Rabu, 19 Juni 2013

Pakistan Berhasil Uji Coba Rudal Balistik Hatf-V

Rudal Balistik Hatf-V

Komando Pasukan Strategis Angkatan Darat (ASFC) Pakistan telah berhasil menguji coba rudal balistik jarak menengah produksi  dalam negeri Hatf-V (Ghauri) pada akhir November lalu. Tes penembakan dilakukan di sebuah lokasi yang dirahasiakan Komando Rudal Strategis, yang uji coba ini ditujukan untuk mengecek kesiapan dari rudal balistik tersebut.
Dipantau oleh National Command Centre (NCC), dengan keberhasilan ini berarti menunjukkan semakin kuatnya kemampuan dan keamanan nasional Pakistan. Sebuah sistem persenjataan canggih dengan akurasi yang tinggi telah ditunjukkan oleh personel ASFC pada saat peluncuran.
Dikembangkan oleh Khan Research Laboratories (KRL) di bawah penelitian Program Pembangunan dan Penelitian Rudal Pakistan, Hatf-V adalah rudal balistik yang menggunakan bahan bakar cair, yang mampu membawa hulu ledak konvensional dan nuklir hingga 700 kg dengan jangkauan 1.300 km.
Diklaim sebagai kloning dari rudal Korea Utara Rodong-1, Ghauri telah diproduksi dalam dua varian, Ghauri-I dan Ghauri-II, yang memiliki jangkauan maksimum 2.000 km. Pakistan saat ini memiliki 30 sampai 70 hulu ledak nuklir, serta rudal balistik jarak pendek dan menengah.
http://www.artileri.org/2012/12/Pakistan-uji-coba-rudal-balistik-hatf-v.html

Rudal Balistik Antarbenua Topol-M

Rudal Balistik Antar Benua Topol-M
Topol-M (kode nama NATO:SS-27) adalah rudal balistik antarbenua (ICBM - intercontinental ballistic missile) yang saat ini berada dalam layanan pasukan Roket Strategis Rusia (RVSN). Topol-M dikembangkan oleh Institut Teknologi Termal Moskow (MITT) dan merupakan versi upgrade dari rudal Topol RS-12M.
Topol-M adalah ICBM pertama kali yang dikembangkan oleh Rusia setelah pecahnya Uni Soviet. Rudal ini diluncurkan dari silo bawah tanah -Silo=bangunan bawah tanah tempat peluru kendali-.
Sekitar 52 rudal Topol-M peluncuran silo (silo-based) dan 18 Topol-M bergerak (mobile) sudah melengkapi Angkatan Darat Rusia per Januari 2011. Sebanyak 450-500 rudal diharapkan akan dikerahkan antara 2015 dan 2020.
Pengembangan Topol-M

Pengembangan Topol-M digagas oleh MITT dan Biro Desain Yuzhnoye pada akhir tahun 1980-an. Namun, Yuzhnoye yang merupakan perusahaan Ukraina, menarik diri dari program, dan semua dokumentasi diambil oleh MITT pada tahun 1992, menyusul pembubaran Uni Soviet.
Pengembangan Topol-M dikonsolidasikan dan telah disetujui oleh pemerintah Rusia pada tahun 1993. Konsorsium dipimpin oleh produsen MITT dengan melibatkan sekitar 500 perusahaan Rusia. Perakitan akhir dibuat di Pabrik Mekanik Votkinsk.
Rudal Balistik Antar Benua Topol-M
Topol pertama diuji coba pada bulan Desember 1994. Resimen silo-based pertama dinyatakan operasional pada tahun 1998. Sistem rudal antarbenua ini secara resmi diterima ke dalam layanan pada bulan April 2000.
Tes pertama dari Topol-M peluncur mobile dilakukan pada bulan April 2004. Versi pertama dari Topol jenis ini diserahterimakan kepada Federasi Rusia pada tahun 1995.
Tiga unit Topol-M pertama peluncuran mobile memasuki layanan dengan unit rudal Rusia dan ditempatkan dekat kota Teykovo pada bulan Desember 2006. RS-24, varian multiwarhead dari rudal Topol-M, pertama kali diuji tembak dari situs peluncuran Utara pada Mei 2007. Sebuah varian rudal Topol yang mampu membawa beberapa hulu ledak independen.
Fitur ICBM Topol-M

