Selasa, 15 November 2016

Angkatan Udara Rusia Berhasil Uji Coba Sistem Pertahanan Udara Terbaru

Kementerian Pertahanan Rusia mengaku telah sukses melakukan uji coba sistem pertahanan udara baru. Sistem pertahanan udara baru ini ditujukan untuk menepis serangan dari jarak pendek.

"Pasukan Angkatan Udara Rusia bersama-sama dengan perwakilan industri berhasil menguji-tembak sebuah sistem antimisil jarak pendek dari perisai rudal Rusia di komplek Sary-Shagan," kata Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (21/6).
Angkatan Udara Rusia Berhasil Uji Coba Sistem Pertahanan Udara Terbaru

Sementara itu, menurut wakil Komandan Angkatan Udara Rusia, Letnan Jenderal Viktor Gumenny yang turut hadir dalam uji coba itu, uji coba tersebut berjalan lancar, dan sistem pertahanan udara tersebut sudah mencapai standar yang diinginkan.

"Sistem pertahanan udara itu telah berhasil memenuhi tugasnya dengan melibatkan target tes pada waktu yang dijadwalkan," kata Gumenny dalam sebuah pernyataan.

Rusia memang tengah getol mengembangkan kekuatan militer mereka. Bukan hanya sistem pertahanan, melainkan juga kemampuan ofensif mereka, seperti pengembangan jet tempur.

Sebelumnya, United Aircraft Corporation (UAC), perusahaan pembuat jet tempur Rusia dilaporkan siap untuk memproduksi jet tempur siluman generasi terbaru, yakni T-50. Pesawat T-50 adalah jet tempur siluman generasi kelima Rusia.

Sumber : http://artileri-news.blogspot.co.id/

Angkatan Udara Rusia Berhasil Uji tembak Rudal Balistik Jarak Pendek (ABM)

Angkatan Udara Rusia telah berhasil menguji tembak rudal balistik jarak pendek (ABM) PADA Selasa (21/6/2016) pagi. Uji tembak berlangsung sekitar pukul 07.00 di Kazakhstan.

Keberhasilan uji tembak ABM Moskow telah dikonfirmasi Kementerian Pertahanan Rusia.
”Peluncuran itu untuk memverifikasi karakteristik kinerja ABM yang dioperasikan oleh Angkatan Udara,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia yang dilansir kantor berita Itar-Tass.
Kementerian tersebut mengatakan, ABM juga menjadi bagian dari sistem pertahanan rudal Rusia yang diklaim mampu menetralisir serangan nuklir yang mungkin menyasar Moskow.


Angkatan Udara Rusia Berhasil Uji tembak Rudal Balistik Jarak Pendek (ABM)

Wakil Komandan Angkatan Udara Rusia, Letnan Jenderal Viktor Gumenny, menambahkan, rudal balistik yang diuji coba berhasil mencapai target yang ditentukan.
 
Rusia telah mengembangkan sistem rudal pertahanan selama beberapa dekade untuk mengamankan keseimbangan militer strategis dengan Amerika Serikat. Saat ini, Rusia mengerahkan sistem rudal anti-balistik A-135 di sekitar Moskow. Sistem rudal ini berfungsi sebagai pencegat dan “radar” peringatan dini yang canggih.
 
AS sendiri juga terus mengembangkan sistem rudalnya, termasuk yang dibangun di Eropa Timur. Seperti diketahui, AS menempatkan sistem rudal pertahanan Aegis di Rumania dengan alasan untuk melindungi sekutu NATO di Eropa Timur dari ancaman rudal Iran dan Korea Utara.


Sumber : http://artileri-news.blogspot.co.id/

Kamis, 10 November 2016

Vladimir Putin Perinjtahkan Militer Negaranya untuk Menggelar Latihan

Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah memerintahkan militer negaranya untuk menggelar latihan untuk mengetahui seberapa cepat militer Rusia memobilisisasi pasukannya.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu mengatakan, manuver militer Rusia ini akan berlangsung hingga seminggu ke depan. Latihan ini ditujukan untuk memeriksa kesiapan unit cadangan militer dan depot senjata.

Shoigu juga mengatakan, latihan perang akan menilai kesiapan mobilisasi angkatan bersentaja Rusia dan kemampuan kecepatan para perwira militer untuk membuat cadangan militer siap beraksi.


Vladimir Putin Perinjtahkan Militer Negaranya untuk Menggelar Latihan

Ia mencatat, penekanan khusus akan diberikan kepada sisi merencanakan penggunaan kekuatan militer dalam berbagai situasi krisis, seperti dikutip dari lamanWashington Post, Selasa (14/6/2016).

Manuver terbaru yang diwujudkan dalam serangkaian latihan ini dimaksudkan untuk memperkuat kesiapan militer di tengah ketegangan dengan Barat atas Ukraina.


