Selasa, 17 Februari 2015

Pakistan Berencana Beli Pesawat Tempur Siluman J-31 China

J-31

Untuk meningkatkan kemampuan tempur udara, Pakistan berencana membeli pesawat tempur siluman J-31 dari China, demikian menurut situs pertahanan asal India Brahmand. Hal ini tengah dibahas oleh pihak berwenang China, Menteri untuk Produksi Pertahanan Pakistan Rana Tanveer Hussain mengatakan seperti yang dikutip surat kabar Dawn.

"Ini adalah untuk pertama kalinya bahwa pejabat tinggi pemerintah mengonfirmasikan pembicaraan dengan China perihal pembelian pesawat tempur siluman jarak jauh. Isu yang telah menjadi subyek spekulasi di kalangan pertahanan sejak pameran dirgantara Airshow China 2014 yang diselenggarakan pada awal bulan ini, yakni ketika pesawat (J-31) itu muncul untuk yang pertama kali dihadapan publik," surat kabar Dawn melaporkan Sabtu.

Mingguan pertahanan Jane juga mengutip pernyataan seorang pejabat Pakistan yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa Angkatan Udara Pakistan (PAF) sedang dalam pembicaraan dengan China untuk membeli 30-40 pesawat tempur Shenyang FC-31 (varian ekspor dari J-31).

FC-31 dikembangkan oleh China utamanya khusus untuk pasar ekspor, dan dilaporkan beberapa negera telah menunjukkan minatnya pada pesawat yang dinilai memiliki kemiripan dengan F-35 Joint Strike Fighter Amerika Serikat.

Prototipe J-31 (saat ini baru 1 prototipe yang diproduksi) dikembangkan dan diproduksi oleh perusahaan China Shenyang Aviation Company dan terbang pertama kali pada 31 Oktober 2012. Salah satu yang membuat Pakistan tertarik pada FC-31 adalah karena FC-31 dan JF-17 (pesawat tempur yang diproduksi Pakistan) sama-sama menggunakan mesin Klimov RD-93 Rusia.

Pakistan semakin mengandalkan China sebagai sumber untuk pengadaan alat pertahanan yang terpercaya. Hussain mengatakan bahwa selain J-31, Pakistan juga tertarik pada helikopter serang CAIC WZ-10 China. Untuk kerjasama pertahanan membangun pesawat, sebelumnya China dan Pakistan bekerjasama mengembangkan pesawat tempur JF-17 Thunder.

Pakistan, yang saat ini memproduksi JF-17 varian Block-2 di Pakistan Aeronautical Complex, Kamra, mengincar pesanan dari Timur Tengah dan Afrika. Pakistan sendiri sangat semangat dalam memasarkan pesawat tempur hasil kerjasama dengan China ini.

"Kami akan mengonfirmasi pesananan dari tujuh negara untuk JF-17. PAF menginginkan 250 pesawat (JF-17), tapi kami sekarang kami memutuskan untuk menjual beberapa JF-17 Block-2 kepada pembeli internasional selain memenuhi permintaan lokal kami," kata sang menteri.



 http://www.artileri.org

Pesawat Angkut Kelas Berat Y-20 China Unjuk Gigi di Airshow China

Y-20 saat Airshow China 2014
Pesawat angkut udara strategis kelas berat buatan pertama China "Y-20 Kunpeng" akan segera dikirimkan ke Angkatan Udara China, seorang senior eksekutif penerbangan mengatakan, sembari menambahkan bahwa pengembangan mesinnya sudah sangat baik.

"Kami masih perlu melakukan uji coba di darat dan di udara, jadi saya tidak bisa memberitahu kapan waktunya akan dikirimkan," Geng Ruguang, deputy general manager dari Aviation Industry Corp of China (AVIC), pabrik pesawat terkemuka negara itu, mengatakan saat pameran dirgantara 10th China International Aviation and Aerospace Exhibition, yang dikenal sebagai Airshow China, di Zhuhai, Provinsi Guangdong. "Namun, saya yakin (Y-20) akan dapat dikirimkan dalam waktu dekat," tambah Geng.

