Selasa, 29 Maret 2016

Susah dan Senang Pengalaman kerja di Kapal Pesiar

Bekerja di kapal pesiar mungkin akan menjadi pengalaman yang sangat berharga dan mengesankan hidup anda.

  • Bekerja dalam jumlah jam kerja yang sangat padat (se..hari rata-rata 11 sampai 14 jam selama 7 hari seminggu tanpa ada libur hingga kontrak anda berakhir).
  • Kamu bekerja bersama orang-orang yang beda negara ( different nationality), beda bahasa (different languages), beda kebudayaan ( different culture), dan tentu saja beda kepribadian (different personality).
  • Kamu bisa berkeliling dunia dan menjumpai tempat-tempat baru yang mungkin tidak pernah anda bayangkan selama ini dalam hidup anda, walaupun anda akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja di dalam kapal. Anda akan betemu dengan orang-orang dari berbagai negara di dunia.
Bagi sobat yang baru mulai kerja di kapal pesiar (new entry), persiapkan fisik anda sebelum berangkat. Banyak-banyak berolah-raga, cukup nutrisi, dan vitamin dan juga banyak minum air putih. Sehingga nantinya kamu sudah terbiasa dengan aktivitas kerja di kapal pesiar yang sangat berat dan tanpa henti.
Tapi jangan khawatir di kapal pesiar tidak melulu cuma kerja-kerja, setelah jam kerja anda berakhir banyak sekali kegiatan yang bisa anda lakukan karena di setiap kapal pesiar menyediakan fasilitas-fasilitas untuk para awaknya meluangkan waktu istirahat mereka.
Jika anda suka dugem atau pesta anda bisa ke crew bar meluangkan waktu bersama teman-teman anda, jika anda hobi berenang anda bisa pergi ke kolam renang yang disediakan khusus untuk crew atau pun jika anda hobi berolahraga anda bisa pergi ke crew gym dan masih banyak lagi fasilitas lainnya untuk para crew.

Pengalaman Kerja di Kapal Pesiar 

pengalaman kerja kapal pesiar
Selama anda hidup di kapal pesiar anda akan berbagi cabin dengan orang lain, biasanya 1 cabin ditempati 2 orang ada juga yang sampai 4 orang, tapi jika jabatan anda tinggi maka anda akan mendapatkan cabin sendiri tanpa harus berbagi dengan orang lain. Ada baiknya jika anda mencari teman satu cabin yang berasal dari Indonesia juga sehingga anda tidak akan merasa kesepian.
Ingatlah untuk selalu menghargai teman satu cabin anda. Bersosialisasilah dengan semua orang, semakin banyak teman maka anda akan merasa lebih nyaman hidup di kapal pesiar.
Jika anda pertama kali bekerja di kapal pesiar anda pasti akan merasakan homesick, itu hal yang wajar dan dirasakan oleh semua orang yang sudah atau pun pernah bekerja di kapal pesiar. Anda pasti akan merasa rindu dengan teman-teman, pacar, istri atau pun keluarga begitu juga sebaliknya mereka pasti juga merindukan anda. Untuk mengatasi masalah itu anda bisa kontak mereka melalui telpon atau pun social network. Seiring waktu masalah homesick pasti teratasi, jadi jangan anda berhenti bekerja di tengah jalan hanya gara-gara masalah itu. Jangan sia-siakan kesempatan emas yang sudah anda peroleh. Luangkanlah waktu anda untuk jalan-jalan saat kapal bersandar, nikmati hidup anda selama bekerja di kapal pesiar, tapi ingat jangan hambur-hamburkan uang anda. Jika anda rindu Indonesia carilah rumah makan yang menyediakan menu masakan Indonesia, santaplah makanan disana untuk mengobati rasa rindu anda.
 Anda juga bisa mengabadikan kenangan hidup anda dengan berfoto-foto di tempat-tempat menarik yang anda singgahi lalu anda bisa upload ke Facebook atau pun sosial media yang lainnya. Hal-hal seperti itu akan membuat anda merasa betah bekerja di kapal pesiar. Crew Drill atau pelatihan keselamatan bagi crew di atas kapal akan sering anda jumpai saat bekerja di kapal pesiar.
Pelatihan ini adalah wajib bagi seluruh crew, dan sangat penting dan bermanfaat di saat ada keadaan darurat di kapal. Ikuti dengan serius pelatihan ini walupun pada kenyataanya akan membosankan.
Setiap perusahaan kapal pesiar wajib memberikan pelatihan ini kepada semua awak kapalnya tanpa terkecuali. Hidup di atas kapal pesiar itu banyak suka dukanya dan setiap crew merasakan hal yang berbeda-beda. Selama anda menikmatinya maka bisa dikatankan hidup dan bekrja di atas kapal pesiar sangat menyenangkan. Banyak juga godaan hidup di kapal pesiar dan anda perlu juga mewaspadainya, apa saja itu anda bisa baca di postingan berikutnya.


