dan satellite guided bombs (bom pandu satelit).
Helm pilot F-35
Helm pilot F-35
Pilot dilengkapi dengan helm yang membuat mereka mampu melihat dalam sudut pandang 360 derajat, dan menampilkan semua data yang mereka butuhkan dalam helm. Kokpit juga dilengkapi dengan panel instrumen digital all-glass dan sistem pengenalan suara. Setiap F-35 memiliki lebih dari 24 juta baris kode perangkat lunak. Dalam teorinya, F-35 mampu terbang ke wilayah udara musuh, menyerang target dan kembali dengan selamat ke wilayah yang aman tanpa pernah terdeteksi.
Namun F-35 juga semakin mantap dengan kritikan sejak bergulirnya program pada tahun 1990-an, terutama di Amerika Serikat, di mana program ini telah mendapatkan ketenaran diinginkannya, yaitu sebagai proyek yang paling mahal yang pernah dilakukan oleh Pentagon. Dari perkiraan, total biaya untuk membeli, mengoperasikan dan memelihara pesawat-pesawat F-35 selama 30 tahun adalah £ 625 miliar atau $ 1 triliun. Winslow Wheeler, di Pusat Informasi Pertahanan AS menggambarkan program F-35 sebagai "gigantic performance disappointment."
Wheeler menambahkan : "Masalah ini sangat kritis, diibaratkan Anda mengeluarkan banyak uang dengan harapan akan mendapatkan Lamborghini atau Ferrari, namun kenyataannya berbeda, Anda hanya mendapatkan Yugo (mobil murah yang diproduksi secara massal di bekas negara Yugoslavia). "Meskipun pilot Inggris telah ikut dalam uji terbang F-35, mereka belum akan menerbangkan F-35 dari pangkalan udara di Inggris atau dari dua kapal induk baru mereka sampai tahun 2018."
AS menghabiskan sekitar £ 254 miliar ($402 miliar) untuk membeli 2.500 F-35 untuk Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Korps Marinir. Pemerintah Inggris sebelumnya mengatakan akan membeli 138 pesawat, namun Menteri Pertahanan Philip Hammond sejauh ini hanya berkomitmen untuk membeli 48 F-35.
Masalah tangki bahan bakar ini merupakan pukulan telak kedua pada program F-35 dalam beberapa pekan terakhir. Seperti kita ketahui, Kanada bulan lalu membatalkan kesepakatan untuk membeli 65 unit F-35 karena harga satuan, perawatan dan biaya operasionalnya yang terlalu mahal. -Admin pernah mau posting soal Kanada ini, tapi enggak sengaja draftnya ke-delete, mana nggak ada ban serep pula :) -
F-35B STOVL
F-35B STOVL
Kanada bukan satu-satunya negara yang enggan melangkah untuk akuisisi F-35. Italia juga mengurangi pembelian F-35 menjadi 90 unit, tidak yang awalnya 131 unit, sementara AS juga telah menunda beberapa pembelian dan kemungkinan akan memangkas program yang diberikan mengingat situasi fiskal yang sulit dan pemotongan anggaran pertahanan. Audit program dengan KPMG** mengungkapkan pesawat biaya operasional bisa mencapai £ 28,4 miliar ($ 45 miliar) selama 42 tahun kedepan. Keputusan akhir mengenai berapa jumlah F-35 yang akan dibeli Inggris akan tergantung pada peran masa depan dua kapal induk baru Angkatan Laut Inggris dan tergantung dari apakah harga unit dari F-35 akan turun, stabil atau bahkan meningkat.
Masa depan pesawat ini juga kunci untuk industri pertahanan Inggris dan akan membantu mempertahankan lebih dari 20.000 pekerjaan. Meskipun pesawat ini sedang diproduksi oleh Lockheed Martin, Inggris merupakan mitra utama dalam program ini dengan kedua industri pertahanannya yaitu BAE Systems dan Rolls-Royce yang memainkan peran kunci dalam produksi dan desain F-35.
Seorang juru bicara Lockheed Martin mengatakan "F-35 adalah pesawat siluman dan pernyataan yang mengatakan F-35 lebih rentan daripada pesawat generasi ke-4 saat ini, kami tidak menganggap ini masalah besar, kami terus bekerja dan telah menunjukkan kinerja yang sangat baik." (FS/WT)
*Harrier merupakan pesawat tempur "Jump Jet," yang berkemampuan takeoff dan landing jarak pendek (V/STOL). Varian pertama diperkenalkan tahun 1969, dibuat oleh Hawker Siddeley, British Aerospace, McDonnell Douglas, Boeing dan BAE Systems. Dibuat dalam berbagai varian pada tahun-tahun berikutnya hingga produksi Harrier yang terakhir pada 2003. (Wiki)
**KPMG adalah salah satu perusahaan jasa profesional terbesar di dunia. KPMG mempekerjakan 104.000 orang dalam partnership global menyebar di 144 negara. KPMG memiliki tiga jalur layanan: audit, pajak, dan penasehat. Kantor pusatnya di Amsterdam, Belanda dan didirikan pada tahun 1987.