Topol-M adalah ICBM solid-propelan tiga tahap. Membawa hulu ledak nuklir tunggal di bawah perjanjian pengawasan senjata AS-Rusia. Di desain dapat membawa hulu ledak MIRV. Kisaran jangkauan Topol-M adalah 11.000 km dengan kecepatan 17.400 km/jam.
Rudal ini diluncurkan dengan menggunakan booster khusus yang disebut PAD yang merupakan tahap pertama untuk menembak ke udara dengan mendorong rudal keluar dari wadah penyimpanan (kontainer). Motor ini dikembangkan oleh Soyuz Federal Centre for Dual-Use Technologies.
Rudal Balistik Antar Benua Topol-M
Topol-M dibimbing oleh sistem navigasi otonom digital inersia menggunakan receiver GLONASS onboard. Waktu pembakaran mesin diperpendek untuk menghindari deteksi selama fase dorongan oleh satelit surveilans peluncuran rudal di masa sekarang dan masa depan.
Topol-M dapat melakukan manuver untuk mengelak dari tembakan rudal pencegat (sistem rudal pertahanan udara). Lintasan balistik Topol-M yang datar menjadikan rudal anti-balistik (ABM) sulit mengintersepnya.
Rudal antarbenua ini juga terlindung dari radiasi, electromagnetic pulse (EMP) dan ledakan nuklir, dan mampu menahan tembakan dari senjata/teknologi laser.
Platform Peluncuran Topol-M

Terdapat sekitar sepuluh silo-based yang terisolasi di Rusia untuk meluncurkan rudal ini. Silo bawah tanah ini awalnya dikembangkan untuk rudal R-36M dan UR-100N. Elemen-elemen pada silo yang berharga mahal tetap digunakan seperti protective covers dan sistem kontrol dengan sedikit perubahan. Dari silo-based, Topol-M tetap memakai kontrol peluncuran dan sistem komunikasi yang sudah ada (untuk R-36M dan UR-100N).
Situs peluncuran bawah tanah ini terdiri dari bunker kontrol dan komando, keamanan, power supply dan sistem deteksi ledakan nuklir. Komplek peluncuran ini didesain dapat menahan serangan tinggi senjata-senjata konvensional.
Rudal Balistik Antar Benua Topol-M
Rudal Topol-M versi peluncuran mobile ditembakkan dari sebuah tabung peluncur transporter erektor (TEL) yang dipasang pada truk besar MZKT-79921, sebuah truk delapan poros yang dimodifikasi. TEL ini dikembangkan oleh Biro Desain Pusat Titan dan diproduksi di pabrik Barrikady.
Topol-M mobile dapat diluncurkan setiap saat, bahkan pada saat melalui medan yang buruk. Chassis-nya dengan jack untuk peluncuran. Dilengkapi Gas Onboard dan sistem hidrolik untuk tetap mempertahankan ketinggian kontainer peluncuran.
Karakteristik dan Spesifikasi

Tipe : Intercontinental ballistic missile
Asal : Rusia
Pengembang : Moscow Institute of Technology Thermal (MITT)
Operator : Angkatan Darat Rusia
Panjang : 22,7 m
Diameter : 1,9 m
Kecepatan : 17.400 km /jam
Jangkauan : 11.000 km
Kredit foto 1, 3, 4: ru:????????:Goodvint
Kredit foto 2:  Vitaliy Ragulin
http://www.artileri.org/2012/12/rudal-balistik-antarbenua-topol-m.html

India Beli Rudal Rusia Seharga $ 1,5 Miliar

T-90 Bhisma India
Tank T-90 Bhisma India (Foto:Cell105/Flickr user)

Pemerintah India menyetujui kesepakatan untuk membeli 200 rudal jelajah supersonik BrahMos (buatan Rusia-India) sebuah varian rudal peluncuran dari udara dan 10.000 rudal anti-tank Invar buatan Rusia dengan total biaya AS $ 1,5 miliar. Komite Kabinet India yang membidangi masalah kemanan menyetujui permintaan dari Angkatan Udara India untuk membeli rudal yang nantinya akan dilengkapkan pada Sukhoi Su-30MKI. Rudal BrahMos ini telah melewati uji coba peluncuran melalui udara pada Desember tahun lalu.
Sejumlah 10.000 rudal anti-tank Invar untuk tank T-90 India diperoleh dari produsen pertahanan Rusia, namun kedepannya 15.000 rudal Invar akan diproduksi sendiri oleh India di bawah lisensi Rusia. Rudal Invar, senjata yang dipandu dengan laser ditembakkan dari laras tank T-90, didasarkan pada rudal 9M119M Rusia (kode NATO AT-11 Sniper).
http://www.artileri.org/2012/11/india-beli-rudal-rusia-seharga-15-miliar.html