Sumber :  http://dikapalpesiar.blogspot.co.id

Sabtu, 26 Maret 2016

Warga Indonesia Kini Bisa Wisata Pakai Kapal Pesiar Asing

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 121 Tahun 2015 tentang pemberian kemudahan bagi wisatawan dengan menggunakan kapal pesiar (cruiseship) berbendera asing.

Dalam peraturan tersebut dijeskan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Bobby M Mamahit, setidaknya ditetapkan ada lima pelabuhan yang dapat dijadikan embarkasi kapal pesiar yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Makassar dan Pelabuhan Benoa Bali.

Dengan adanya pembukaan pelabuhan tersebut dikatakan Bobby maka mulai saat ini masyarakat Indonesia bisa naik dan turun menikmati fasilitas pelayaran kapal pesiar dari dalam negeri.

"Selama ini masyarakat kita kalau naik harus dari Singapura. Padahal ada sebenarnya di Pelabuhan Benoa tapi itu hanya untuk para turis, yang naik turun cuma wisatawan asing, orang Indonesianya tidak ada," kata Bobby di kantornya, Rabu (30/9/2015).

Bukan tanpa alasan pemerintah menunjuk lima pelabuhan tersebut sebagai pelabuhan yang bisa melakukan naik turun penumpang khusus untuk kapal pesiar. Bobby menganggap fasilitas dan kapasitas pelabuhan tersebut yang saat ini dianggap paling mumpuni.

Adapun tujuan dari dibukanya kemudahan untuk menggunakan kapal pesiar ini untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia. Selain itu diharapkan dapat memicu bisnis wisata kapal pesiar di Indonesia yang selama ini masih sangat terbatas.

"Ke lima ini yang bisa naik turun penumpang, tapi kalau cruise hanya bersandar‎ di mana saja boleh, Raja Ampat boleh, Pulau Komodo boleh, bebas," tegas dia.

Untuk mendukung hal ini pihaknya mewajibkan penyelenggara pelabuhan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap kelancaran embarkasi dan atau debarkasi wisatawan kapal pesiar berbendera asing.

Pengawasan itu dilakukan dengan harus adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang embarkasi dan atau debarkasi wisatawan dengan menggunakan cruise. "Standar itu ya dalam pelayanan, kita perbaiki pelayanan di terminal pelabuhannya," tutup Bobby. (Yas/Ndw)

1.000 Kapal Pesiar Bakal Mondar-mandir di Laut Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 121 tentang pemberian kemudahan bagi wisatawan dengan menggunakan kapal pesiar (cruise ship) berbendera asing.

Aturan tersebut‎ direspons sangat positif oleh Menteri Pariwisata Arif Yahya. Dengan aturan itu, kedatangan turis asing akan semakin meningkat hingga akhir tahun nanti yang ditargetkan‎ mencapai 10 juta wisatawan mancanegara (wisman).