Tidak ada akronim dari KPMG, huruf-hurufnya mengacu pada nama-nama firma yang bergabung dan nama orang. Di Indonesia, KPMG memiliki partner lokal yaitu KAP Siddharta & Widjaja yang dipimpin oleh Tohana Widjaja. KPMG Indonesia berkantor di Wisma GKBI lantai 32-35. (Wiki)

Jumat, 01 Maret 2013

China, Kekuatan Udara Baru di Dunia

Formasi Pesawat Tempur J-11 China
Formasi Pesawat Tempur J-11 China. (Foto: Topwalls.net)
ARTILERI - Sebuah visi yang jelas dan program jangka panjang untuk modernisasi militer, didukung oleh kemampuan industri pertahanan yang kuat dan inovatif, telah mengubah Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (Peoples Liberation Army Air Force/PLAAF) dari yang awalnya kuno, kolot, dan tidak terlatih, menjadi kekuatan udara modern dengan kemampuan yang baik untuk menjalankan semua misi-misi modern di abad 21.
Pondasi dari rencana jangka panjang program modernisasi Angkatan Udara China telah dibebankan pada tahun 2010, dan ditujukan untuk mencapai kemajuan besar pada tahun 2020. Untuk tahun 2010, China telah meletakkan pondasi dasar yang kuat untuk Angkatan Udaranya, ini ditunjukkan dalam latihan skala besar dengan sandi "Stride-2009" yang diselenggarakan bertepatan dengan perayaan 50 tahun kekuasaan komunis di China. Lima puluh ribu prajurit telah dimobilisasi secara besar-besaran dari tempat latihan mereka ke daerah-daerah yang tidak biasa bagi mereka.

Kekuatan Udara Baru Telah Muncul di Dunia

Pada tahun 1999, Angkatan Udara China mengoperasikan lebih dari 3.500 pesawat tempur yang terdiri dari J-6 (sekelas MiG-19) dan J-7 (desain berdasarkan MiG-21). Kesepakatan dengan Rusia adalah induksi untuk 100 Sukhoi Su-27 fighter. Angkatan Udara China juga memiliki armada pesawat bomber (pembom) H-6 (desain berdasarkan Tu-16).
Modernisasi Angkatan Udara China didorong oleh pertumbuhan ekonomi China yang luar biasa. Di abad ke-21 ini, dunia telah menyaksikan akuisisi China atas 105 Sukhoi Su-30MKK (2000-2003) dan 100 upgrade Sukhoi Su-30MKK2 (2004). China juga telah memproduksi lebih dari 200 pesawat tempur J-11s dari tahun 2002 dan hingga saat ini. Angkatan Udara China juga membeli total 126 Sukhoi Su-27SK/UBK dalam tiga batch pengiriman. Produksi pesawat tempur J-10 dimulai pada tahun 2002 dan 1200 berada dalam order. Pesawat bomber H-6 (Tu-16 Badger) dikonversi menjadi pesawat terbang pengisian bahan bakar.
Pada tahun 2005, Angkatan Udara China mengumumkan rencana untuk mengakuisisi 70 pesawat angkut (airlifter) Ilyushin Il-76 dan 30 pesawat tanker Ilyushin Il-78 yang secara signifikan akan meningkatkan kemampuan airlift strategis dan memberikan kemampuan tempur dalam waktu yang lama bagi Angkatan Udara China. Departemen Pertahanan AS telah melaporkan bahwa Su-27 SKS China diupgrade menjadi Sukhoi Su-27 SMK multirole (multiperan).

