Senin, 03 Maret 2014

Kapal Perang China Tinggalkan Samudera Hindia, Ada Apa Ya???

BeijingArmada laut China telah rampung menyelesaikan latihan militer di Samudera Hindia. Tiga kapal dari skuadron armada laut tersebut, seperti dilansir stasiun televisi China CCTV, telah berlayar ke kawasan perairan Pasifik barat.


Satu dari tiga kapal itu adalah kapal amfibi terbesar yang dimiliki China, Changbaishan serta dua pasang kapal penghancur. Changbaishan adalah kapal perang terbaru China yang memiliki kemampuan mengirim Helikopter dan menjadi tempat mendarat pesawat.

CCTV memberitakan armada laut tersebut tiba di Samudera Hindia pada 29 Januari dan melakukan serangkaian latihan antipembajakan, penyelamatan (SAR), dan perbaikan kerusakan.

CCTV menyiarkan skuadron kapal China tersebut berlayar melewati Selat Lombok dari Samudera Hindia sebelum menuju utara ke arah Filipina menuju Laut China Selatan. Laut China Selatan menyimpan risiko sengketa teritorial antara China dan lima negara lain di kawasan seperti Filipina, Vietnam, Brunei, Malaysia, dan Taiwan. China juga sedang bersengketa perbatasan dengan Jepang di perairan Laut China Timur.

Ada juga kemungkinan pelatihan di Samudera Hindia itu merupakan upaya tantangan China terhadap India. Sama halnya seperti China, India pun sedang mengembangkan armada laut dengan pesat. Agustus tahun lalu India juga telah meluncurkan kapal induk buatan dalam negeri pertamanya, INS Vikrant.

China dituding kerap memprovokasi negara-negara yang bersengketa dengannya mengenai perbatasan teritorial dengan mengirim armada kapal perang. Pada 27 Januari lalu, tiga kapal perang China berlayar di dekat beting James--wilayah perairan di Laut China Selatan--yang menjadi sengketa Malaysia. China menyebut beting James dengan istilah gugusan karang Zengmu. Tiga kapal perang itu berlayar sekitar 80 km dari Sarawak.

Pada tahun lalu, setidaknya ada 4 kali provokasi armada kapal China yang memprovokasi dan menerobos ke wilayah perairan yang disengketakan dengan Malaysia.(AP/Bernama/Kid)
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/2014/02/kapal-perang-china-tinggalkan-samudera.html

MiG, terminator udara karya Mikoyan

Artyom Ivanovich Mikoyan, perancang pesawat tempur Soviet yang terkenal, merancang pesawat tempur yang telah memecahkan 55 rekor dunia. Berikut ini kami sajikan lima rancangan pesawat tempur paling menarik Mikoyan yang diproduksi oleh Biro Desain Eksperimental MiG.

