Selasa, 10 September 2013

NATO Pertimbangkan Serang Suriah

NATO Pertimbangkan Serang Suriah
Pasukan bantuan keamanan internasional (ISAF), bagian dari NATO, memeriksa lokasi penyerangan oleh Taliban di Kabul, 25/5). REUTERS/Omar Sobhani
Potret Pengungsi Suriah dalam Tahanan Bulgaria
TEMPO.CO, Brussel - Sekretaris Jenderal Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Anders Fogh Rasmussen meminta komunitas internasional mempertimbangkan serangan militer atas Suriah.

"Serangan mematikan terhadap ratusan pria, wanita, dan anak-anak tidak bisa diabaikan," kata Rasmussen dalam sebuah acara jumpa pers Senin, 2 September 2013.

"Saya rasa masyarakat internasional perlu mempertimbangkan upaya menghindari serangan senjata kimia di masa datang. NATO akan mengirim pasukan," ujarnya.

Menanggapi rekasi keras komunitas internasional terkait dengan tuduhan serangan senjata kimia, rezim Suriah meminta PBB mencegah intervensi militer ke negaranya.

Amerika Serikat merencanakan melakukan serangan militer ke Suriah, jika ada persetujuan dari Kongres yang akan melakukan pemungutan suara setelah masa reses berakhir pada 9 September 2013.

Sementara itu Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Jaafari mengatakan dalam sepucuk surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, badan dunia ini memikul tanggung jawab mencegah serangan internasional terhadap Suriah. Dia mengusulkan agar dilakukan pendekatan politik dalam menangani krisis Suriah.

AL JAZEERA | CHOIRUL


http://www.tempo.co/read/news/2013/09/03/115509895/NATO-Pertimbangkan-Serang-Suriah

Kamis, 05 September 2013

Android Masih Mendominasi Preferensi Konsumen Indonesia

detail berita
Ilustrasi (Dok: Okezone)
JAKARTA – Saat ini Indonesia sedang dibanjiri berbagai sistem operasi (OS) mobile, seperti Android, iOS, BlackBerry, dan Windows Phone. Dengan penawaran itu, masyarakat pun bebas memilih smartphone yang menjalankan OS tertentu sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.

Sepengamatan pakar telekomunikasi, Teguh Prasetya, hingga kini Android masih mendominasi preferensi orang Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa ada banyak faktor yang membuat mengapa Android begitu diminati masyarakat Tanah Air, salah satunya karena sistem operasi robot hijau ini bersifat terbuka.

“Android tidak hanya laris manis sebagai brand global, tetapi juga lokal. Karena sifatnya yang open, sehingga memungkinkan penggunanya untuk men-download konten secara gratis. Begitu pula bagi developer yang juga dapat dengan mudah melepas aplikasinya di platform ini,” tutur Teguh Prasetya saat dihubungi Okezone, Jumat (19/7/2013).

Tak hanya itu, ia juga menambahkan kehadiran Android di berbagai perangkat yang menyasar pengguna low-end juga menjadi daya tarik tersendiri.

“Orang Indonesia suka dengan yang murah. Nah, dengan smartphone 400 ribu-an saja sudah bisa merasakan Android. Coba kalau iOS itu kan jelas harganya masih tinggi buat beberapa kalangan. Begitu juga Windows Phone dan BlackBerry,” lanjut Teguh.

Menurutnya, pertumbuhan Android di Indonesia akan stabil bahkan meningkat apabila tetap menjalankan bisnis model seperti sekarang. Tetap bersifat terbuka dan terus melakukan perbaikan dinilai akan menjadi kunci keberhasilan robot hijau.
(amr)


 http://techno.okezone.com/read/2013/07/19/325/839606/android-masih-mendominasi-preferensi-konsumen-indonesia

Adu Kuat Ponsel Pintar di Pasar Indonesia

detail berita

Smartphone di pameran PRJ 2013 (foto: Andina/Okezone)
BESARNYA ceruk pasar smartphone di Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi para vendor ponsel dunia. Bisa dikatakan, Indonesia adalah surga bagi para produsen asing.

Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, bahkan kini China terus membombardir produk-produk teranyarnya. Belasan bahkan puluhan merek, berjajar mejeng di sudut-sudut toko pusat belanja handphone.

Tidak heran bila jumlahnya (produk asing) terus bertambah, lantaran peminatnya pun fantastis. Selain harganya murah, model dengan tampilan menarik, juga teknologinya bersaing.

Gartner CAGR (commpound annual growth rate) mencatat penjualan smartphone di Indonesia dari 2011 hingga 2016 mencapai 24 persen. Bahkan pada 2013 diperkirakan terjual 13 juta unit ponsel cerdas di Tanah Air.