H-6 Bomber
H-6 Bomber
China juga sedang mengorganisir combat air wing untuk satuan kapal induk di masa depan, mungkin J-15 dan atau opsi lainnya Sukhoi Su-33, yang merupakan varian kapal induk dari keluarga Su-27. Banyak fighter di China yang diupgrade, sebagian untuk fungsi night maritime strike, yang memungkinkan bisa mengangkut senjata buatan Rusia, termasuk rudal jelajah Kh-31A anti-radiasi dan amunisi KAB-500 kawal-laser.
China juga mengembangkan pesawat misi khusus, yaitu KJ-2000 AWACS yang didesain berdasarkan platform Il-76. Pesawat angkut Y-8 sedang dimodifikasi untuk melakukan berbagai peran Airborne Battlefield Command, AEW dan pengumpulan data intelijen. JH-7/7A akan menjadi tulang punggung kekuatan serangan presisi dengan sejumlah besar J-10 dan J-11 untuk peran superioritas udara. Peran interceptor akan dilakukan oleh JF-17 yang sekarang berada di bawah produksi China. Belum lagi yang terbaru adalah J-20 dan J-31, keduanya di klaim China sebagai fighter siluman.
Untuk kekuatan transportasi, China akan memiliki pesawat Il-76, Il-78, Y-9 dan tentunya yang terbaru adalah si bongsor Y-20, kemungkinan Y-20 lah yang sempat membuat kaget media barat dari hasil foto satelit terhadap salah satu aktivitas di pangkalan udara China. China juga memiliki berbagai helikopter dan pesawat lainnya untuk melakukan misi khusus dan tugas-tugas rutin. Dengan berkembangnya C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance), militer China akan menjadi kekuatan yang tangguh untuk diperhitungkan bahkan oleh musuh yang siap sekalipun. Dalam proses modernisasi, Angkatan Udara China telah meningkat secara eksponensial, meskipun belum diuji dalam pertempuran/operasi yang sesungguhnya.

Pengklasifikasian Pesawat

Angkatan Udara China mengklasifikasikan pesawat-pesawatnya dengan kode-kode tertentu. Yaitu :
  • "J" untuk pesawat fighter
  • "Q" untuk pesawat ground combat (serangan darat)
  • "H" untuk pesawat bomber
  • "JH" untuk pesawat tempur-bomber
  • "Y" untuk pesawat transportasi
  • "JZ" untuk pesawat pengintai dan 
  • "Z" untuk helikopter
China juga meluncurkan pesawat tempur generasi kelima, J-20 dan J-31 dalam rentang waktu yang tidak lama, yang merupakan sebuah langkah besar dalam evolusi industri kedirgantaraan China. Kedua pesawat baru ini mmiliki fitur stealth (siluman), sekaligus menunjukkan tekad pada diri China untuk membentuk kemampuan militer baru di masa depan.
China berinvestasi secara signifikan di sektor kedirgantaraan dan manfaatnya sudah terlihat sekarang. Kemajuan telah jauh lebih cepat dari yang diperkirakan oleh analis Barat. Pertumbuhan ekonomi China yang fenomenal meningkatkan investasi dalam inovasi dan hasilnya akan bahwa pada tahun 2020 atau lebih China akan menjadi pusat inovasi dunia yang paling penting, menyalip AS dan Jepang.

