Jumat, 15 Februari 2013

Tank Marder 1A3 TNI AD

Tank Marder 1A3
Tank Marder 1A3 (Foto:defencenet.gr)
Bersamaan dengan pembelian main battle tank dari varian Leopard 2A4 dan varian Leopard Revolution, TNI AD setidaknya juga mendapat jatah 50 buah tank bersenjata angkut personel Marder 1A3, yang juga merupakan buatan pabrikan pertahanan Rheinmetall, Jerman.
Ditilik dari riwayatnya, tank Marder sebenarnya produk lama. Prototipe awalnya saja dirancang tahun 1960-an, dengan produksi perdana pada 1971, yang dilanjutkan dengan pengembangan sejumlah varian hingga tahun 1990-an. Bahkan, untuk saat ini sebagian tank Marder varian awal di Jerman sudah akan digantikan oleh generasi yang lebih baru yaitu Puma.
Meskipun begitu, kehadiran Marder di tanah air tetap akan menambah daya tempur TNI AD. Soalnya boleh dibilang inilah kali pertama TNI AD mengoperasikan kendaraan tempur lapis baja angkut personel yang memiliki daya gebuk jauh lebih baik dari yang selama ini dimiliki. Memang, dari segi pengategorian, Marder ini tergolong apa yang diistilahkan di dunia militer Barat sebagai infantry fighting vehicle (IFV), yaitu kendaraan tempur angkut infantri, namun dengan kemampuan tempur terbatas.
Salah satu ciri khas IFV seperti Marder adalah adanya kanon atau meriamnya berkaliber kecil, yang untuk Marder menggunakan Rheinmetall MK 20 Rh202 kaliber 20 mm . Kanon yang dipakai adalah dari jenis otomatis, artinya peluru tidak perlu di-reload (diisi) satu persatu. Peluru yang digunakan bisa dari berbagai jenis seperti amunisi konvensional, penembus baja serta high explosive (HE) atau amunisi berdaya ledak tinggi. Hal ini jelas tidak dimiliki oleh kendaraan angkut personel yang selama ini dioperasikan TNI AD yaitu AMX VCI serta Alvis Stormer, yang hanya dibekali senapan mesin berat kaliber 12,7 mm atau 7,62 mm.

Bagian belakang Marder 1A3
Bagian belakang Marder 1A3 (Foto:Sonaz/Wiki)
Sebagai senjata tambahan, pada bagian kiri turret (kubah/menara) kanon terpasang sejajar senapan mesin 7,62 mm. Turret senjatanya busa diputar 360 derajat, sementara kanonnya bisa digerakkan vertikal dari -17 derajat hingga +65 derajat dengan kecepatan 40 derajat per detik. Sebagai tambahan peranti beladiri, Marder dilengkapi dengan tujuh pelontar granat kaliber 76 mm untuk melontarkan granat asap.
Desain interior Marder tak jauh berbeda dengan kendaraan tempur asal Eropa sejenisnya. Pengemudi duduk di sisi kiri depan, sementara mesin berada di sebelah kanannya. Di bagian tengah terdapat tempat untuk dua awak di bawah kubah meriam, di mana komandan kendaraan duduk di kanan dan juru tembak di kiri. Di bagian belakang terdapat ruang pengangkut enam personel infantri yang duduk beradu punggung, bukan berhadapan.
Marder menggunakan mesin diesel MTU MB Ea-500 enam silinder berpendingin cair yang mampu menghasilkan 600 hp (tenaga kuda). Pada varian awal Marder, mesin ini mampu memacu kendaraan hingga 75 km/jam di jalan mulus. Namun pada varian berikutnya di mana sudah tedapat sejumlah modifikasi yang membuat berat kendaraan bertambah secara signifikan hingga mencapai sekitar 35-an ton, kecepatan maksimalnya pun turun menjadi sekitar 65 km/jam saja.
Spesifikasi Tank Marder 1A3
Tipe
Tracked multi-role armoured infantry fighting vehicle
Produsen
Rheinmetall AG Jerman
Kru
3 + 6 Infantri
Panjang
6,8 m
Lebar
3,4 m
Tinggi
3 m
Berat
33,5 ton
Persenjataan
- Meriam Rheinmetall MK 20 Rh 202 20 mm
- Senapan mesin 7,62 mm
- Enam peluncur  granat asap
Mesin
diesel MTU MB Ea-500 600hp
Kecepatan maksimal
66 km/jam
Jarak tempuh
500 km