Sumber : http://artileri-news.blogspot.co.id/

Rusia Berencana Bangun Pangkalan AL Armada Pasifik di Kepulauan Kuril

Rusia sedang mempertimbangkan kemungkinan membangun pangkalan Angkatan Laut (AL) unit Armada Pasifik di Pulau Matua yang berada dalam rantai Kepulauan Kuril. Demikian laporan kantor berita RIA Novosti.
Komandan Militer Distrik Timur, Kolonel Jenderal Sergei Suroviki mengatakan, Geographical Society Rusia dan militer sedang melakukan ekspedisi bersama di Kepulauan Kuril

"Tujuan utama dari ekspedisi ini adalah untuk mempelajari kemungkinan membangun pangkalan pasukan Armada Pasifik di sana," kata Surovikin pada pertemuan dengan komandan seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (27/5/2016). Baca juga : Pesawat Kerap Dicegat Rusia dan China, As Waspada


Rusia Berencana Bangun Pangkalan AL Armada Pasifik di Kepulauan Kuril

Pulau Matua adalah pusat dari tiga landasan terbang pada masa Perang Dunia II. "Rusia tengah berupaya untuk meningkatkan infrastruktur militer dan persenjataan dari unit yang berbasis di Timur jauh," katanya.

Sumber : http://artileri-news.blogspot.co.id/

Sabtu, 05 November 2016

5 Peswat Jet Tempur Rusia Paling Berbahaya dan Mematikan. Page 1

Rusia dan Amerika Serikat serta negara-negara Barat telah bersaing mengembangkan pesawat tempur. Persaingan itu kian nyata setelah krisis Ukraina pecah. Sejak konflik Ukraina meletus dan Rusia dituduh sebagai biangnya, AS dan NATO “pasang badan” untuk melawan Rusia. Ketegangan kian melebar setelah NATO menumpuk kekuatan militer di Eropa timur dengan dalih melindungi sekutu-sekutunya, terutama tiga negara Baltik dari ancaman Rusia.

Rusia yang tidak terima dengan penumpukan kekuatan militer NATO di dekat wilayah perbatasannya, telah mengerahkan sejumlah pesawat tempurnya untuk bermanuver. Ketegangan ini mengingatkan kembali pada momen Perang Dingin, di mana Rusia (saat itu Uni Soviet) dan negara-negara Barat saling unjuk kebolehan dengan mengerahkan pesawat-pesawat tempur.


Setelah Perang Dingin berakhir, kekuatan militer Rusia belum pudar. Pesawat-pesawat tempurnya terus menjadi sorotan dunia. Laman nationalinterestpada Sabtu (4/7/2015) telah merilis lima pesawat tempur Rusia yang paling berbahaya sebagai berikut.

1. Sukhoi Su-27

Sukhoi Su-27 Flanker

Pesawat tempur Sukhoi Su-27 (oleh NATO dinamakan "Flanker") adalah upaya jawaban Soviet terhadap AS pada akhir 1970, di mana AS memamerkan pesawat tempur F-15 dan F-16. Pesawat Rusia ini dapat membawa berbagai senjata ke udara termasuk R-27R1, sebuah rudal jarak menengah serbaguna.

Flanker telah berulang kali mengambil peran baru dalam skuad Angkatan Udara Rusia. Pesawat tersebut telah dikembangkan dalam berbagai varian, seperti Su-34 "Fullback" dan Su-33 "Flanker-D".

Pesawat Su-27 ini telah digunakan Angkatan Udara di seluruh dunia, terutama India dan China. Indonesia dan Vietnam juga tercatat ikut menerbangkan pesawat Su-27 di Asia.

2. MiG-29

MiG-29M2 "Fulcrum"


Pesawat tempur ini berukuran kecil dan menempuh jarak pendek. Pesawat MiG-29 yang oleh NATO dinamai “Fullcrum” juga telah diproduksi massal.

Pesawat ini lebih kecil dari pesawat Su-27. Namun, Jerman menilai pesawat MiG-29 lebih lincah dari pesawat F-16. Pesawat MiG dirancang sebagai pesawat tempur multiperan dan dapat dilengkapi dengan rudal udara seperti rudal AA-8.

Fullcrum sudah banyak diekspor selama Perang Dingin dan sesudahnya. Contoh, Yugoslavia pernah menggunakan MiG-29 dalam Perang Balkan tahun 1990-an. Pemerintah Suriah juga masih mengandalkan MiG-29. Kuba, Iran dan Korea Utara juga diketahui menggunakan pesawat MiG-29 untuk memperkuat Angkatan Udaranya.

3. Sukhoi Su-35

 

Sukhoi Su-35 Indonesia

Meskipun secara teknis pesawat ini merupakan varian pesawat Su-27, tapi modernisasi pesawat Sukhoi Su-35 sangat mengesankan. Pesawat Su-35 dibangun untuk memenuhi tantangan era pasca-Perang Dingin. Pesawat ini masih menjalani pengujian, namun diperkirakan akan masuk ke dalam layanan operasional akhir tahun ini.
 
Pesawat Su-35 dapat mencapai kecepatan tertinggi 2.390 km/jam, sedikit lebih lambat dari pesawat pendahulunya Su-27. Namun, radius tempurnya lebih jauh dari Flanker. Sebagai permulaan, Su-35 memiliki 12 stasiun senjata dengan berat 8.000 kg.



Sumber : http://artileri-news.blogspot.co.id/