Sejarah Industri Kedirgantaraan China

Sebuah sejarah singkat yang menyangkut pertumbuhan industri kedirgantaraan China akan mengungkapkan bagaimana transformasi China ini dicapai. Awalnya, Uni Soviet memberikan bantuan kepada Angkatan Udara China di awal 1950-an dengan membantu mendirikan fasilitas produksi pesawatnya. Pilot-pilot Angkatan Udara China juga dilatih dengan taktik Soviet dan beberapa dari mereka juga turut ambil bagian dalam Perang Korea melawan USAF (Angkatan Udara AS).
Pada akhir 1950-an, pabrik-pabrik perakitan pesawat China (di bawah lisensi Uni Soviet) mulai merakit pesawat dalam jumlah yang besar. Pesawat-pesawat yang dirakit adalah J-2 (MiG-15), J-4 (MiG-15bis), J-5 (MiG-17) dan J-6 (MiG-19).

J-20
J-20 (Foto:Noua/resboiu.wordpress.com)
Putusnya hubungan dengan Uni Soviet merupakan pukulan telak bagi China. Industri pesawat terbang China nyaris hancur. Namun, secara bertahap industri kedirgantaraan China mulai pulih pada tahun 1965 dan China memproduksi pesawat tempur pertama mereka, J-8, berdasarkan penggabungan desain pesawat-pesawat Uni Soviet.
Modernisasi Angkatan Udara China kala itu juga tersendat-sendat akibat prioritas anggaran China yang lebih condong mendukung pasukan rudal dan nuklir China. Memanfaatkan celah antara Uni Soviet dan China, negara-negara Barat mulai memberikan bantuan untuk Angkatan Udara China pada akhir 1980-an. Avionik barat diaplikasikan ke J-7 (copy dari MiG-21), J-8 dan A-5 ground attack fighter.
Teknologi barat juga turut andil dalam pengembangan bomber B-6D, rudal SAM HQ-2j high altitude dan rudal anti-kapal C-601 yang diluncurkan dari udara. Bantuan dari Barat akhirnya berakhir pada tahun 1989 akibat tindakan keras China terhadap demonstran dalam sebuah insiden terkenal "Lapangan Tianamen."
Runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 terbukti menjadi berkah bagi China dan Angkatan Udaranya. Akibat pecahnya Uni Soviet, banyak ilmuwan Uni Soviet yang mencari penghidupan baru, insinyur dan teknisi dari bekas Uni Soviet akhirnya menemukan tempatnya di kompleks industri militer China. Selain itu, industri pesawat Rusia kala itu tengah berjuang untuk bertahan hidup. Rusia bahkan lebih dari bersedia untuk menjual pesawat modern dan teknologi ke China. Dan perekonomian China yang mumpuni mampu mengimpor semua yang terbaik yang ditawarkan Rusia.

