Sabtu, 27 Februari 2016

JF-17 Thunder Pakistan, Hanya 15 Juta Dolar

JF-17 Thunder Angkatan Udara Pakistan
JF-17 Thunder Angkatan Udara Pakistan. Foto: Defence.pk
Jet tempur JF-17 Thunder juga dikenal sebagai CAC FC-1 (Fighter China-1), adalah pejuang multiguna generasi keempat. Semua rangka/bingkai logam dari jet tempur ini dirancang oleh China untuk angkatan udara Pakistan dan ekspor massal. Kelebihan utamanya adalah pada harganya yang murah. Meskipun awalnya JF-17 dibuat untuk Angkatan Udara China dan Pakistan, namun  sekarang China telah memutuskan untuk "lepas tangan" dari pengembangan JF-17 lebih lanjut dan fokus pada J-10 sebagai penggantinya.
China National Aero-Technology Import & Export Corporation menyatakan biaya yang rendah dari JF-17 dikarenakan sistem onboard-nya yang diadatasi dan diperkecil dari Chengdu J-10. Ini merupakan transfer teknologi dari J-10 ke Jf-17 sehingga biayanya menjadi efektif. Meskipun untuk mencapai biaya rendah ini harus mengorbankan badan pesawat menjadi tak berbahan baku serat karbon komposit, sehingga akan membatasi umur pakainya karena saat ini bisa dipastikan tidak ada lagi jet tempur yang semua badannya menggunakan bahan baku logam.
Daya dorongnya 85 kn dengan afterburner dan memiliki 7 hardpoint (cantelan/tenggekan) untuk membawa senjata. Harga per unit untuk Jf-17 blok I sekitar 15 juta dolar, merupakan biaya yang sangat murah. 
Fitur JF-17

Beberapa fitur yang terdapat pada JF-17 Thunder antara lain :
  • Segera akan diintegrasikan dengan Rudal Ra'ad ALCM.
  • Suite EW dikoneksikan dengan sistem peringatan rudal (MAW) untuk membantu melawan radar rudal.
  • Beberapa modus radar NRIET KLJ-7, yang memungkinkan pengawasan dan keterlibatan simultan dari target udara, darat dan laut, total 40 pengawasan yang dapat dikelola.
  • Menggunakan modus track-while-scan (TWS), memungkinkan radar melacak hingga 10 target diluar jangkauan visual (BVR)
  • Rentang jangkauan operasi untuk target dengan radar cross-section (RCS) dari 5m2, 105 km di modus look-up dan 85 km dalam modus look-down.
JF-17 juga dapat dilengkapi dengan avionik, radar dan persenjataan buatan Eropa. Pakistan sudah mulai bernegosiasi dengan pabrikan-pabrikan pertahanan Inggris dan Italia untuk kelengkapan avionik dan radar JF-17. Beberapa pilihan radar untuk JF-17 antara lain Galileo Avionica Grifo S7 Italia dan Thomson-CSF RC400 Perancis (varian dari RDY-2), juga rudal udara-ke-udara jarak menengah MBDA MICA IR/RF.
Rincian Program JF-17

JF-17 Thunder bermesin tunggal, merupakan pesawat tempur multiguna yang dikembangkan bersama oleh Chengdu Aircraft Industries Corporation (CAC) China dengan Angkatan Udara Pakistan dan Pakistan Aeronautical Complex (PAC).
Harga JF-17/FC-1 sekitar 15 juta dolar, merupakan pesawat tempur yang dirancang dari kerjasama Pakistan dan China untuk menggantikan A-5C China (modifikasi dari MiG-19), F-7P (MiG-21) dan pesawat Perancis Mirage 3/5 dalam armada Angkatan Udara Pakistan.

JF-17 Thunder Angkatan Udara Pakistan

Pakistan dan China menandatangani Letter of Intent untuk pengembangan bersama JF-17 (kemudian disebut "Super-7") pada tahun 1998, diikuti dengan penandatanganan Kontrak pada tahun 1999.