Pesawat kelas dunia
MiG-9 adalah pesawat tempur pertama yang dimiliki Soviet. Ketika itu para pilot masih takut menerbangkan pesawat tanpa baling-baling dan mekanik belum memiliki pengalaman menangangi mesin jet.Berbekal pengalamannya merancang pesawat itu, Biro Desain Mikoyan Guryevich membangun MiG-15, salah satu pesawat tempur terbaik di zamannya.
Masa kejayaan armada MiG adalah ketika pecah Perang Korea. Militer AS sangat terkejut melihat betapa mudahnya MiG-15 mengenyahkan F-80 yang lamban dan menjatuhkan pesawat-pesawat pembom. 
Untuk menandinginya, AS mengirimkan F-88 Sabre. Ini merupakan tipe pesawat tempur yang baru saja selesai diproduksi dan langsung dikirim bertempur. 
Sebagai komandan skuadron, Sergey Kramarenko yang mencatatkan 13 kemenangan di Korea menjelaskan, “Sangat sering akhir suatu duel ditentukan oleh serangan pertama. MiG dapat bergerak cepat ke atas setelah melakukan serangan, sedangkan ‘Sabre’ cenderung sebaliknya, merendah ke tanah. Masing-masing berusaha menggunakan karakteristik tempur terbaik pesawatnya, jadi pilot Amerika terbang rendah.”
MiG-15. Kredit: RIA Novosti
Sampai saat ini MiG-15 adalah pesawat tempur jet yang paling banyak diproduksi di dunia. Selain Uni Soviet, pesawat ini juga diproduksi dengan linsensi di Polandia, Cekoslowakia, dan China. Total ada lebih dari 15 ribu unit pesawat ini telah diproduksi dan pesawat tempur ini digunakan oleh lebih dari 40 negara selama setengah abad lebih.
Phantom si penghancur 
MiG-19 ada di balik sebagian besar kemenangan pertempuran udara dalam Perang Vietnam dan konflik India-Pakistan. 
MiG-19. Kredit: RIA Novosti
MiG-19 buatan China yang dikenal dengan nama J-6, dan diterbangkan pilot lokal menembak jatuh pesawat-pesawat Phantom milik AS. Di Kashmir pesawat ini menghancurkan Su-7 yang diterbangkan AU India. 
Pesawat tempur ini dipersenjatai senapan 3 x 30 mm dipadukan dengan kemampuan bermanuver yang hebat dan laju naik yang baik. Banyak pilot memuji kehandalan dan kelincahannya.
Uni Soviet menggunakan MiG-19 untuk mencegat pesawat penyusup di perbatasannya. Pada 1960, pesawat ini menembak jatuh sebuah pesawat pengintai jarak jauh RB-47 AS di Kawasan Kutub. Beberapa pesawat lain AU AS dihancurkan di langit Republik Demokratis Jerman, bersama sejumlah aerostat pengintai.
‘Balalayka’ yang mematikan 
Karya sukses Mikoyan berikutnya adalah MiG-21, pesawat tempur supersonik paling banyak populasinya di dunia. Seri pesawat ini yang mulai dibuat lebih dari separuh abad lalu, hingga kini masih diproduksi di China. 
MiG-21. Kredit: Vladimir Perventsev/RIA Novosti
Salah satu fitur yang menonjol dari pesawat ini adalah biaya produksinya yang rendah. Untuk versi ekspor biaya produksinya memakan kurang dari sebuah BMP-1 (Boyevaya Mashina Pekhoty – Pengangkut Personel Bersenjata).
Di negara-negara NATO, MiG-21 diberi julukan aneh ‘fishbed’ (sebuah lapisan geologis yang kaya dengan sisa fosil ikan). Pilot Soviet menyebut pesawat ini ‘balalaika’ karena sayapnya yang berbentuk segitiga.
Seperti para pendahulunya, MiG-21 terbukti sukses dalam perang Vietnam. Badannya yang kecil membuat pesawat tempur ini gesit dan lincah bermanuver. Armada pesawat generasi baru Phantom AS sampai harus kembangkan taktik khusus untuk menghadapinya.  Namun pilot Vietnam yang terapkan taktik Soviet: setelah menarik sasaran dari tanah, mereka memosisikan pesawat di belakang dan di bawah pesawat Amerika yang menyerang dengan peluru kendali, tetap unggul.
Mata yang awas
Pesawat serangan darat MiG-27 dijuluki ‘balkon dengan pemandangan medan perang’ sebagai pengakuan atas luasnya ruang pandang kokpit. Namun pada kenyataannya malah pesawat interseptor MiG-31 yang menjadi pesawat dengan tingkat keawasan tinggi. 
MiG-27. Kredit: RIA Novosti
MiG-31 menjadi yang pertama di dunia yang menggunakan sistem radar berfase. Sistem ini memungkinkannya mengidentifikasi pesawat sasaran (termasuk sasaran dengan ketampakan rendah) pada jarak 320 km.
Perangkat elektronik onboard-nya dapat melacak 24 sasaran sekaligus, mengikuti 10 di antaranya dan memilih 4 paling penting untuk ditembak dengan misil ‘udara ke udara’ jarak jauh. Empat MiG-31 mampu mengontrol ruang udara dengan sebuah garis depan sepanjang 800-900 km.
Gesit dan lincah
MiG-29 modifikasi adalah pesawat tempur utama di AU Rusia. Pesawat ini sekaligus berfungsi sebagai laboratorium terbang untuk menguji teknologi baru. 
MiG-29. Kredit: AFP/East News
Mesinnya menggunakan thrust vectoring, yang memberikan kemudahan manuver yang tinggi. Para pilot menyebut MiG-29 pertama ‘pesawathoming beacon’ karena dapat menampung cukup bahan bakar untuk terbang mengelilingi lapangan terbangnya sendiri. 
Sekarang modifikasi SMT telah dibekali dengan perangkat elektronik on board mutakhir, dan tangki bahan bakar tambahan serta peralatan pengisian ulang bahan bakar di udara.
Pesawat tempur masa depan
Desain prototipe pesawat tempur 1.44 generasi kelima sebenarnya akan diberi nama MiG-35 MFI (Mnogofunktsionalniy Frontovoy Istrebitel – Pesawat Tempur Taktis Multiguna). Pesawat ini akan dibekali mesin thrust vectoring dan teknologi siluman.
MiG-35. Kredit: Sergei Mikheev
Tapi, pada 2002 pemerintah Rusia mengeluarkan peraturan mengenai pembuatan PAK FA (Peredniy Aviatsionniy Kompleks Frontovoy Aviatsii – Kompleks Pesawat Terbang Prospektif untuk Aviasi Garis Depan), yang mengakhiri pengembangan 1.44. Satu-satunya prototipe yang layak terbang, yang mengudara pada 29 Februari 2000, saat ini disimpan di Lembaga Riset Penerbangan Gromov di Zhukovkiy.
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/2014/02/mig-terminator-udara-karya-mikoyan.html