"Dengan adanya itu, proyeksi kita tentang peningkatan kunjungan cruise hingga akhir tahun ini mencapai 1.000 kapal, dari tahun sebelumnya itu hanya 400 kapal," kata Arif di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

‎Arif menjelaskan dengan adanya 1.000 kapal pesiar masuk ke Indonesia, maka negara akan mendapatkan tambahan devisa mencapai US$ 300 juta. Ia mengharapkan, kunjungan kapal-kapal pesiar ke Indonesia setiap tahun akan lebih banyak.

Seperti diketahui, dalam peraturan tersebut‎ pemerintah memperbolehkan kapal-kapal pesiar berbendera asing untuk berhenti dan melakukan aktivitas naik-turun penumpang (embarkasi) di lima pelabuhan di Indonesia dari sebelumnya hanya di Pelabuhan Tanjung Benoa, Bali.

‎Adapun lima pelabuhan yang dapat dijadikan embarkasi kapal pesiar, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Benoa Bali.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby Mamahit menjelaskan bukan tanpa alasan pemerintah menunjuk lima pelabuhan tersebut sebagai pelabuhan yang bisa melakukan naik turun penumpang khusus untuk kapal pesiar. Bobby menganggap fasilitas dan kapasitas pelabuhan tersebut yang saat ini dianggap paling mumpuni.

‎"Selama ini masyarakat kita kalau naik harus dari Singapura. Padahal ada sebenarnya di Pelabuhan Benoa tapi itu hanya untuk para turis, yang naik turun cuma wisatawan asing, orang Indonesianya tidak ada," kata Bobby.

‎Tidak hanya untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia, peraturan itu diharapkan dapat memicu bisnis wisata kapal pesiar di Indonesia yang selama ini masih sangat terbatas.

"Kelima ini yang bisa naik turun penumpang, tapi kalau cruise hanya bersandar‎ di mana saja boleh, Raja Ampat boleh, Pulau Komodo boleh, bebas," tegas dia.

Untuk mendukung hal ini pihaknya mewajibkan penyelenggara pelabuhan untuk mengawasi dan mengendalikan kelancaran embarkasi dan atau debarkasi wisatawan kapal pesiar berbendera asing.

Pengawasan itu dilakukan dengan harus adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang embarkasi dan atau debarkasi wisatawan dengan menggunakan cruise. "Standar itu ya dalam pelayanan, kita perbaiki pelayanan di terminal pelabuhannya," tutup Bobby.‎ (Yas/Ndw)*

Selasa, 22 Maret 2016

Jelajah Indonesia dengan Kapal Pesiar Salila

Berwisata gaya baru di atas kapal pesiar eksklusif sambil menelusuri destinasi eksotis Nusantara