Tepuk tangan ribuan penonton bergemuruh saat Y-20 yang memiliki empat mesin turbofan terbang pada Selasa Pagi sesaat setelah Airshow China dibuka. Ini untuk pertama kalinya pesawat berbadan bongsor tersebut menampakkan dirinya di hadapan publik.

Mesin turbofan baru yang lebih kuat hasil pengembangan China mengantikan mesin impor yang dipasang pada pesawat angkut besar tersebut, kata Geng.

Laporan sebelumnya mengatakan bahwa WS-20, mesin high-bypass-ratio sedang dalam pengembangan untuk nantinya digunakan oleh Y-20, dan sedang menjalani uji coba.

"Biasanya, jika sebuah pesawat prototipe tidak mengalami masalah atau mampu membuktikan dirinya selama uji coba penerbangan, maka pesawat tersebut dapat dikirimkan dalam sebuah pameran dirgantara. Hal ini berarti pengembangan Y-20 berjalan sangat baik," tambah Geng. Dia mengatakan bahwa para insinyur akan menguji kompabilitas pesawat pada bandara sipil selama berada di Zhuhai.

Y-20 yang diawaki oleh tiga orang ini terbang pertama kali pada bulan Januari 2013, menjadikan China sebagai negara ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Rusia yang mengembangkan pesawat angkut militer kelas berat. Pesawat angkut militer kelas berat seperti ini utamanya akan digunakan untuk mengangkut muatan militer besar.

Y-20 yang berdimensi panjang 47 meter dan rentang sayap 45 meter ini memiliki kapasitas angkutan maksimum sebesar 66 metrik ton dan berat maksimun saat lepas landas 200 ton, menurut sumber-sumber intelijen militer. Dengan daya angkut yang besar, artinya Y-20 mampu membawa tank tempur utama terberat Type-99A2 Angkatan Darat China yang berbobot 58 ton.

Berdasarkan evaluasi teknis oleh majalah Aerospace Knowledge, saat membawa muatan 51 ton dan berbahan bakar penuh, Y-20 memiliki jangkauan 5.200 kilometer, yang berarti dapat mencapai titik di Eurasia, Alaska, Australia dan Afrika Utara. Dengan muatan maksimum 66 metrik ton, Y-20 dapat terbang sejauh 3.700 km, memungkinkan pesawat ini terbang nonstop dari Harbin, Provinsi Heilongjiang, ke Lhasa di wilayah otonomi Tibet.

Y-20 adalah pesawat kargo pertama di dunia yang dikembangkan menggunakan teknologi cetak 3-D untuk mempercepat proses pembangunan dan menekan biaya produksi.

Tang Changhong, kepala desain Y-20, sebelumnya mengatakan kepada kantor berita Xinhua bahwa Y-20 telah berhasil membawa muatan maksimum dan telah mencapai ketinggian terbang tertinggi. Dan pilot tes mengatakan Y-20 memiliki sifat aerodinamis yang baik, stabil selama lepas landas dan mendarat, dan memilki daya angkut yang luar biasa.

Selain bertugas mengembangkan Y-20, AVIC juga tengah megembangkan pesawat angkut militer turboprof  bermesin empat, Y-30, model yang juga dipamerkan AVIC saat Airshow China 2014.




 http://www.artileri.org

Angkatan Udara Inggris Terima Pesawat A400M Atlas Pertama

A400M RAF
The Organisation for Joint Armament Cooperation-Executive Administration (OCCAR-EA) telah menyerahkan pesawat angkut militer A400M Atlas pertama ke Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF).

22 unit A400M telah dipesan oleh Kementerian Pertahanan Inggris dari Airbus Defence and Space pada bulan November 2010.

Pesawat ini rencananya akan bertugas di pangkalan RAF Brize Norton di Oxfordshire, Inggris, da akan memberikan kontribusi yang besar untuk misi transportasi udara RAF.