Inilah Kapal Selam Serang Nuklir Baru Rusia


Rodvinsk, kapal selam serang nuklir kebanggaan Angkatan Laut Rusia adalah kapal selam pertama dari kelas Yasen yang dibuat setelah era Uni Soviet. Kapal selam ini mulai dioperasikan Angkatan Laut Rusia pada Desember 2013 lalu.

Severodvinsk akan menggantikan kapal selam lama Angkatan Laut Rusia dari kelas Akula dan Alfa. Tapi tidak seperti kelas Yasen sebelumnya, Severodvinsk dilengkapi dengan rudal jelajah baru dan memiliki kemampuan senjata nuklir taktis dan strategis.


Kapal selam Severodvinsk
(Kredit: Sevmash.ru)

Dari laman Barents Observer yang melaporkan soal keberhasilan Severodvinsk menguji tembak rudal jelajah Caliber berkemampuan nuklir pada tahun 2012, mengatakan: "Rudal supersonik baru telah mengenai target. Rudal Caliber memiliki jangkauan lebih dari 2.500 kilometer. Dengan kisaran tersebut, rudal Caliber dapat dikategorikan sebagai senjata strategis apabila dilengkapi dengan hulu ledak nuklir."

Sedangkan rudal jelajah lain yang dimiliki kapal selama ini diyakini memiliki jangkauan yang lebih jauh, kemungkinan sekitar 5.000 kilometer, menurut sebuah infographic yang diterbitkan oleh RIA Novosti.


Infographic kapal selam Severodvinsk
(Klik gambar untuk memperbesar)
K-239 Severodvinsk sebenarnya sudah mulai dibangun pada tahun 1993. Namun terjadi penundaan akibat kekurangan dana karena jatuhnya Uni Soviet. Kapal seharusnya sudah dioperasikan pada tahun 1998 namun kenyataannya baru selesai pada 15 Juni 2010. Setelah tiga tahun fase uji coba, akhirnya kapal ini benar-benar dioperasikan Angkatan Laut Rusia mulai Desember 2013. Bahkan Severodvinsk saat ini mungkin sudah berlayar di laut Mediterania (latihan bersama dengan China). Sampai tahun 2015, Angkatan Laut Rusia berencana untuk memiliki dua kapal selam kelas Yasen.
 http://militaryanalysisonline.blogspot.com/2014/01/inilah-kapal-selam-serang-nuklir-baru.html

Kapal Induk Thailand HTMS Chakri Naruebet

HTMS Chakri Naruebet, kapal induk pertama dan satu-satunya milik Thailand dibangun oleh galangan kapal Izar Spanyol (sebelumya EN Bazan) untuk Angkatan Laut Kerajaan Thailand (Royal Thai Navy / RTN). Pada bulan Februari 2005, galangan kapal Izar kembali berubah nama menjadi Navantia.
Berdasarkan kontrak yang ditandatangani Spanyol dan Thailand pada Juli 1992, kapal induk Chakri Naruebet dibuat di galangan kapal Navantia El Ferrol di Spanyol dan ditugaskan untuk Angkatan Laut Thailand pada Maret 1997. Dengan desain yang mirip dengan kapal induk SpanyolPrincipe de Asturias, kapal induk ini dilengkapi dengan dek "ski jump" 12 derajat guna memungkinkan pesawat tempur sejenis Harrier lepas landas.
Fungsi utama kapal induk Thailand ini adalah pengawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan misi perlindungan, pencarian dan penyelamatan, tetapi dapat juga digunakan sebagai komando dan kontrol dan dukungan udara untuk armada kapal perang.