Selasa, 12 Februari 2013

M160 MV-4, Kendaraan AS Penghancur Ranjau di Afghanistan

M160 MV-4 Kendaraan robot penghancur ranjau

Angkatan Darat Amerika Serikat telah menggunakan kendaraan robot M160 MV-4 flail dengan kendali jarak jauh yang dibuat oleh sebuah perusahaan Kroasia DOK-ING di Afghanistan untuk misi pembersihan rute (clearance missions).

MV-4 yang dibuat oleh Kroasia ini merupakan sebuah sistem pelacak dan penghancur ranjau. MV-4 telah membuktikan kehandalan dan daya tahannya dari alat peledak improvisasi (IED) dan Un-Exploded Ordnance (UXO) di Afghanistan dan negara lain seperti Irak, Nikaragua dan Srilanka.

Dengan menggunakan kendaraan robot baru ini, tentara AS dapat mengamankan rute tanpa perlu menempatkan diri mereka dalam bahaya. Ketangguhan dari M160 MV-4 telah menjadi prioritas bagi satuan spesialis C-IED "Task Force Rampant" untuk saat ini, kata Sersan Mayor Leonard Meeks, dari satuan TF Rampant. Sebuah gugus tugas yang bertugas mengembangkan dan menerapkan teknik, taktik dan prosedur dengan memanfaatkan teknologi baru dan kemampuan untuk membersihkan rute, mengatasi IED di Afghanistan.

Remote control MV-4 dan MV-10
Remote control MV-4 dan MV10
M160 MV-4 menggunakan sistem flail (memukul-mukul), yang terdiri dari poros berputar dengan 3 palu rantai berputar, yang menghantam permukaan tanah untuk meledakkan atau menggali ranjau mematikan dan artileri yang tidak meledak. Tindakan "memukul-mukul" tanah ini gunanya untuk membuat jalur perjalanan yang aman bagi pasukan untuk mencapai wilayah tertentu.

Sistem ini efektif dalam menghancurkan ranjau anti-personil di semua jenis medan, tanah dan vegetasi. Robot MV-4 yang berbobot 5 ton ini diproduksi oleh perusahaan DOK-ING di Kroasia. Perusahaan ini telah menempatkan lebih dari 100 kendaraan ini dalam operasi ranjau di seluruh dunia. Terlepas dari yang dioperasikan Angkatan Darat Amerika Serikat di Afghanistan, robot MV-4 ini juga beroprasi untuk menetralkan ranjau dan misi pembersihan rute oleh militer Swedia, Irak, Nikaragua dan Srilanka.

Kendaraan ini menggunakan lapis baja yang kuat, dengan komponen mesin dan bagian vital yang juga dilindungi oleh plat baja agar bisa tetap bertahan dari semua jenis ranjau anti-tank. Karena dimensi MV-4 yang kecil, kendaraan robot ini juga dapat digunakan dalam ruang terbatas seperti halaman rumah, kebun, daerah berhutan, sungai dan medan-medan lainnya yang tidak dapat dijangkau kendaraan/mesin yang lebih besar.

MV-4 dapat dilengkapi dengan tambahan alat termasuk flail, yang digunakan untuk menghantam ranjau. Tambahan lainnya termasuk pasak (tiller), penggilas (roller), pisau dozer atau gripper. Beberapa kelengkapan tambahan ini biasanya digunakan untuk menghancurkan ranjau kecil anti-personil dan jenis ranjau bouncing fragmentation yang sangat berbahaya.

MV-4 menetralkan ranjau di Afghanistan
MV-4 menetralkan ranjau di Afghanistan
MV-4 mampu membersihkan area seluas 2.200 meter persegi dalam 1 jam apabila digunakan dalam mode continuous. Perusahaan Kroasia ini juga memproduksi MV-10, lebih besar dari MV-4 yang tugasnya lebih khusus untuk menyapu ranjau anti-tank.