Laman DefenseNews mengutip pernyataan seorang juru bicara RAF yang menyatakan bahwa: "MOD (Departemen Pertahanan) dapat mengonfirmasi bahwa pesawat A400M pertama Inggris telah dikirimkan ke (pangkalan) RAF Brize Norton guna menyelesaikan proses serah terima dengan pihak Airbus, yang selama ini memberikan dukungan untuk armada (udara) Inggris."

"Pesawat akan digunakan sebagai pesawat pelatihan untuk awak-awak A400M," ungkap juru bicara itu.

Secara khusus, pesawat ini akan digunakan oleh RAF untuk melatih dan membiasakan awaknya menjelang upacara serah terima resmi pada akhir bulan ini.

RAF akan menerima 2 unit A400 berikutnya pada akhir tahun ini. A400M akan menggantikan armada angkut udara RAF yang sudah pensiun, yaitu C1/C3 (C-130K) Hercules.

Didukung oleh empat mesin turboprop EuroProp TP400-D6, A400M adalah pesawat angkut militer multi-nasional yang dirancang sebagai airlifter taktis dengan kemampuan strategis.

Dengan kapasitas angkut hingga 30 ton, A400M juga dapat dikonfigurasi untuk melakukan misi angkut kargo jarak jauh, transportasi pasukan, evakuasi medis, pengisi bahan bakar di udara (tanker), dan misi pengawasan elektronik.

Pengiriman A400M ke Inggris ini berarti jumlah A400M Atlas yang sudah dioperasikan di dunia sudah mencapai 7 unit, dengan lima pesawat sudah dikirim ke Angkatan Udara Prancis (total pesanan 50 unit) dan satu ke Angkatan Udara Turki (total pesanan 10 unit).

Pesawat ini juga telah dipesan oleh Angkatan Udara Jerman (53), Spanyol (27), Belgia (7), Malaysia (4), dan Luksemburg (1).
http://www.artileri.org

Minggu, 15 Februari 2015

Brasil Butuh Minimal 108 Pesawat Tempur Gripen

Gripen F

Angkatan Udara Brasil (Força Aérea Brasileira/FAB) menginginkan minimal 108 pesawat tempur Saab Gripen E/F ketika order pembelian Gripen telah selesai, laman IHS Jane mengutip pernyataan seorang pejabat tinggi FAB pada 18 November 2014.

Berbicara saat IQPC Fighter Conference di London, Inggris, pejabat FAB tersebut mengatakan bahwa pesawat tempur Gripen akan dikirimkan ke Brasil dalam tiga batch mulai tahun 2019 hingga 2031, menambahkan bahwa pada bulan Oktober telah diumumkan kontrak sebesar USD 5,4 miliar untuk pembelian 36 pesawat yang merupakan batch pertama (akan selesai dikirimkan pada tahun 2024).

"Pada tahun 2007 kami melakukan studi kelayakan untuk skenario di masa depan, (dan) angka ini (108 pesawat) diukur berdasarkan kebutuhan (FAB) di masa depan," katanya.

FAB membeli pesawat tempur Gripen E/F sebagai pengganti pesawat tempur Dassault Mirage 2000C yang saat ini sudah pensiun, dan Northrop F-5M dan AMX A-1M yang akan ditarik dari tugas pada tahun 2035 nanti.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Saab dan Brazilian Aeronautics Command (COMAER) telah menandatangani perjanjian 10 tahun untuk proyek-proyek kerjasama industri pertahanan, termasuk transfer teknologi ke industri pertahanan Brasil. Perusahaan Brasil mengajukan tawaran 80% dari struktur aero pesawat, dengan 15 dari 36 pesawat akan dirakit di Brasil (sisanya dibangun oleh Swedia dengan bekerjasama dengan Brasil). Sangat dimungkinkan bahwa dua batch Gripen berikutnya akan dirakit sepenuhnya di Brasil. Kerjasama ini diharapkan sudah akan terlaksana pada awal tahun depan.