Desain

Kapal induk ini dilengkapi dengan enam pesawat Matador AV-8S (Harrier) bekas Spanyol yang bisa mendarat dan lepas landas pada jarak pendek (STOVL). Pada tahun 1999, hanya 1 Matador yang bisa beroperasi dan pada tahun 2006 armada Matador resmi dinonaktifkan. Kapal ini juga dilengkapi enam helikopter multi-misi Sikorsky S-70B Seahawk, yang didesain untuk peran anti-kapal selam.
Dimensi dek penerbangan adalah 174,6 x 27,5 meter, yang berujung pada ski jump 12 derajat, dapat mengakomodasi lima helikopter yang mendarat dan lepas landas secara simultan, dan bisa menampung sepuluh helikopter medium atau pesawat seukuran Harrier.
Kecepatan maksimumnya adalah 26 knot, dengan kecepatan jelajah 16 knot. Jangkauan diperkirakan sejauh 10.000 nm pada kecepatan 12 knot. Telah dilengkapi dengan dua spade rudder (kemudi sekop) dan empat stabilisator lambung.
HTMS Chakri Naruebet dan USS Kitty Hawk
Aerial view dari HTMS Chakri Naruebet (atas) dan kapal induk AS USS Kitty Hawk di Laut Cina Selatan, 3 April 2001
Sistem Komando dan Kontrol

Sistem komando dan kontrol HTMS Chakri Naruebet terdiri dari satu pusat informasi tempur dengan tujuh konsol Inisel dan konsol tambahan. Sistem tempur adalah Lowboy AN/UYK-43C dengan integrasi sistem senjata yang dilakukan oleh FABA, Spanyol.

Persenjataan

Kapal induk ini sudah didesain untuk bisa menggunakan rudal permukaan ke udara Seasparrow. Rudal Seasparrow menggunakan bimbingan radar semi-aktif, memiliki jangkauan 14 km dan kecepatan mach 2,5. Memiliki 3 peluncur Sadral enam sel MBDA untuk rudal Mistral. Mistral adalah rudal anti-pesawat jarak pendek yang mampu mengintersep rudal yang datang. Rudal Mistral ini dilengkapi dengan homing head yang dipasok oleh SAGEM dan memuat 3 kg hulu ledak tinggi yang sarat dengan bola tungsten. Rentangnya 4 km.
Sensor

HTMS Chakri Naruebet dilengkapi dengan radar jarak menengah Raytheon AN/SPS-52C 3-D, beroperasi di band E/F, radar kontrol helikopter dan navigasi Kelvin Hughes, radar navigasi Kelvin Hughes I-band, sistem navigasi satelit MX 1105 Transit/GPS Omega dan sistem URN 25 Tacan. Tidak dilengkapi dengan radar pencarian permukaan Raytheon AN/SPS-64 I-band dan radar kontrol tembak Thales Nederland (fomerly Signaal) STIR I/J/K-band.
HTMS Chakri Naruebet
Matador AV-8S (Harrier) di HTMS Chakri Naruebet, dekat pantai Thailand, 3 April 2001
Tenaga Penggerak (Propulsi)

Sistem propulsi kapal induk ini menggunakan sistem kombinasi diesel dan gas turbin (CODOG) yang terdiri dari dua pasang turbin gas GE LM-2500 yang setara dengan 44.250 hp dengan power turbin speed 3.600 rpm dan mesin diesel Izar-MTU 16V1163 TB83, masing-masing dengan daya output 6.437 hp pada 1.200 rpm, yang akan mendorong dua variabel baling-baling lima bilah (pisau).
HTMS Chakri Naruebet telah digunakan pada beberapa operasi bantuan bencana, termasuk pasca gempa bumi dan tsunami Samudera Hindia 2004. Di luar tugas bantuan bencana, kapal induk ini berangkat dari markasnya selama satu hari setiap bulan untuk latihan, dan juga sebagai transportasi keluarga kerajaan Thailand, yang akhirnya menimbulkan sindiran bahwa itu bukan kapal induk, melainkan sebuah yacht besar untuk keluarga kerajaan.
 http://militaryanalysisonline.blogspot.com/2014/01/kapal-induk-thailand-htms-chakri.html

Selasa, 25 Februari 2014

Rusia Hadiahi TNI 37 Tank Amfibi


SITUBONDO -- TNI memperoleh tambahan 37 Tank Amfibi jenis BMP-3F dari Pemerintah Rusia. Kini Marinir TNI AL memiliki 54 unit tank terbaru produksi Negara Beruang Merah tersebut.


Penyerahan itu dipimpin Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro di area titik tinjau T12 Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Korps Marinir TNI AL di Asem Bagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin (27/1).

Selesai upacara penyerahan, Purnomo, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, dan Kasal Laksamana TNI Marsetio, menyaksikan uji coba dan uji coba penembakan tank dan sejumlah persenjataan lain milik Marinir TNI AL.

Penyerahan tersebut juga dihadiri Dubes Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin; Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Djauhari Oratmangun; dan Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq. Pada 11 Desember 2010, TNI juga menerima 17 unit tank tipe serupa dari Kemenhan RI.
http://militaryanalysisonline.blogspot.com/2014/01/rusia-hadiahi-tni-37-tank-amfibi.html