M160 MV-4 adalah kendaraan pertama dari jenisnya dan sebagai tambahan peralatan terbaru yang dikirim ke Pusat Pelatihan Mobilisasi, sebuah program latihan untuk membersihkan rute di Fort Bliss. Detasemen pertama dari Brigade Lapis Baja Divisi 1 Angkatan Darat AS Task Force Rampant, baru-baru ini dilatih menggunakan kendaraan baru ini di Fort Bliss, sebagai bagian dari persiapan mereka sebelum dikirimkan ke Afghanistan.

"Setelah mereka berlatih dengan menggunakan peralatan ini, nantinya mereka akan siap tiba di teater perang (Afghanistan dll) dengan sebuah keterampilan yang unik dan kritis," kata Letnan Kolonel Harun Dorf, Komandan satuan Task Force Rampant.

MV-10
MV-10
Kegiatan pelatihan selama dua hari itu meliputi pelatihan sosialisasi, instruksi pemeliharaan lapangan dan dasar mengemudi dan kemampuan kontrol manuver. Setelah tahap ini, operator diajarkan bagaimana untuk mengatasi hambatan (ranjau dll) dan melakukan praktik jalan sejauh 3,1 km di jalur tes.

Kunci efektif dari kemampuan "memukul-mukul" dari MV-4 ini terletak pada kecepatan variabel peralatan, tekanan yang benar dan gear. sebelum memasuki area yang mencurigakan, tentara sebelumnya harus melakukan tes tanah untuk memeriksa efektivitas pengaturan dan kemudian disesuaikan dengan kebutuhan.


http://www.artileri.org/2013/01/m160-mv-4-kendaraan-as-penghancur-ranjau.html

ZTD-05, Kendaraan Tempur Amfibi China

Kendaran tempur amfibi China ZTD-05

ZTD-05 adalah kendaraan serbu amfibi (AAV) lapis baja yang dirancang dan diproduksi sendiri oleh China. Nama ZTD 05 merujuk pada nomor seri kendaraan amfibi yang dikembangkan oleh China. Ini merupakan kendaraan serbu amfibi kelas menengah yang tercepat dan paling maju yang diproduksi oleh China. ZTD-05 dirancang untuk China oleh biro KBP Tula, menggunakan kompartemen tempur kendaraan lapis baja infanteri Rusia BMP-3 sebagai acuan awal. Pabrikan mesin Kurgan juga diikutsertakan dalam pengembangan kendaraan ini, serta untuk peluncuran produksi massal.

Varian dari kendaraan jenis ini antara lain ZBD-04, yang merupakan versi infanteri dengan senjata 30 mm dan terdapat juga varian untuk pos komando.

ZTD-05 dipersenjatai dengan cannon 105mm yang mampu menembakkan beberapa jenis amunisi, mirip dengan yang digunakan pada tank amfibi ZTS63A. Senjata sekunder meliputi senapan mesin koaksial 7,62mm dan dua set dari empat peluncur granat asap yang dipasang di sisi turret (kubah).

Lambung dan turret dari ZTD-05 terbuat dari konstruksi baja yang dilas, yang memberikan perlindungan dari senjata kecil, pecahan granat dan serpihan amunisi lainnya.

ZTD-05 menggunakan mesin bertenaga kuat dan mampu menavigasi pada kecepatan tinggi di air. ZTD-05 berfitur large flat, lambung layaknya kapal, dengan enam roda ganda dan tiga return roller. Bagian atas suspensinya dilindungi dengan pelat baja.

ZTD-05 memiliki fitur yang berkategori sangat baik, termasuk spurnwater yang berada di depan body yang dapat mengimbangi resistensi air dan mempercepat gerakannya di air. ZTD-05 menggunakan dua water jet besar untuk mencapai kecepatan tinggi untuk perjalanan di atas air, sehingga mengurangi ancaman ranjau musuh dan pertahanan pantai yang biasa dihadapi oleh kendaraan-kendaraan amfibi. ZTD-05 dilengkapi dengan sistem komputerisasi kontrol tembak (FCS), yang mencakup komputer kontrol tembak, visual komandan dengan laser rangefinder dan display night vision pasif untuk penembak. Untuk lebih memudahkan operasinya, ZTD-05 juga dilengkapi dengan navigasi GPS dan imaged intensifier night vision atau thermal imaging system.