Pesawat dan Helikopter Produksi Dalam Negeri China

Saat ini, Aviation Industry Corporation China telah menjadi memayungi sejumlah besar perusahaan yang bergerak dalam produksi pesawat dan peralatan yang terkait.
Changhe Aircraft Industry Corporation
Didedikasikan untuk membuat helikopter dan menghasilkan helikopter serang WZ-10, heli transportasi kelas berat Z-8, CA-9 Utility, Z11J dan helikopter Utilitas ringan Z-11.
Chengdu Aircraft Industry Corporation
Menghasilkan pesawat latih dasar JJ-5 (diekspor dengan nama FT-5), pesawat interceptor ringan J-7, pesawat tempur FC-1/J-17 Thunder multi-peran, pesawat tempur J-10 multi-peran, dan pesawat tempur generasi keilima J-20 dengan kemampuan siluman.
Hongdu Aviation Industry Group
Mengkhususkan diri dalam pesawat latih, menghasilkan pesawat latih utama CJ-5 dua-kursi, CJ-6 latih dasar dan lanjutan, K-8 latih dasar, JL-8 dan pesawat latih supersonik L-15.
Guizhou Aircraft Industry Corporation
Menghasilkan pesawat latih JL-9 (MiG-21U) dan sejumlah UAV.
Harbin Aircraft Manufacturing Corporation
Membuat helikopter Z-5, Z-9, Z-9W/G, Zhi-15 dan HC-120.
Shaanxi Aircraft Corporation
Memproduksi pesawat angkut dan membuat varian Y-8 (berdasarkan AN-12), Y-9 yang kemampuannya bisa disandingkan dengan Hercules C-130J, Y-7 dan Y-20 pesawat dukungan taktis dengan empat mesin.
Shenyang Aircraft Corporation
Menghasilkan J-8, J-11 (varian Su-27), pesawat tempur J-15 varian kapal induk tempur didasarkan pada Su-33 dan J-XX (disebut-sebut J-31) generasi kelima pesawat tempur yang sedang dikembangkan. Juga menghasilkan J-20 , H-6 bomber (Tu-16 Badger) dan beberapa UAV.
Xi’an Aircraft Industrial Corporation
Membuat pesawat H-8 bomber strategis kelas berat dan JH-7 tempur-bomber bermesin ganda.
Selain itu, ada sejumlah besar pabrik-pabrik China yang ikut dalam pembuatan pesawat komersial sipil. Banyak produsen raksasa asing seperti Boeing, Airbus dan Eurocopter mendapatkan keuntungan untuk melakukan outsourcing sebagian atau produksi yang lengkap dari pabrik-pabrik China. Ini membantu industri kedirgantaraan China untuk menyerap teknologi baru.

Pelatihan Pilot di Angkatan Udara China

Telah ada peningkatan kualitatif dalam filsafat pelatihan dan operasional dalam tubuh Angkatan Udara China. Pelatihan pilot berlangsung selama empat tahun dan dibagi menjadi dua tahap yang berbeda. Tahap pertama berlangsung selama 20 bulan di salah satu dari dua sekolah dasar terbang yaitu Changchun dan Banding. Terdiri dari pelatihan militer, politik, budaya/sastra, dan fisik, serta pelatihan parasut. Tahap kedua berlangsung 28 bulan di salah satu dari sepuluh akademi terbang, masing-masing memiliki resimen terbang 3-4 dan utamanya terdiri dari pelatihan teknis khusus.
Untuk pelatihan tahap kedua, lima bulan pertama diajarkan teori penerbangan, politik, navigasi, aerodinamis, senjata udara-ke-udara, struktur pesawat, dinamika penerbangan, mesin pesawat, instrumen, cuaca, dan terjun payung praktis, serta pelatihan komando, kontrol, dan ilmu pengetahuan. Satu tahun berikutnya, pelatihan dengan 155 jam terbang dengan menggunakan pesawat latih utama CJ-6. Enam penidikan yang diajarkan, antara lain aerobatik, navigasi, dan formasi, sirkuit, dan instrumen terbang. Biasanya 30 persen siswa gugur dalam fase ini.