Proyek ini sempat tertunda karena ketidakmampuan untuk memperoleh avionik dan paket radar. Uji terbang perdana dari prototipe JF-17 pertama terjadi pada tahun 2003 di China, kemudian dilanjutkan dengan uji penerbangan dengan modifikasi Intakes Supersonic Divertless, dan modifikasi desain ekor pada tahun 2006.
Tahun 2007, Angkatan Udara Pakistan menerima JF-17 untuk pengujian dan evaluasi lebih lanjut, terbang pertama kali di Islamabad, Pakistan di tahun ini juga. Angkatan Udara Pakistan resmi melantik skuadron utama JF-17 pada tanggal 18 Februari 2010. China memiliki opsi untuk memproduksi pesawat tempur ini, namun China tidak begitu antusias dengan ini dan tidak pernah membuat keputusan yang tegas.
Karakteristik dan Spesifikasi JF-17

Karakteristik dan Spesifikasi JF-17
Kru
1
Harga
US$ 15 juta (perkiraan)
Maksimal berat take off
12,7 ton
Mesin
1Xklimov RD-93 Turbofan
Kecepatan maksimum
Mach 1,8
Jarak operasional
3.000 km
Thrust/berat
0,99
Rate of climb
175m/s
Service ceiling
16,7 km
G-limit
+8,5 g
Hardpoint (cantelan)
7 sampai 9

Analisa

Pakistan sudah sejak lama berseteru dengan India, seandainya kedepan terjadi hal yang tidak diinginkan dari kedua negara ini, JF-17 Thunder Pakistan belum bisa diandalkan untuk bersaing dengan Sukhoi Su-30 MKI India. Su-30 jauh masih lebih unggul daripada JF-17, mulai dari kemampuan BVR, multirole-nya, vektor dorong dan mesin ganda untuk tetap bertahan di udara meski dalam kondisi cuaca buruk.
Sumber :  http://www.artileri.org

Malaysia dan Vietnam Lirik Jet Latih Tempur Yak-130 Rusia

Yak-130 Mitten
Yak-130 Mitten (Foto: Adrian/Flickr user via  Wikimedia)
Pada pameran kedirgantaraan Zhuhai Airshow, 14 November lalu di China, Malaysia dan Vietnam menyatakan ketertarikannya untuk membeli pesawat latih tempur Yakovlev Yak-130 Mitten buatan Rusia, seperti yang dikonfirmasi delegasi Rusia di Zhuhai Airshow kepada kantor berita Rusia RIA Novosti.

"Malaysia membutuhkan pesawat latih tempur dalam waktu dekat untuk menggantikan pesawat tua M-339 buatan Italia," kata delegasi Rusia itu.

"Kemungkinan besar Malaysia akan membeli Tak-130. Malaysia telah menjadi salah satu pengimpor besar pesawat militer Rusia dan pesawat-pesawat Rusia telah dipakai oleh mereka selama bertahun-tahun," katanya.

Hal yang sama juga mengacu pada Vietnam, yang telah membeli jet tempur Rusia Sukhoi Su-30MK2 di masa lalu, sumber tersebut menambahkan.

Yak-130 Rusia juga menjadi pesaing dalam tender pengadaan enam jet tempur ringan ke Filipina untuk menggantikan pesawat Northrop F-5A Tiger Fighter buatan Amerika Serikat yang sudah mereka pensiunkan.

Yak-130 adalah pesawat yang sangat bermanuver dengan jarak tempuh operasional yang ditingkatkan menjadi 1.250 mil (2.000 km) dan kecepatan maksimum  1.060 km/jam. Pesawat ini mampu membawa persenjataan tempur hingga 3 ton, yang terdiri dari berbagai senjata yang dikembangkan oleh Rusia dan Barat.

Yak-130 telah dipilih sebagai pesawat latih tempur dasar untuk pelatihan pilot Angkatan Udara Rusia sejak tahun 2009.
Sumber :  http://www.artileri.org

Senin, 22 Februari 2016

Lagi, Pesawat Tempur Siluman J-31 China

J-31
J-31 merupakan prototipe pesawat tempur siluman baru yang dikembangkan oleh AVIC Shenyang Aircraft Corporation (SAC) China. Pesawat ini telah lepas landas pada penerbangan perdananya pada akhir bulan lalu, 31 Oktober 2012 di Beijing. Tes penerbangan ini hanya berlangsung selama sepuluh menit.

Meskipun begitu, debut penerbangan 10 menit dari Falcon Eagle bermesin ganda ini merupakan sebuah lompatan besar bagi program pesawat siluman ambisius China.

