Minggu, 21 Oktober 2012

Ken "MasterChef" Nyaman Mengolah Pastry

Bagi sebagian orang, mengolah pastry alias kue terbilang sulit karena harus mematuhi ukuran yang pasti. Namun, Ken "MasterChef" menganggap sebaliknya, bahkan mencintai dunia pastry.

"Masak pastry, enjoy abis. Aku bisa menemukan skill di bidang masakan yang mana, nah aku fokus di pastry," ucap Ken, kepada Okezone ketika ditemui di RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, baru-baru ini.

Pria 30 tahun ini mengatakan, jika segala sesuatunya tidak dibuat dengan senang hati, maka masakan yang dihasilkan akan tidak enak. Penampilannya juga akan berantakan. Itu sebabnya, dia memilih fokus pada pastry sebagai hasrat hatinya.

Menurutnya, tekanan dalam membuat pastry lebih tinggi lantaran harus mematuhi ukuran yang pasti. Namun, ini tidak mengendurkan semangatnya untuk tetap fokus pada dunia pastry.

Usut punya usut, Ken mulai menyukai bidang pastry ketika memenangkan tantangan menduplikasi menu kue cokelat bernama Seven Deadly Sins di Gallery MasterChef. Meski demikian, Ken menegaskan tetap akan menekuni bidang kuliner lainnya, seperti masakan.

"Dunia kitchen adalah tempat saya memulainya dari awal, tempat saya lahir. Saya tidak akan mungkin melupakan dunia kitchen, dan belajar bidang kuliner lainnya," tutupnya. (ftr)


http://www.okefood.com/read/2012/10/19/299/706660/ken-masterchef-nyaman-mengolah-pastry

Ken: Ikut MasterChef Indonesia Sangat Susah

SEKILAS, kompetisi memasak MasterChef Indonesia terlihat mudah dilewati setiap tantangan demi tantangannya. Ken, kontestan yang harus tereliminasi di babak Top 3, mengatakan tidak demikian.

"Kata siapa ikut MasterChef itu gampang? Saya akui sangat susah, apalagi banyak ilmu baru dalam mengolah masakan," tutur Ken, kepada Okezone ketika ditemui di RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, baru-baru ini.

Pria asal Surabaya ini terkadang kesulitan mengolah menu baru yang diminta para juri. Maklum, latar belakang Ken bukanlah dari dunia kuliner. Dia mengaku tidak seperti Desi (39, direktur hotel asal Bangka) dan Joyce (60, ibu rumah tangga asal Jakarta), yang punya banyak eksperimen dalam mengolah masakan.

Sulit masuk, tetapi diakuinya bahwa Gallery MasterChef Indonesia memberi banyak ilmu untuknya, mulai teknik, pengolahan, serta penyajian masakan. "Banyak sekali yang aku dapatkan karena ternyata cara memotong bahan makanan di setiap masakan itu tidak sama," ujar pria 30 tahun ini.

Dari sekian banyak masakan yang dibuat di Gallery MasterChef, pemilik nama lengkap Ken Kurniawan Sutanto ini mengakui bahwa masakan Indonesia lebih sulit diolah. "Mungkin karena aku jarang sekali masak makanan Indonesia. Aku harus memulainya dari bawah untuk bisa mengetahui proses pembuatannya," tutupnya. (ftr)
 
 
http://www.okefood.com/read/2012/10/19/299/706659/ken-ikut-masterchef-indonesia-sangat-susah 

Jumat, 19 Oktober 2012

Baguzt Yakin Desi Menangi MasterChef Indonesia Season 2

MASTERCHEF Indonesia sudah memasuki tahap Top 3, yakni Ken (30, manajer restoran asal Surabaya), Opik (30, agen properti asal Surabaya), dan Desi (39 tahun, direktur hotel asal Bangka). Ketiganya berpeluang sama besar untuk menjadi pemenang, tetapi Baguzt “MasterChef” lebih menjagokan Desi.

"Dari ketiga peserta MasterChef, saya melihat Desi yang paling dominan. Apalagi, Desi sering menang di setiap tantangan, berhasil membuat masakan dengan sempurna," tutur Baguzt saat berkunjung ke redaksi Okezone di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Pria kelahiran 18 Oktober 1982 ini mengakui bahwa kemampuan memasak Desi sudah terlihat sejak awal kompetisi. Bahkan, Desi sangat jarang masuk babak Pressure Test.

"Talenta Desi memang sudah terlihat, apalagi saat saya masih di Top 5. Saya sudah melihat kalau Desi jago memasak, bisa dibilang hampir semua masakan dia kuasai," imbuhnya.

Pria asal Surabaya ini menambahkan, hanya Desi yang tidak bertanya tentang bagaimana mengolah masakan Indonesia dibandingkan dengan tiga kontestan lainnya, yakni Ken, Opik, serta Vera (23, graphic designer asal Bandung). "Bukannya sombong, mereka belajar dari saya," ujarnya.