Heli Serang WZ-10
Heli Serang WZ-10 (Foto:thebrigade.thechive.com)
Satu tahun di akhir pelatihan (pelatihan lanjutan), terdiri dari 130 jam terbang dengan menggunakan F-5. Latihan menyerang, navigasi, sirkuit, formasi, aerobatik, dan instrumen terbang, serta berpartisipasi dalam latihan perang. Fase ini memiliki tingkat gugur sepuluh persen. Total tingkat gugur siswa selama tiga fase di tahap kedua adalah 55 persen.
Lulusan akan menerima gelar dalam ilmu militer dan berstatus Deputy Company Pilot Officer. Lulusan dapat menjadi Company Grade Officers. Mereka yang gagal, diberi kesempatan untuk melatih di sekolah yang ditunjuk sebagai Ground Support Officers.
Angkatan Udara China juga telah menetapkan batas usia untuk pilot-pilotnya. Setelah pilot telah mencapai batas usia atau gagal memenuhi kualifikasi medis, terbangnya dihentikan. Salah satu masalah yang paling umum adalah bahwa Angkatan Udara China belum memiliki mekanisme untuk menyerap pilot yang dipensiunkan untuk bertugas di tugas non-terbang.
Batas usia yang ditetapkan adalah 43-45 tahun untuk pilot pesawat tempur (usia rata-rata saat ini adalah 28), 48-50 tahun untuk pilot bomber, 55 tahun untuk pilot pesawat transportasi, 47-50 tahun untuk pilot helikopter dan 48 tahun untuk pilot wanita. (FS)
http://www.artileri.org/2013/01/china-kekuatan-udara-baru-di-dunia.html

"Medali" F-35 Sepanjang 2012

F-35
ARTILERI - Program Lockheed Martin F-35 Lightning II telah berhasil mengirimkan 30 pesawat, dan mencapai kemajuan yang signifikan dalam berbagai uji terbangnya selama tahun 2012.
Pengiriman 30 F-35 pada tahun 2012 meliputi 11 F-35 Takeoff dan Landing Konvensional (CTOL), 18 F-35 Takeoff dan Landing Vertikal (STOVL), dan sebuah varian F-35 yang berbasis kapal induk (CV). Dua pesawat STOVL pertama dari program internasional F-35 telah dikirim ke Inggris. Semua varian F-35 kecuali yang berbasis kapal induk, yang dikenal dengan CF-5, dikirim ke berbagai pangkalan-pangkalan udara AS untuk tujuan operasional. Pengiriman F-35 pada tahun 2012 yang berjumlah 30  adalah dua kali lipat dari pengiriman pada 2011.
Untuk tahun 2012 telah dilakukan 1.167 tes penerbangan dengan 9.319 titik uji. Dengan rincian; F-35A 291 penerbangan dengan 2.573 titik uji, F-35B 396 penerbangan dengan 2.443 titik uji, dan F-35C 239 penerbangan dengan 2.247 titik uji. Uji coba system mission mencapai 241 penerbangan dengan 2.056 titik uji. F-35B juga telah melakukan landing vertikal sebanyak 102 kali.
"Kami sedang menyelesaikan tahun ketiga rencana kinerja pengembangan sistem F-35 sejak Kantor Eksekutif Program F-35 menyelesaikan Technical Baseline Review pada tahun 2010," kata Orlando Carvalho, wakil presiden eksekutif dan manajer umum program F-35 Lockheed Martin. "Kami sepenuhnya berharap kemajuan ini berlanjut pada tahun 2013, yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan tempur Marinir.
Tonggak-tonggak penting program F-35 sepanjang 2012 :
  • Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengumumkan akhir masa percobaan untuk F-35B STOVL, hampir satu tahun lebih cepat dari target.
  • Dua F-35 internasional pertama dikirim ke Inggris.
  • Tiga F-35B STOVL pertama dikirim pada bulan November 2012, yang menandai dimulainya pelatihan operasional taktis di Marine Corps Air Station Yuma, Arizona.
  • Satuan 33 Fighter Wing di Pangkalan Udara Eglin, Florida, menyelesaikan Evaluasi Utitilitas Operasional (OUE) dan Pendidikan dan Pelatihan Komando Udara (AETC). Pejabat AS mengumumkan bahwa pangkalan ini siap untuk pelatihan pilot F-35 pada tahun 2013.
  • Norwegia memperoleh F-35 pertamanya, merupakan proyek terbesar dalam sejarah negara itu. Acara serah terima ini dihadiri langsung oleh Menteri Pertahanan Espen Barth Eide.
  • Luke AFB dipilih untuk F-35A AS dan pelatihan percontohan internasional. Pangkalan ini akan menerima 72 F-35A dalam tiga skuadron tempur.
  • Prestasi besar dari uji coba penerbangan termasuk penggunaan sistem senjata pertama F-35 CTOL dan STOVL, F-35A mencapai high-angle-of-attack dalam empat penerbangan, penerbangan malam yang pertama dan misi malam pengisian bahan bakar telah berhasil dilakukan kedua F-35 CTOL dan STOVL.
  • Program F-35 melampaui 5.000 jam terbang.
F-35 Lightning II adalah fighter (pejuang) Generasi 5, menggabungkan teknologi siluman modern dengan kecepatan dan kelincahan, informasi sensor yang sepenuhnya menyatu dalam satu sistem, network-enabled operations dan daya tahan yang tinggi. Lockheed Martin mengembangkan F-35 dengan mitra industri utamanya, Northrop Grumman dan BAE Systems. (FS)
 http://www.artileri.org/2013/01/medali-f-35-sepanjang-2012.html