Begitu banyak produk yang ditawarakan, pada akhirnya kembali ke masyarakat yang akan menyeleksi. Saat ini, dua produk ternama Samsung dan Apple boleh berbangga hati dan mengangkat dagu tinggi-tinggi lantaran menjadi pasar terbesar di dunia. Boleh dikatakan unggul dari semua lini.

Sementara, jika 10 tahun lalu orang beranggapan bahwa produk China kurang berkualitas, hasil tiruan alias menjiplak, tetapi kini perlahan mulai mengikisi. Terbukti, ponsel cerdas keluaran China nyaris menyamai produk-produk unggulan Eropa lainnya.

Sebut saja, Huawei, baru-baru ini memegang rekor sebagai smartphone tertipis di dunia, justru datang dari negeri Tirai Bambu itu. Huawei Ascend P6, yang diluncurkan di London, Inggris belum lama ini, menjadi senjata Huawei untuk bertarung di pasar Indonesia.

Atau HTC yang mengklaim hanya mau disebut produk asli Taiwan ini, sukses membombardir pasar di Indonesia. Sejumlah ponsel pintarnya keluaran HTC berhasil memikat publik Indonesia dengan cita rasa teknologi canggih yang dibalut dengan model cantik nan menawan.

Ada juga OPPO, produk besutan China ini bisa dibilang pemain baru di Indonesia yang memiliki keunggulan dari segi desain dengan mengincar pasar menengah. Siapa sangka kehadirannya langsung diterima masyarakat, tanpa ragu.

Sementara Lenovo dan Acer juga tak ingin kalah bersaing. Perusahaan pengembang perangkat laptop dan komputer itu pun mencoba peruntunganya di Indonesia. Semua ponsel pintar buatan China itu kini sudah memperlihatkan taringnya di pasar global.
 
Hal itu terlihat dari data yang ada, dimana produk China sudah mampu menggeser posisi Apple. Data dari perusahaan riset pasar, Strategy Analytics, penjualan smartphone China, yakni Huawei dengan 8,1 juta smartphone yang terjual, diikuti oleh Lenovo dengan 7,9 juta, Coolpad China sebanyak 7 juta, dan ZTE dengan 6,4 juta unit.

Lokal Ikut Bersaing
Sementara dengan penuh percaya diri, sejumlah produk lokal juga ingin eksis di pasar nasional. Sebut saja, Smartfren, IMO, Cross, Tiphone, Cyrus Apel, S Nexian, Beyond, NS Icon, SPC, Mito, KNK, dan masih banyak lagi.

Khusus di Indonesia, merek ini rata-rata menargetkan pertumbuhan penjualan rata-rata 30-50 persen. Karena itu untuk memenangkan pasar, mereka sangat mengandalkan betul produk seperti tablet, smartphone dan feature phone, yang kesemuanya itu berbasis Android.

Harganya yang relatif terjangkau, dengan berbagai fasilitas layaknya smartphone, dengan rasa lokal yang begitu kental menjadi daya tarik bagi konsumen Indonesia. Target mereka adalah di daerah-daerah. Terutama mereka yang baru pertama kali membeli ponsel pertama kali dengnan system canggih.

Namun, kini mereka harus bersaing dengan produk-prduk global yang juga menghadirkan ponsel berkualitas, trendi, dan yang terpenting adalah murah. Pastinya sangat menggoda konsumen. Mana yang dipilih?

Meski tumbuh subur bak jamur di musim hujan, produk lokal dan China ini harus betul-betul mendapat perhatian khusus. Karena mudah mendapatkannya dengan harga murah, masyarakat lupa dan kurang memerhatikan, ketika barang itu rusak, kemana harus mencari pusat pelayanan (service center). Selamat berbelanja.!!!
(amr)

 http://techno.okezone.com/read/2013/07/02/57/831014/adu-kuat-ponsel-pintar-di-pasar-indonesia

Android Kian Mengepakkan Sayapnya di Indonesia

detail berita

Android (Foto: Dok Okezone)
BEBERAPA tahun terakhir ini popularitas Android kian meroket, baik di kancah global maupun regional. Tak terkecuali, Indonesia pun merasakan demam sistem operasi (OS) ‘robot hijau’ ini.

Laporan dari lembaga riset pasar GfK yang dirilis pada Mei 2013, sebagaimana dikutip dari Cnet, smartphone berbasis OS besutan Google ini telah mendominasi pasar Indonesia sebesar 51 persen.

Terungkap pula sebanyak  4,5 juta smartphone yang berhasil terjual di dalam negeri selama Januari-Maret 2013, sebanyak 2,28 juta di antaranya menjalankan OS Android.

Melihat perkembangan OS yang lahir pada 2007 ini, PR Erafone Djamitko Wardoyo pun mengakui kehebatan pesona Android yang terus bersinar.

