Rabu, 14 September 2016

Inilah 5 Pesawat Tempur Andalan Negara Cina

Perkembangan teknologi pesawat tempur telah berkembang sangat pesat khusunya setelah Perang Dunia II. Negara-negara besar di dunia telah berlomba-lomba untuk memiliki bahkan memproduksinya. 

Disamping negara adidaya macam Amerika dan Rusia, Cina juga tak kalah bersaing untuk memiliki dan menciptakan Jet Tempur Produksi dalam negeri nya sendiri meskipun di antara nya adalah versi pengembangan pesawat tempur yang sudah ada , Lantas pesawat tempur apa saja yang menjadi Andalan Negara Cina ? 

Berikut 5 Pesawat Tempur Andalan Cina :

1. Shenyang J-11

Shenyang J-11, merupakan salah satu jet tempur buatan China. Pesawat ini merupakan generasi keempat dari Sukhoi Su-27. China sendiri telah memiliki lebih dari 250 unit pesawat jenis ini.

Shenyang j11b

J-11 pertama kali diperkenalkan kepada dunia pada 1998, dan hanya digunakan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Shenyang Aircraft Corporation sendiri telah mendesain tujuh varian dari pesawat jenis ini.

Meski dibuat sendiri oleh China, namun kekuatannya tak kalah dengan buatan asing. Pesawat dengan panjang 21,9 meter dan tinggi 5,92 meter ini memiliki bobor kosong 16.380 kg.

Pesawat tempur ini dilengkapi dua buah mesin Lyulka AL-31F atau Woshan WS-10A "Taihang" turbofans. Dengan kedua mesin itu, J-11 mampu melesat dengan kecepatan 2,35 mach atau 2.500 km per jam, serta menempuh jarak hingga 3.530 km.

J-11 sebenarnya dipakai untuk penguasaan udara jika terjadi perang. Untuk memenuhi tugas itu, jet tempur ini dilengkapi senjata jenis Gryazev-Shipunov GSh-30-1 cannon kaliber 30. Ditambah slot beberapa slot di beberapa bagian pesawat untuk membawa misil, roket maupun bom cluster.

2. Sukhoi Su-30MKK 

merupakan desain khusus yang diberikan pabrikan Sukhoi untuk kebutuhan PLA. Peningkatan terjadi pada sistem avionik dan kemampuan serang maritim pada pesawat ini.

 Sukhoi Su-30MKK

Secara umum, pesawat dengan panjang 21,9 meter dan tinggi 6,36 meter ini memiliki bobot seberat 24.900 kg. Jet ini juga dilengkapi dua mesin jenis Lyulka AL-31F turbofans yang mampu membuatnya melesat hingga 2 mach atau 2.120 km per jam, dan jarak hingga 3.000 km.

Untuk kepentingan pertempuran udara, pesawat multifungsi ini dilengkapi GSh-30-1 gun kaliber 30 mm yang mampu menembak hingga 150 peluru. Semua jenis roket dan bom bisa diangkut Su-30MKK, atau bisa pula dipasang misil udara-darat atau udara-udara.

Sebanyak 100 Su-30MKK sudah berdinas di kemiliteran China sejak 2012 dan ditempatkan di berbagai divisi Angkatan Udara maupun Laut PLA.


3. Shenyang J-16

Shenyang J-16 merupakan jet tempur jenis terbaru yang dimiliki militer China yang dirancang dan dibuat oleh Shenyang Aircraft Corporation. Jet tempur multifungsi ini merupakan varian dari J-11BS dengan beberapa peningkatan kemampuan tempuh serta avionik, banyak yang menyebut konsep pesawat ini mirip dengan F-15E Strike Eagle.

 Shenyang J-16

Seperti jenis pesawat sebelumnya, jet tempur ini memiliki beberapa alat canggih berupa AESA radar, peringatan tembakan misil, mesin WS-10 dan lain-lain. Berdasarkan laporan dari media setempat, J-16 dibangun berdasarkan J-11, atau kopi dari Sukhoi Su-30MKK.