Legenda Penerbangan : Supermarine Spitfire

Supermarine Spitfire pesawat tempur 1 kursi Inggris
Supermarine Spitfire adalah pesawat tempur satu-kursi Inggris yang digunakan Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force) dan banyak negara sekutu lainnya selama Perang Dunia II.
Supermarine Spitfire digunakan sebagai pejuang garis depan
Supermarine Spitfire terus digunakan sebagai pejuang garis depan dan dan untuk peran sekunder lainnya hingga tahun 1950.

Supermarine Spitfire diproduksi dalam jumlah yang banyak
Pesawat ini diproduksi dalam jumlah yang lebih banyak daripada pesawat Inggris lainnya dan sebagai satu-satunya pejuang Inggris yang di produksi terus-menerus setelah Perang Dunia II.

Kokpit Supermarine Spitfire
Supermarine Spitfire dirancang untuk melakukan misi jarak pendek, dan sebagai pesawat interceptor performa-tinggi dari R.J Mitchell, kepala desainer Supermarine Aviation Work (yang beroperasi sebagai anak perusahaan dari Vickers-Amstrong, 1928).
Supermarine Spitfire untuk melawan pesawat bomber musuh
Dimana kecepatan dipandang penting dalam melaksanakan misi untuk melawan pesawat bomber musuh, sayap elips cross-section dari Supermarine Spitfire membuatnya memiliki tingkat kecepatan yang lebih tinggi ketimbang pesawat kontemporer lainnya, termasuk pesawat Hawker Hurricane.
Supermarine Spitfire digunakan dalam Battle of Britain
Selama Battle of Britain (Juli-Oktober 1940), Spitfire dianggap oleh publik sebagai pejuang tangguh Royal Air Force, meskipun Hawker Hurricane yang lebih banyak mengambil porsi untuk melawan melawan Luftwaffe (pesawat bomber Jerman).

Supermarine Spitfire memiliki rasioi kemenangan tinggi dalam pertempuran
Supermarine Spitfire memiliki tingkat reduksi yang lebih rendah dan rasio kemenangan berbanding kerugian lebih tinggi dibandingkan Hawker Hurricane.
Supermarine Spitfire menjadi tulang punggung RAF
Setelah Battle of Britain, Supermarine Spitfire menjadi tulang punggung Komando Fighter RAF, dan telah menunjukkan aksinya di Eropa, Mediterania, Pasifik dan Asia Tenggara.