Bagi sebagian orang, liburan pesiar masih termasuk gaya berwisata yang belum banyak dimengerti. Kebanyakan beranggapan bahwa liburan berpesiar cenderung monoton dan membosankan, dengan sajian hiburan yang terbatas. Asumsi ini jelas tidak seluruhnya benar. Di tengah ritme kehidupan metropolitan abad 21, jumlah orang yang mendambakan hari-hari hening bebas stres kian meningkat. Definisi kemewahan tidak lagi cukup dengan kehadiran fasilitas berbintang, melainkan juga adanya opsi personal yang mengutamakan individualisme.
Dengan berpesiar, lupakan hiruk pikuk bandar udara yang melelahkan, dan larikan diri ke tempat dimana waktu seakan berhenti untuk Anda. Beberapa opsi independen menawarkan pengalaman berpesiar otentik, seperti Salila contohnya.
Dengan panjang 56 meter dan tinggi 9 meter, Salila merupakan kapal konversi yang ditansformasi total sebagai kapal pesiar private charter bagi para petualang yang ingin merasakan pengalaman berwisata yang eksotis tanpa mengorbankan kenyamanan. Saat ini Salila menawarkan tiga rute menuju beberapa destinasi terindah di Indonesia: Pulau Komodo, Nusa Tenggara dan Raja Ampat. Dengan kapasitas maksimal 20 tamu, Anda bisa merancang agenda bersama keluarga atau kerabat terdekat. Durasi perjalanan dan aktivitas  sehari-harinya seluruhnya dibebaskan kepada Anda. Apabila Anda ingin beristirahat pendek,  paket Pulau Komodo 3 hari 2 malam merupakan opsi yang dapat dipertimbangkan. Kalau Anda memiliki waktu lebih, perjalanan 7 hari 6 malam ke Raja Ampat mungkin akan lebih memuaskan.
Dirancang oleh Tonny Sadha, Salila mengedepankan desain interior kontemporer bergaya tropis yang elegan. Elemen-elemen natural seperti kayu yang ditemani palet warna netral terlihat mendominasi. Area lobby yang terletak di tengah ruangan merupakan ruangan komunal dengan deretan sofa nyaman yang mengelilingi TV flat screen. Di tengah ruangan ini juga terletak tangga spiral yang menghubungkan masing-masing dek.
Naik ke atas, Anda akan menemukan area dek terbuka dengan hamparan sofa yang dilindungi teduh kanopi. Di sini Anda bisa bersantai ditemani bacaan dan minuman favorit. Nota bagi para pecinta musik: siapkan playlist khusus untuk perjalanan ini. Euforia yang akan Anda rasakan saat menikmati lagu kegemaran di tengah lokasi yang begitu biru, sungguh tak tertandingi. Apabila cuaca terlalu panas, Anda bisa beristirahat di dalam. Area indoor di dek ini merupakan ruang perpustakaan yang juga dapat digunakan sebagai ruang konferensi. Dilengkapi oleh dua perangkat iMac dan layar proyektor, Anda bebas memilih menggunakannya sebagai urusan pekerjaan atau hiburan.
    Apabila Anda cenderung gemar menikmati kegiatan yang lebih aktif, habiskan hari-hari berenang atau menyelam di lautan bebas. Salila juga menyediakan berbagai jenis peralatan olahraga air seperti banana boat dan kayak. Di malam hari, Anda bebas berpesta di dek atas yang juga dilengkapi oleh jacuzzi dan mini bar. Apabila Anda terkantuk, silahkan bermalam di salah satu sun bed sambil menatap taburan bintang yang tak mungkin Anda temukan di kota.
Dek bawah adalah area kabin yang memuat dua master suite, empat kamar double dan empat kamar twin. Nuansa mewah dihadirkan melalui penggunaan marmer serta kayu dalam palet warna netral keemasan. Masing-masing ruangan dilengkapi oleh AC, sistem hiburan seperti flat screen TV dan DVD player serta kamar mandi sendiri. Meski sekilas terkesan umum, segala fasilitas ini merupakan suatu kemewahan mengingat lokasi yang jauh dari peradaban. Anda bisa menikmati kemurnian destinasi eksotis tanpa harus bersusah payah.
    Selain keunggulan mesin dan desain interior yang superior, Salila juga menyediakan tim profesional yang sigap memenuhi segala kebutuhan dan permintaan Anda. Staf dapur menyediakan pilihan menu lezat menurut preferensi Anda—dari Sushi segar hingga Chicken Cordon Bleu. Yang lebih menyenangkan lagi adalah kehadiran bartender yang terampil menyuguhkan berbagai macam minuman seperti teh, kopi dan cocktail sepanjang hari. Selayaknya sebuah hotel berbintang lima, Salila menawarkan servis yang dipersonalisasi khusus untuk ada. Salah satu kegiatan istimewa yang disiapkan adalah pesta BBQ di pantai. Ini bukan sekadar BBQ biasa. Para staf menyiapkan meja, bantalan kursi dan sajian buffet BBQ dari bahan segar. Ada kalanya mereka bahkan memanggang ikan hasil pancingan sendiri.
    Bagi Anda yang bepergian bersama keluarga, liburan pesiar ini akan menghadirkan suasana yang lebih intim. Anda juga bisa memperkenalkan anak-anak kepada keindahan kepulauan Indonesia yang begitu luas. Alami fenomena-fenomena alam menarik seperti saat kumpulan kelelawar terbang meninggalkan pulau secara bersamaan tepat di saat matahari terbenam. Jika Anda beruntung, Anda juga bisa menyaksikan ikan lumba-lumba berenang di bawah speedboat Anda.
    Memilih opsi berpersiar sebagai agenda liburan berikutnya, mungkin Anda tidak pulang membawa kantungan belanja. Namun yang dijanjikan adalah kembali ke kegiatan rutin harian Anda dengan hati yang lebih ringan, dan rasa cinta yang lebih terhadap tanah air Indonesia. (Jo Elaine)
Foto: luki for lukimages