Apakah J-31 yang akan digunakan China untuk melengkapi kapal induk pertama mereka Liaoning, yang  telah menjalani pengujian di dekat pelabuhan Dalian sejak Juli 2011? Atau apakah J-15 yang akan digunakan? Karena kita tahu beberapa waktu yang lalu J-15 telah berhasil landing dan take-off di atas kapal induk pertama China tersebut? Atau pesawat tempur lainnya? Hanya China yang tahu.
J-31

Soal karakteristik, spesifikasi mesin, avionik dan senjata yang telah dan akan digunakan J-31 belum diketahui secara pasti. Asal-usul pesawat tempur siluman ini juga tidak jelas, J-31 mirip dengan F-22 atau F-35 AS, ini memicu spekulasi di Barat bahwa desain J-31 Beijing berdasarkan pada cetak biru yang dilaporkan telah dicuri dari 6 server subkontraktor kedirgantaraan Amerika pada tahun 2009 lalu. - Baca juga program backdoor China -

Walau bagaimanapun, China telah berhasil menguji dua desain pesawat terbang siluman. Ini menempatkan kemampuan negara-negara Asia tidak kalah dengan AS, yang telah memiliki tiga model F-35 siluman dalam pembangunannya, dan didepan ada T-50 Rusia dan siluman Jepang ATD-X juga masih dalam tahap pembangunan.

Pengujian penerbangan J-31 ini akan meningkat dalam tahun-tahun kedepan. Pada waktunya, pesawat siluman baru ini akan segera masuk program uji coba. J-31 kemungkinan akan digunakan sebagai pesawat tempur garis depan Angkatan Udara dan Angkatan Laut China. Tentu saja, hal ini dapat dikatakan oleh siapapun yang saat ini tengah membangun/mengembangkan sebuah jet tempur siluman.
J-31
SAC mengembangkan J-31, prototipe kedua pesawat tempur siluman China, hanya dalam waktu 19 bulan. Model J-31 kali ini diproyeksikan sebagai pesawat tempur ekspor utama China. J-31 juga diposisikan sebagai alternatif dari "kegagalan" Chengdu J-20 yang biaya pembuatannya jauh lebih mahal, seperti yang dilaporkan China Defense Mashup.

Chengdu J-20 telah diterbangkan dalam dua prototipe. yaitu pada tahun 2001 dan 2002. Prototipe yang mengalami perubahan awalnya diperkenalkan di kedua J-20, punggung pesawat maju ke Avionic bay, tabung Pitot direposisi ke ujung nose cone, yang membuka ruang bagi nose cone untuk menempatkan radar AESA dan sensor Electro-Optical Infra-Red Search / Track (IRST). 
Sumber :  http://www.artileri.org

Daftar Jet Tempur Dunia

Sukhoi Su-47 Berkut
Sukhoi Su-47 Berkut

Berikut daftar jet tempur yang diproduksi dunia mulai dari tahun 1930 sampai dengan sekarang. Terlihat sekilas dari daftar dibawah, negara pemegang rekor sebagai produsen jenis jet tempur terbanyak adalah Amerika Serikat dan Rusia lalu diikuti beberapa negara-negara di Eropa.
Daftar dibawah bukan acuan, hanya sekedar kilasan, beberapa jet tempur lainnya tidak dimasukkan di dalam daftar karena alasan tertentu seperti jet tempur terbaru China J-31 atau Shenyang.

Daftar Jet Tempur Dunia
Tahun
Nama Jet Tempur
1930 - 1940
Hawker Hurricane, BF-109 Messerschmitt, A6M Zero, Fokker G.I, Vickers Wellington, JU-87 Stuka, Fokker D.XXI
1940 - 1950
P-47 Thunderbolt, P-51 Mustang, Mosquito, F-4U Corsair, P-38J Lightning, F-86 Sabre, P-40 WarHawk, FW-190 Focke Wulf, Supermarine Spitfire, Messerschmitt ME-262, F-6F Hellcat, P-80 Shooting Star, B-25 Mitchell, F-8F Bearcat, Mig-15 Fagot, A1 Skyraider, Macchi M.C.205 Veltro, Gloster Meteor F Mk.8, Yakovlev Yak-9, B-17 Flying Fortress, de Havilland Vampire, MiG-3, B-29 Superfortress, F4F Wildcat, B-24 Liberator, Me-163 Komet
1950 - 1960
MiG-21 Fishbed, F-104 Starfighter, F-8 Crusader, B-52G Stratofortress, CF-105 Avro Arrow, F-106 Delta Dart, F-84F Thunderstreak, MiG-17 Fresco, F-105 ThunderChief, F-100 Super Sabre, J-32 Lansen, F-101 VooDoo, B-58 Hustler, MiG-19 Farmer, J-29 Tunnan, Super Mystere B2, Hawker Hunter, F-102 Delta Dagger, Fiat G.91
1960 - 1970
Buccaneer, F-4 Phantom II, SR-71 Blackbird, A-7D Corsair II, Hawker Harrier, Mirage F1, A-6 Intruder, U-2 Dragon Lady, J-35 Draken, Avro Vulcan, A-4 Skyhawk, SU-17/22 Fitter, English Electric / BAC Lightning, A-5 Vigilante, Mirage III, XB-70 Valkyrie
1970 - 1980
F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-5E Tiger II, MiG-27 Flogger, Jaguar GR1, SU-24 Fencer, MiG-25 Foxbat, A-10 Thunderbolt, F-16 Falcon, Alpha Jet, SU-25 Frogfoot, Super Etandard, JA37 Viggen, F-21 Kfir, BAe Hawk, L-39 Albatros
1980 - 1990
EF111 Raven, F-18 Hornet, Panavia Tornado, Mirage 2000, Mirage 4000, MiG-29 Fulcrum, SU-27 Flanker, MiG-31 Foxhound, F-117 NightHawk, B-1B Lancer, F-20 Tigershark, AMX, Tupolev Tu-160 Blackjack
1990 - 2000
SU-35 Super Flanker, Yak-141 Freestyle, JAS-39 Gripen, Rafale, B-2 Spirit, YF-23, SU-37 Terminator, Ching-Kuo Indigenous Defense Fighter (IDF), FA-18E Super Hornet
2000 - 2010
F/A-22 Raptor, EuroFighter Typhoon, Chengdu J-10, JF-17 Thunder (Chengdu FC-1), V-22 Osprey, Mig-35 Fulcrum-F, LCA
2010 - 2012
SU-47 (S-37 Berkut), MiG/MAPO 1.42 MFI, F-35 Lightning II (X-35 Joint Strike Fighter), Sukhoi PAK-FA (T-50), Aurora