Pesawat ini memiliki karakter umum berupa panjang 21,9 meter, tinggi 6,36 meter dan bobot kosong 17.700 kg. Dua buah mesin WS-10A yang terpasang di masing-masing pesawat, J-16 mampu melesat hingga kecepatan 2 mach atau 2.120 km per jam, namun jarak tempuhnya meningkat hingga 3.900 km.

Pesawat ini dilengkapi sistem persenjataan berupa GSh-30-1 cannon kaliber 30 mm yang mampu menembak hingga 150 peluru. Tak hanya itu, J-16 mampu mengangkut 12 ton misil dan bom dalam sebuah misi pertempuran.


4. Xian JH-7

Jet tempur jenis Xian JH-7 atau dengan nama lain Flying Leopard ini merupakan generasi keempat dari pesawat tempur dan pembom yang dimiliki AU dan AL PLA. Pesawat ini dibuat Xian Aircraft Industry Corporation, hingga kini sudah terdapat lima varian dari jet tempur ini.

Xian JH-7

Pesawat ini mampu mengangkut 9.000 ton persenjataan berupa bom maupun misil. Dilengkapi dua mesin Xian WS-9, JH-7 mampu melesat dengan kecepatan Mach 1,75 atau 1.808 km per jam. Jarang yang ditempuh dalam pertempuran bisa mencapai 1.759 km, atau 3.700 km dalam keadaan damai.

JH-7 sendiri dilengkapi sebuah twin-barrel GSh-23L autocannon kaliber 23 mm yang mampu menembakkan 300 butir peluru. Dalam sekali penerbangan, pesawat ini mampu mengangkut 9 jenis senjata berupa roket, misil maupun bom.


5. Xian H-6

Xian H-6 merupakan jenis pesawat bomber versi China dari Tupolev Tu-16 buatan Uni Soviet, dilengkapi dua mesin jet yang dibuat khusus untuk AU PLA. Pembuatan pesawat ini bermula dari kedatangan Tu-16 pada 1958 dan ditandatanganinya lisensi pembuatan pesawat tersebut.

 Xian H-6

Pesawat berbobot kosong 37.200 kg ini dilengkapi dua mesin Xian WP8 turbojets yang membuatnya mampu melesat hingga 1.050 km per jam. Jarak tempuh yang mampu dicapai pesawat ini mencapai 6.000 km dengan radius pertempuran hingga 1.800 km.

Sebagai pelengkap, pesawat ini dilengkapi berbagai macam senjata, yakni tujuh unit Nudelman-Rikhter NR-23 cannons kaliber 23 mm yang ditempatkan di depan, ekor maupun kiri dan kanan pesawat. Senjata-senjata itu digunakan untuk perlindungan jika disergap pesawat musuh.
 
 
Sumber :  http://artileri-news.blogspot.co.id

Jet Tempur Cina Lakukan Manuver Dekat Perairan Jepang

Jepang mengirimkan beberapa jet tempurnya ke sejumlah pulau yang berada sebelah selatan negara itu. Langkah ini diambil Jepang setelah 11 pesawat China kedapatan terbang di dekat pulau-pulau tersebut.


Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, 11 pesawat China itu terdiri dari delapan pesawat pembom, dua pesawat intelijen, dan satu pesawat peringatan dini (AEW). Mereka terbang di dekat pulau Miyako dan Okinawa dan belum sempat melanggar batas wilayah seperti dikutip dari laman Al Jazeera, Sabtu (28/11/2015).

Jet Tempur Cina
Sedangkan juru bicara Angkatan Udara China, Shen Jinke membenarkan jika sejumlah pesawat AU China melakukan manuver di atas Pasifik Barat. Hal itu dilakukan dalam rangka latihan perang terbuka di laut guna mengukur kemampuan tempur jarak jauh militer negara itu.
Jepang telah ratusan kali mengirimkan pesawat-pesawat tempurnya untuk mempertahankan wilayah udaranya dari gangguang pesawat Rusia dan China di sejumlah daerah.