Dengan batch pertama Gripen yang berjumlah 36 unit yang terdiri dari 28 Gripen E kursi tunggal dan 8 Gripen F kursi ganda, petinggi FAB tidak mengungkapkan varian Gripen yang akan dipesan untuk dua batch berikutnya. "Kami sedang berdiskusi dengan Angkatan Laut AS untuk melihat pengalaman mereka dalam menggunakan pesawat Super Hornet campuran (F/A-18E kursi tunggal dan F/A-18F kursi ganda), katanya.

Petinggi FAB tersebut juga tidak menyinggung soal pembangunan Gripen M (Sea Gripen) yang diusulkan oleh Saab untuk FAB, namun kebutuhan minimal 108 Gripen untuk FAB dari skala ekonomi sudah memnuhi syarat bagi Saab untuk mengembangkan Gripen versi maritim untuk kapal induk Sao Paulo Brasil.

Source: IHS Jane
Photo: Saab Group
http://www.artileri.org

China Tampilkan J-31 dalam Airshow China 2014

J-31 saat Airshow China 2014
China secara resmi menampilkan pesawat tempur siluman generasi kelima Shenyang J-31 Shen Fei (Falcon Eagle) dalam pameran dirgantara The 10th China International Aviation & Space Exhibition atau yang lebih dikenal sebagai Airshow China 2014 di Zhuhai, selatan China, pekan lalu. J-31 dianggap sebagai produk unggulan China untuk bersaing dengan pesawat tempur F-35 Lightning II Amerika Serikat di pasar pesawat tempur dunia.

Prototipe J-31 (baru 1 unit yang dibuat) bermesin ganda dan dinilai memiliki fitur yang mirip dengan F-35 Lightning II dari Lockheed Martin Amerika Serikat, bermanuver di atas langit Zhuhai dalam Airshow China 2014.  Namun sayang, J-31 tidak ditampilkan secara statis (dipajang) setelah demonstrasi.

J-31 berdimensi panjang sekitar 16,7 meter, rentang sayap 11,5 meter. Sistem propulsinya saat ini menggunakan mesin RD-93 Rusia (yang juga digunakan pada JF-17 Thunder), tapi China menegaskan bahwa mereka sedang mengembangkan mesin khusus untuk J-31 yaitu WS-13.

Fitur lainnya adalah dua teluk senjata internal (internal weapon bay) di samping cantelan (hardpoint) senjata di bagian sayap, seperti halnya F-35. Sedangkan spesifikasi lain dari J-31 belum diungkapkan, termasuk kapan pesawat ini akan mulai diproduksi.
J-31 saat Airshow China 2014
J-31 saat Airshow China 2014
J-31 saat Airshow China 2014
J-31 diproduksi oleh Aviation Industry Corporation of China (AVIC), perusahaan dirgantara terkemuka milik negara China. China berharap sang siluman J-31 dapat bersaing dengan pesawat-pesawat tempur buatan AS di pasar ekspor.
"Para ahli memprediksi bahwa J-31 akan membuat terobosan besar di pasar internasional di masa depan, dan tidak diragukan lagi akan mencuri pusat perhatian dari F-35," laman Daily People melaporkan di lamannya mengutip pernyataan Partai Komunis China.
Disebutkan, J-31 akan menjadi pesawat tempur siluman pertama yang tersedia di pasar senjata global bagi negara-negara yang tidak mampu membeli atau tidak diizinkan mengimpor F-35 Amerika Serikat. Analis menilai, pelanggan ekspor J-31 yang potensial saat ini adalah Iran dan Pakistan.

Dalam Airshow China 2014 AVIC juga menampilkan model skala besar dari FC-31, pesawat tempur varian dari J-31. Disebut-sebut, FC-31 inilah yang akan masuk ke pasar ekspor pesawat dunia.

J-31 adalah jenis pesawat tempur siluman kedua yang dikembangkan oleh China (sebelumnya ada J-20). Analis mengatakan bahwa pertumbuhan pesat pesawat tempur siluman di dunia membuat China menggenjot teknologi kedirgantaraannya.

J-31 akan meningkatkan kemampuan tempur Angkatan Udara China, baik dalam operasi defensif maupun ofensif dan tentunya untuk menegaskan supremasinya di Laut China Selatan dan China Timur. 
http://www.artileri.org