“Android memang lebih cepat berkembang, bahkan sangat cepat dibandingkan OS lainnya. Memang, pengguna perangkat iOS juga cukup tinggi di Indonesia tetapi  belum sbanyak di negara-negara lainnya. Sementara dengan BlackBerry meskipun juga menguasai pasar Indonesia, tapi Android tetap memiliki daya tariknya tersendiri,” ungkap Djatmiko Wardoyo ketika dihubungi oleh Techno Okezone, Senin (12/8/2013).

Adapun sifatnya yang terbuka (open platform) menjadi faktor utama pendorong laris manisnya smartphone berbasis Android di Tanah Air. Sehingga, baik pengguna maupun pengembang bisa ‘mencomot’ berbagai aplikasi pilihannya langsung dari Google Play. Tentu saja bisnis model ini menciptakan ekosistem yang kondusif bagi keberlangsungan hidup OS robot hijau ini. Terlebih lagi, orang Indonesia cenderung menyukai aplikasi serba gratisan dan simpel alias nggak ribet.

“Selama bisnis modelnya gratis seperti sekarang ini, siapa saja pasti bisa menikmati Android. Dan secara logika semakin banyak pabrikan (smartphone) yang menggunakan OS ini, maka semakin laku juga dia,” tutur pakar tekologi, Teguh Prasetya dalam perbincangannya dengan Techno Okezone.

Selain itu Android juga sudah semakin mantap mengepakkan sayapnya di berbagai macam perangkat, seperti jam pintar (smartwatch), televisi pintar (smart TV), carinfotainment (perangkat dalam mobil), tablet, dan masih banyak lagi. Jelas hal ini mendatangkan keuntungan tersendiri bagi perusahaan karena bisa selangkah lebih maju ketimbang para kompetitornya.

Diperkuat lagi dengan fakta yang dipaparkan oleh Djatmiko yang menyatakan bahwa orang Indonesia memiliki kecenderungan untuk mengganti jenis smartphone-nya setiap 8-14 bulan sekali. Di samping itu, smartphone berbasis Android pun banyak yang dijual dengan harga yang miring. Sehingga, dapat dengan cepat diserbu oleh berbagai segmen konsumen low-end. Ini pula yang menjadi kekuatan nyawa Android.

Baik Djatmiko Wardoyo maupun Teguh Prasetya memprediksi bahwa OS besutan raksasa mesin pencari ini masih akan merajai pasar smartphone di dunia, khususnya di Indonesia hingga beberapa tahun ke depan. Kita lihat saja... (amr)

 http://techno.okezone.com/read/2013/08/02/325/846744/android-kian-mengepakkan-sayapnya-di-indonesia

Android 4.3 Meluncur untuk Nexus 4

detail berita

Android 4.3 Jelly Bean (Foto: Google)
LONDON - Google resmi meluncurkan versi terbaru sistem operasi (OS) Android, 4.3 Jelly Bean. Setelah memulai debut di Nexus 7 generasi kedua, OS itu dilaporkan juga telah tersedia untuk smartphone Nexus 4.

Dilansir Tech Radar, Rabu (31/7/2013), OS terbaru itu dilaporkan telah mulai meluncur di Inggris untuk Nexus 4. Sejumlah sumber mengatakan, pemilik Nexus 4 telah mendapatkan notifikasi tentang Android 4.3 dan telah siap untuk diunduh melalui Over The Air (OTA).

Menurut catatan Tech Radar, pembaruan Android 4.3 telah meluncur untuk ponsel dan tablet Nexus di Amerika Serikat (AS), setelah OS itu memulai debut pada pekan lalu. Namun pembaruan Android biasa meluncur secara bertahap ke wilayah-wilayah lain.

Android 4.3 dilengkapi dengan sejumlah fitur utama yang menjadi perhatian, antara lain kemampuan menambahkan beberapa akun pengguna, meningkatkan konektivitas bluetooth, dan dukungan OpenGPL 3.0 untuk menghadirkan grafis yang lebih baik bagi game Android.

Adapun Google, selalu memperioritaskan perangkat Nexus untuk bisa mendapatkan pembaruan Android terlebih dahulu sebelum akhirnya meluncur untuk perangkat brand lain, seperti Samsung, HTC, dan Sony.

Kendati Android 4.3 baru saja meluncur, tapi tak menghentikan berhembusnya kabar mengenai Android 5.0. Google dikabarkan masih menyiapkan inovasi mobile terbaru itu, yang diprediksi tidak akan meluncur hingga akhir  tahun ini.
(adl)

 http://techno.okezone.com/read/2013/07/31/325/845239/android-4-3-meluncur-untuk-nexus-4