Inikah Kapal Pesiar Wisata Termewah se-Indonesia?

Jakarta - Siapa sangka, salah satu pesiar wisata termewah se-Asia ternyata ada di Nusantara. Inilah Alila Purnama, kapal yang berlayar di Kepulauan Komodo dan Raja Ampat. Harga per malamnya mulai dari Rp 146 juta!

Pernahkah Anda membayangkan berlayar di kepulauan eksotis Komodo atau Raja Ampat, namun mendapatkan fasilitas super mewah layaknya hotel bintang lima? Inilah Alila Purnama, yang membawa wisatawan berlayar naik kapal tradisional pinisi.

Dari situs resmi Alila, Senin (8/6/2015), Alila Purnama adalah salah satu kapal pesiar termewah se-Asia. Ini adalah kapal pinisi yang digunakan bisa memuat sampai 10 orang. Kapal sepanjang 36 meter ini terbagi menjadi tiga dek, dengan fasilitas super mewah.

Bayangkan saja, kapal ini punya Dive Center sendiri yang berlisensi PADI. Ada juga terapis spa, restoran mewah, serta dek untuk bersantai dan menikmati panorama alam.

Pilih sendiri destinasi Anda, Komodo Island Expedition (3 Mei-30 September 2015) atau Raja Ampat Expedition (10 Oktober 2015-20 Maret 2015). Masing-masing berdurasi 6 hari untuk setiap perjalanan, Anda bisa memilih tanggal sesuai yang tertera di situs Alila.

Dalam Komodo Island Expedition, traveler akan berlabuh di Labuan Bajo dan mengarungi Laut Flores. Mengunjungi Pulau Rinca, kemudian menjelajah Pulau Sumbawa. Anda akan diajak menjelajah hutan hujan tropis dan birdwatching di habitat asli burung endemik.

Sementara Raja Ampat Expedition akan berlabuh dari Sorong. Island hopping, diving, dan berkunjung ke pulau-pulau eksotis jadi agenda selama 6 hari. Anda juga akan melihat langsung Bird of Paradise, alias Burung Cendrawasih yang langka di habitat aslinya.

Lalu, berapa kocek yang harus dikeluarkan untuk menikmati pengalaman dan fasilitas mewah Alila Purnama? Untuk Full Charter (10 orang), harganya mulai dari USD 11.000++ (Rp 146 juta) per malam untuk Komodo Island Expedition dan USD 12.500++ (Rp 166 juta) per malam untuk Raja Ampat Expedition. Harga tersebut berlaku untuk minimal charter 4 malam.

Selain itu, traveler juga bisa menyewa per kamar dengan harga mulai USD 15.000++ (Rp 199 juta) sampai USD 17.000 (Rp 226 juta). Harga tersebut berlaku untuk 2 orang selama 6 hari.

Mahal? Sudah pasti. Namun uang yang Anda keluarkan agaknya terbayar dengan pengalaman dan fasilitas Alila Purnama. Harga tersebut sudah termasuk aneka transportasi darat, makanan, minuman, aktivitas diving sesering apa pun, serta tiket masuk Taman Nasional.


Sumber :  http://travel.detik.com