Beijing sendiri telah memperingatkan secara dini terkait meningkatnya ketegangan diantara kedua negara Asia Timur itu. Keduanya kerap berselisih atas sengketa Laut China Timur.


source: sindonews.com
Sumber : http://artileri-news.blogspot.co.id

Jumat, 09 September 2016

China Menjerit saat Jepang Siap Terjun ke Laut China Selatan

Tokyo – Jepang, untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, mengizinkan militernya beroperasi di luar negeri. Namun langkah Jepang ini langsung dikecam China karena mengkhawatirkan eskalasi konflik di Laut Cina Selatan.


Beijing mengecam Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyusul diberlakukannya Undang-Undang (UU) keamanan baru, Selasa (29/3/2016). UU ini memungkinkan militer Jepang beroperasi di luar negeri.Sejak berakhirnya Perang Dunia II, peran militer Jepang tunduk pada prinsip pasif dan dibatasi pada pertahanan negara.Peraturan yang disahkan parlemen September tahun lalu itu, menganulir konstitusi pasif Jepang dan membuka jalan bagi keterlibatan militer dalam di konflik di Laut China Selatan.Beijing melalui kantor berita China, Xinhua, sontak menuding pemerintahan Shinzo Abe mengabaikan konstitusi. Kebijakan itu pada akhirnya “hanya akan mengancam hak warga Jepang untuk hidup dalam damai,” tulis media China.Xinhua juga menilai UU keamanan yang baru akan menjadi “tantangan besar untuk perdamaian di kawasan Asia Pasifik yang saat ini telah sangat rentan.”Partai Demokratik Liberal pimpinan Shinzo Abe yang menggandeng koalisi untuk meloloskan amandemen tersebut, meski sempat memicu protes dari masyarakat Jepang.Tokyo beralasan amandemen UU keamanan diperlukan sebagai reaksi atas perubahan iklim keamanan di Asia Timur, termasuk ancaman nuklir Korea Utara serta ambisi militer China di Laut China Timur dan Selatan.PM Abe meyakini perubahan peran militer Jepang akan menguntungkan kemitraan strategis dengan Amerika Serikat. Jepang, ujar Abe, “sekarang bisa membantu dalam situasi darurat dan memperkuat ikatan aliansi kedua negara.”Meski demikian, menurut jajak pendapat terbaru oleh harian Kyodo News, hanya 30 persen penduduk Jepang yang mendukung amandemen UU keamanan itu. Mayoritas, hampir 50 persen, penduduk Jepang menolak