Supermarine Spitfire sebagai pesawat interceptor, latih dan berbasis kapal induk
Dicintai oleh banyak pilotnya, Supermarine Spitfire di desain dalam beberapa peran, termasuk interceptor, pengintai (foto), pembom tempur, pesawat latih dan berbasis kapal induk.
Supermarine Spitfire dibuat dalam berbagai varian dengan berbagai konfigurasi sayap
Dibuat dalam berbagai varian dengan menggunakan bermacam-macam konfigurasi bentuk sayap.

Supermarine Spitfire menggunakan mesin Rolls-Royce Griffon
Meskipun secara original badan pesawat dirancang untuk menggunakan mesin Rolls-Royce Merlin yang berkekuatan 1.030 hp, namun masih bisa beradaptasi untuk mesin Merlin yang lebih kuat dan yang terakhir adalah mesin Rolls-Royce Griffon dengan kekuatan 2.035 hp.

(All photos: All Over Press)
http://www.artileri.org/2013/01/legenda-penerbangan-supermarine-spitfire.html

Rabu, 27 Februari 2013

Skema Cat Baru Pesawat Tempur Rusia

Cat baru jet tempur Angkatan Udara Rusia

Mulai tahun 2013 ini, Angkatan Udara Rusia (RFAF) akan mulai menanggalkan warna kamuflase abu-abu pada pesawat tempurnya. Rusia akan menggunakan beberapa pola warna baru untuk pesawat tempurnya, Kantor Berita RIA Novosti mengutip sebuah sumber di Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Rabu akhir Desember lalu.
Sebelumnya, juga di hari yang sama, surat kabar kenamaan di Rusia "Izvestia" melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Sergei Shoigu telah mengkritisi pendahulunya Anatoly Serdyukov (Menhan sebelumnya) yang mengecat semua pesawat tempur hanya dengan menggunakan nuansa warna abu-abu. Dikatakannya, mulai 2013 berbagai warna akan digunakan tergantung pada medan di sekitar pangkalan udara.
Keputusan untuk menggunakan berbagai macam warna sesuai kebutuhan ini sebelumnya memang sudah diaplikasikan oleh Angkatan Udara Rusia. "Di masa lalu, pesawat angkatan udara Rusia dicat dengan warna yang berbeda-beda, tapi ketika Serdyukov menjabat menteri pertahanan, prosedur tersebut dihapuskan dan pesawat-pesawat mulai dicat dengan warna abu-abu," ujar seorang sumber di Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan kepada RIA Novosti.
Namun, Sergei Shoigu mengatakan bahwa tidak semua pesawat tempur akan dicat, hanya pesawat baru dan pesawat-pesawat yang sudah mengalami perbaikan besar. Pola warna atau jumlah pola yang akan digunakan masih menjadi rahasia ketat Departemen Pertahanan Rusia. Izvestia mengatakan, warna yang mungkin akan dipakai adalah hijau, sandy, biru tua dan putih.
Serdyukov mengadopsi skema warna pesawat sama dari Angkatan Udara Amerika (USAF) di tahun 1970, tujuannya untuk meniadakan kebutuhan pengecatan baru setiap kali pesawat tempur berubah pangkalan. Keputusan ini dibuat Serdyukov tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan para ahli atau persetujuan dari pusat penelitian di Departemen Pertahanan Rusia.
Pada 6 November lalu, Serdyukov dipecat oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sehubungan dengan dengan dugaan korupsi miliaran rubel dalam penjualan alat pertahanan. Sebelumnya Putin sempat ragu untuk mengumumkan pemecatan tersebut, mengingat Serdyukov adalah pendukung setianya selama bertahun-tahun.
Biaya untuk mengecat pesawat tempur Rusia ini diperkirakan akan mencapai 300.000 rubel (US$10.000) per pesawat dan setidaknya akan memakan waktu tiga sampai empat tahun untuk mengecat seluruh pesawat tempur Rusia.

Kredit foto : en.rian.ru
http://www.artileri.org/2013/01/skema-cat-baru-pesawat-tempur-rusia.html