Sistem Rudal Patriot

MIM-14 Patriot adalah sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) yang digunakan oleh Angkatan Darat AS dan beberapa negara sekutunya. Patriot diproduksi oleh Raytheon Company dari Amerika Serikat, dan namanya diambil dari nama komponen Radar dari sistem rudal ini. AN/MPQ-53 yang merupakan jantung dari sistem rudal ini dikenal sebagai "Phased Array Tracking Radar to Intercept On Target" atau disingkat menjadi PATRIOT.

Sistem Patriot menggantikan sistem rudal Nike Hercules sebagai sistem Medium Air Defense (HIMAD) Angkatan Darat, dan juga menggantikan MIM-23 Hawk System sebagai sistem pertahanan udara taktis menengah Angkatan Darat AS.

Selain menjalankan peran tersebut, sistem rudal Patriot juga diberikan fungsi sebagai sistem anti-rudal balistik Angkatan Darat AS (ABM), yang kini menjadi misi utama Patriot.

Patriot menggunakan rudal pencegat udara canggih dan radar dengan kinerja tinggi. Patriot dikembangkan di Redstone Arsenal di Huntsville, Alabama, yang sebelumnya mengembangkan sistem Safeguard ABM dan komponennya yaitu rudal Spartan dan Sprint. Simbol untuk Patriot adalah gambar dari Minuteman era Perang Revolusi.
Sistem Rudal Patriot

Sistem Rudal Patriot

Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem rudal Patriot telah dijual ke Taiwan, Mesir, Jerman, Yunani, Israel, Jepang, Kuwait, Belanda, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania dan Spanyol. Pada tanggal 4 Desember 2012, NATO juga menyetujui untuk penempatan peluncur rudal Patriot di Turki guna melindungi negara itu dari rudal yang ditembakkan dari tetangganya Suriah yang saat ini sedang berlangsung perang sipil.
Kredit foto: AP via Pravda.ru
http://www.artileri.org/2012/12/sistem-rudal-patriot.html

Minggu, 16 Juni 2013

Bom Terbang dengan Remote Kontrol dari Textron

Textron Defense Systems kini memiliki pesawat terbang baru yang dirancang untuk meledak ketika berada di posisi musuh.

The compact BattleHawk Squad Level Loitering Munition, sebut saja namanya BattleHawk, dipersenjatai dengan muatan tinggi fragmentasi 40mm. Memiliki kamera video di moncongnya, sehingga infanteri dapat mengendalikan pesawat ini dari tempat tersembunyi untuk menyerang musuh yang tersembunyi pula.
Battlehawk
Bom UAV Textron "BattleHawk"

BattleHawk memiliki berat sekitar lima pound. Diluncurkan dengan cara dimasukkan ke dalam sebuah tabung khusus. Pegas akan mendorong pesawat ini ke udara dan motor listrik menggerakkan baling-baling kecil di bagian belakang.

"Once it's launched, it's armed," Mick Guthals, direktur dari Business Strategy & Capture di Textron, ketika menampilkan BattleHawk pada konferensi tahunan Asosiasi Angkatan Udara di Washington DC, 17-19 September.

Menggunakan remote kontrol kecil, pasukan darat bisa menerbangkan BattleHawk dengan kecepatan hingga 60 mil per jam selama kurang lebih 30 menit. BattleHawk dirancang untuk menyerang musuh yang tersembunyi dan kendaraan-kendaraan kamuflase, kata petinggi Textron tersebut.

Sejauh ini, BattleHawk telah menjadi proyek rumahan di Textron dan tampaknya komando unit khusus AS menaruh minat besar pada pesawat ini. Textron berharap dapat segera memasarkannya ke unit infanteri Angkatan Darat AS.

Petinggi Textron belum berbicara mengenai harga BattleHawk ini, tetapi hanya mengatakan bahwa "jelas butuh biaya yang lebih dibandingkan dengan sebuah drone tak berawak dalam ukuran yang sama."
http://www.artileri.org/2012/09/bom-terbang-dengan-remote-kontrol-textron.html