.Sumber : Kompas.com

India Luncurkan Kapal Selam Scorpene

Kalvari’, merupakan kapal selam kelas Scorpene pertama yang dibangun di galangan kapal Mazagon Dock Mumbai (MDL), India dan untuk pertama kalinya diluncurkan ke laut 2/5/2016. Menurut rincian yang diberikan oleh MDL, kapal selam Scorpene ini berlayar sekitar 1000 jam di bawah propulsi sendiri untuk percobaan pertama di laut, di lepas pantai Mumbai. Selama sortie itu, kapal selam ini menyelesaikan sejumlah tes awal pada sistem propulsi, Auxiliary Peralatan dan sistem, bantuan Navigasi, Alat Komunikasi dan Steering gear. Kapal selam itu kemudian kembali ke pelabuhan di malam hari setelah menjalani prosedur operasi standar.
Peluncuran perdana kapal selam Scorpene menandai tonggak dalam tahap pengembangan kapal selam konvensional India. Uji coba akan diikuti oleh sejumlah percobaan laut lainnya seperti percobaan permukaan, percobaan diving, uji coba senjata, uji kebisingan dan juga menguji kapal selam ke tingkat operasi yang ekstrem. Ujicoba kapal selam ini menjadi fase pembuka jalan bagi lima kapal selam Scorpene lainnya yang akan mengikuti jejak Kalvari.
India bergabung dengan kelompok eksklusif negara pembuat kapal selam pada tanggal 7 Februari 1992, dengan commissioning pertama dibangun kapal selam INS Shalki. Mazagon Dock kemudian melanjutkan untuk commissioning kapal selam lain, INS Shankul, pada tanggal 28 Mei 1994. Kapal selam ini masih dalam pelayanan bahkan dua dekade setelah mereka ditugaskan.
Pada tahun 1999, Angkatan Laut India mencanangkan Rencana Akuisisi kapal selam, dengan roadmap 30 tahun untuk membuat 12 kapal selam pada tahun 2012 dan jumlah itu diperkirakan dua kali lipat pada 2029. Namun sempat terjadi keterlambatan akuisisi, sehingga jumlah kapal selam operasional di Angkatan Laut India turun dan tinggal segelintir, karena adanya kecelakaan yang merusak kemampuan operasional platform yang ada. Sementara, saat ini hanya ada satu kapal selam nuklir INS Chakra yang disewa dari Rusia. Kini dilakukan penyewaan kapal selam kedua dan membangun kapal selam sendiri yang kini mulai menjadi kenyataan.
Kalvari adalah Tiger Shark yang ditakuti, predator laut dalam yang mematikan. Seperti tradisi, kapal kapal selam Angkatan Laut India, namanya dihidupkan kembali setelah dekomisioning. Kalvari, yang juga kapal selam India pertama, ditugaskan ke Angkatan Laut India pada tanggal 8 Desember 1967. Dia telah dinonaktifkan pada tanggal 31 Mei 1996 setelah hampir 30 tahun melayani Angkatan Laut India. Dalam tradisi bahari dia sekarang akan kembali menjelma, yang dilakuka oleh Mazagon Dock, menjadi predator yang kuat dan mematikan, untuk menjaga kepentingan maritim yang luas dan wilayah bangsa India. [Indianexpress.com]

Senin, 05 September 2016

Ingin Kembali Ditakuti Dunia, Indonesia Tertarik Beli Senjata Rusia


Pesawat jet tempur Su-35 Rusia. Indonesia beli 10 jet tempur canggih ini. | (Sputnik/ Anton Denisov)


MOSKOW - Militer Indonesia tertarik untuk membeli senjata-senjata ampuh Rusia. Militer Indonesia ingin kembali pada satu waktu di mana tentaranya ditakuti dunia dan dihormati sekutunya berkat senjata canggih yang dimiliki.

Hal itu disampaikan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Gatot Nurmantyo, saat kunjungan ke Moskow, Rusia, hari Kamis (7/4/2016).

Jenderal Gatot mengatakan, Indonesia tertarik kerjasama militer dan teknis dengan Rusia. Sebagai negara Asia, kata dia, Indonesia sangat membutuhkan senjata-senjata ampuh.

”Kembali dalam waktu, tentara Indonesia ditakuti dan dihormati oleh sekutunya berkat senjata Soviet (Rusia) yang sangat kuat pada saat itu,” katanya.
“Kami sangat berharap bahwa kerjasama di lapangan akan terus terjalin saat ini. Kami tertarik pada senjata ampuh,” ujarnya padapertemuan dengan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, seperti dikutip dari Sputniknews.

Menurutnya, kunjungan ke Moskowmerupakan perintah langsung dari Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).
Dia tidak merinci, senjata canggih Rusia jenis apa yang membuat militer Indonesia terpikat. Saat ini, senjata Rusia yang memikat banyak negara salah satunya adalah sistem rudal pertahanan S-300 dan S-400. Sedangkan pesawat jet tempur canggih Rusia yang juga banyak dipesan sejumlah negara adalah pesawat jet Su-35 Flanker.

Pada bulan Maret 2016, Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu,mengumumkan Moskow dan Jakarta pada April ini meneken kontrak untuk pengiriman 10 pesawat jet tempur Su-35 Flanker Rusiauntuk menggantikan armada F-5 Tiger buatan Amerika Serikat.

Namun, pengiriman 10 pesawat jet tempur Su-35 itu dilaporkan baru bisa terlaksana tahun 2018 karena Indonesia ikut antre bersama beberapa negara yang juga membeli pesawat jet tempur canggih itu.
Sindonews

Sumber :  http://www.analisis-militer.com