Prediksi yang dilontarkan Baguzt “MasterChef” turut diamini Chef Henry Alexis Bloem, President of Indonesian Chef Association (ICA). Menurut Chef Henry, Desi bisa menjadi penerus pemenang MasterChef Indonesia Season 1, yakni Chef Lucky Andreono.

"Saya pernah menjadi juri tamu di MasterChef. Awalnya, saya menjagokan Baguzt dan Desi, karena Baguzt sudah tersingkir, saya menjagokan Desi. Desi cukup berbeda dalam hal pengolahan serta proses memasak. Olahan makanan yang dibuatnya selalu bervariasi," tutupnya.
(ftr)
 
http://www.okefood.com/read/2012/10/11/299/702347/baguzt-yakin-desi-menangi-masterchef-indonesia-season-2 

Kontestan MasterChef Eksperimen Masak di Dapur Karantina

LEWAT tayangan di televisi, kita hanya tahu bahwa kontestan MasterChef Indonesia Season 2 jago memasak. Tantangan demi tantangan yang mampu dijawab ternyata berkat hasil eksperimen tiada henti.

Cerita di balik layar MasterChef Indonesia Season 2 mungkin tak banyak diketahui pemirsa di rumah, Mulai dari kesalahpahaman yang berujung perselisihan sampai kebersamaan mereka di karantina. Kebersamaan para kontestan ternyata juga dipupuk di akhir pekan, saat mereka secara bergiliran melakukan eksperimen di dapur tempat karantina.

“Kalau Sabtu dan Minggu, kerjaan kita biasanya ke Carrefour. Belanja, terus masak di pantry apartemen. Jadi, misalkan hari ini aku yang masak, nanti yang nge-judge teman-teman. Jadi bergiliran,” tutur Vera "MasterChef" saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Menurut perempuan bernama lengkap Vera Christiani Setiadi ini, aktivitas tersebut dilakukan untuk melatih kemampuan memasak dan belajar kreasi baru. Pendapat sesama kontestan juga sangat berguna untuk menilai hasil masakan mereka. Desi (39, direktur hotel asal Bangka) dan Joice (60, ibu rumah tangga asal Jakarta) biasanya yang paling banyak berkomentar.

"Pas weekend, setiap orang cuma dapat satu masakan karena masak kan lumayan lama. Apalagi, cuma ada satu dapur dan satu kompor. Biasanya yang mulai duluan Mami Joice sama Mami Desi, karena mereka biasa bangun paling pagi," ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Perempuan 23 tahun ini mengatakan, tidak tersedia alat masak di pantry apartemen tempat para kontestan MasterChef Indonesia karantina. Karena itulah, alat masak dibawa dari rumah. Nah, yang biasanya rajin membawa adalah Desi.

"Panci-pancinya dibawa sama Mami Desi, banyak banget sampai ada 7. Karena Mami Desi punya rumah juga di Jakarta, dia sering minta suaminya untuk dibawain alat masak," tutupnya. (ftr)
 
http://www.okefood.com/read/2012/10/19/299/706398/kontestan-masterchef-eksperimen-masak-di-dapur-karantina 

Vera "MasterChef" Mau Jualan Mi & Mochi di Foodcourt

JIKA Baguzt "MasterChef" berniat membuka restoran spesial rawon di Bandung, berbeda dengan Vera "MasterChef". Dia justru ingin memulai membuka counter mi dan mochi di foodcourt sebuah pusat perbelanjaan.

“Yang pertama-pertama sih, aku ingin (tempat makan) yang merakyat, kayak di foodcourt. Dan, kalau di foodcourt orang akan lebih jujur. Maksudnya, kita makan di foodcourt karena memang makanannya, bukan karena tempatnya,” tutur Top 4 MasterChef Season 2 ini saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Graphic designer
berusia 23 tahun ini baru akan berani memiliki usaha kuliner di kafe atau kedai setelah pelanggannya cukup banyak. Vera mengaku tengah menggodok resep yang pas di lidah banyak orang lewat kursus memasak. Konsep-konsep sudah ada, tinggal menunggu resep tersebut lalu anak kedua dari tiga bersaudara inipun siap menjalankan bisnisnya.

“Sebenarnya, aku sekarang lagi memperdalam (kursus) mi sama mochi. Kenapa mi, karena aku suka banget mi, tapi ingin cari mi yang unik, varian mi yang baru. Kalau mochi, aku ingin bikin delivery mochi es krim. Dua-duanya lagi benar-benar digodok,” tandas wanita asal Bandung ini. (ftr)
 
 
http://www.okefood.com/read/2012/10/18/299/706025/vera-masterchef-mau-jualan-mi-mochi-di-foodcourt