Rabu, 17 Februari 2016

KSAU: Menhan Sudah Teken Pengadaan Jet Tempur Sukhoi Su-35


KSAU: Menhan Sudah Teken Pengadaan Jet Tempur Sukhoi Su-35 
 Sukhoi Su-30 melintas di langit. Indonesia kini akan membeli Su-35 yang lebih canggih. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna menyatakan pemerintah RI telah sepakat memilih Sukhoi Su-35 buatan Rusia sebagai pesawat tempur pengganti skuadron F-5 Tiger yang telah uzur.

“Saya baca dokumen yang dikirim Kementerian Pertahanan ke Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). Yang sudah ditandatangani Menhan adalah Sukhoi Su-35,” kata Agus di Jakarta.

Mencari pengganti 16 pesawat F-5 Tiger yang dioperasikan Skuadron Udara 14 yang bermarkas di Pangkalan Udara Iswahjudi, Magetan, Jawa Timur, memang menjadi salah satu target utama TNI AU saat ini.


Agus mengatakan, sebelum Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meneken kesepakatan pengadaan Sukhoi Su-35, TNI AU telah mengirimkan sepsifikasi teknologi pesawat yang mereka nilai pantas menggantikan F-5 Tiger.

TNI AU menyodorkan dua pesawat tempur sebagai pilihan: F-16 Viper buatan Lockheed Martin Amerika Serikat, dan Sukhoi Su-35 buatan Sukhoi Rusia.

"Sebagai pengguna, TNI AU hanya mengirimkan tech spec pesawat yang kami inginkan untuk memenuhi tugas kami," ujar Agus.

F-16 Viper dan Sukhoi Su-35 disodorkan TNI AU untuk dipilih karena mereka tak ingin mengubah sistem pemeliharaan secara ekstrem. "Kalau Sukhoi Su-35 kan sama dengan Sukhoi Su-30 yang sudah kami operasikan saat ini," kata Agus.

Dari dua pilihan tersebut, TNI AU akhirnya memilih Su-35 yang dikenal dengan sebutan jet tempur siluman karena kecanggihan teknologinya yang tepat berada di bawah pesawat siluman generasi kelima.

Su-35 dapat menghilang dari radar, dilengkapi peralatan jamming untuk menurunkan kemampuan radar musuh, dan memiliki kecepatan supersonik sekitar 1,5 mach atau dua kali kecepatan suara.

Meski demikian, Agus memperkirakan instansinya tak dapat membeli Su-35 sebanyak 16 unit seperti jumlah F-5 Tiger sebelumnya, karena menyesuaikan dengan anggaran yang disediakan pemerintah untuk TNI AU.

“Dengan menghitung anggaran yang ada, mungkin beli 12 pesawat Su-35 saja. Tapi saya minta isinya sudah lengkap,” kata Agus.

Saat ini TNI AU mendapat alokasi anggaran US$3,1 miliar atau sekitar Rp41 triliun untuk modernisasi alat utama sistem senjatanya. Anggaran itu akan digunakan selama periode 2015-2019. (agk)

sumber :  http://www.cnnindonesia.com