Kendaran tempur amfibi China ZTD-05

Kendaran tempur amfibi China ZTD-05

Kendaran tempur amfibi China ZTD-05

Kendaran tempur amfibi China ZTD-05
Karakteristik dan Spesifikasi ZTD-05
Persenjataan
1 Cannon 105 mm dan 1 senapan mesin koaksial 7,62
Negara pengguna
China
Pembuat
Biro KBP Tula
Perangkat tambahan
GPS, sistem proteksi NBC, Night/Day driving vision, sistem kontrol  tembak komputer, laser rangefinder
Kru
4 tentara
Lapis baja
Perlindungan dari senjata kecil dan pecahan ranjau dan pecahan amunisi besar lainnya
Berat
?
Kecepatan
65 km/jam di darat dan 45 km/jam di air
Jarak tempuh
500 km
Dimensi PxLxT
?

Stryker, Kendaraan Tempur AS di Afghanistan

Kendaraan tempur Angkatan Darat AS

Lebih dari 18 bulan yang lalu, kendaraan tempur Angkatan Darat AS "Stryker" mengalami perubahan sejak belajar dari pengalaman di medan perang sesungguhnya yaitu Afghanistan. Desain lambungnya dirubah dan ditingkatkan untuk melindungi tentara dari bahan peledak improvisasi dan ranjau di jalan.

Desain baru pada bagian bawah body, yang dikenal sebagai "double v-hull" atau DVH, didasarkan dari teknologi yang mirip dengan kendaraan anti ranjau yang mana akan "membelokkan" ledakan jauh dari kendaraan dan prajurit di dalamnya.

Stryker DVH menempatkan konsep yang lebih baik dengan meningkatkan kekuatan armor (lapis/baju besi), suspensi baru dan kursi blast-attenuating (anti kejut). Program kendaraan ini termasuk cepat sejak dimulainya konsep produksi, hanya kurang dari 1 tahun untuk memulai debutnya di Afghanistan pada awal musim panas 2011.
Kendaraan Tempur Angkatan Darat AS

Pada bulan ini, 673 Stryker DVH telah diproduksi, yang mana 450 unit telah diterjunkan ke Afghanistan. Sudah lebih dari 1 tahun setengah pengalaman tempur kendaraan ini, jadi ada cukup data untuk menyatakan Stryker DVH sukses, kata Letnan Kolonel Eric Frutchey, manajer produk untuk Stryker.

"Daya tahan kendaraan ini luar biasa," kata Frutchey. "Mayoritas tentara yang bertugas dengan menggunakan Stryker di Afghanistan, memiliki tingkat kecelakaan dan korban yang menurun drastis."

Frutchey mengatakan tingkat kesipaan operasionl dari Stryker DVH telah meningkat, untuk tingkat bulanan rata-rata 99 persen. Salah satunya disebabkan karena upgrade baru ketahanan suspensi menjadi 55.000 pon.

Angkatan Darat AS juga mencari upaya untuk meningkatkan keselamatan tentara di dalam Stryker DVH dengan menerapkan integrasi sistem roller ranjau. Dengan cara meledakkan ranjau jauh dari Stryker. Dengan ini tentara dalam Stryker akan mendapatkan perlindungan yang lebih baik. Saat ini, 144 roller ranjau dan 80 kit untuk integrasi dengan Stryker telah dikirimkan ke Afghanistan, dan masih banyak lagi yang dalam perjalanan.
 http://www.artileri.org/2012/12/stryker-kendaraan-tempur-as-di-afghanistan.html

Bionix, Kendaraan Tempur Infanteri Singapura

Kendaraan tempur infanteri Bionix dikembangkan oleh Singapore Technologies Automotives (sekarang Singapore Technologies Engineering) dan telah digunakan Angkatan Darat Singapura sejak tahun 1999 dalam varian Bionix 25 dan Bionix 40/50.

Bionix II (BXII) mulai digunakan oleh Angkatan Darat Singapura pada bulan Oktober 2006. Bionix II ini dikembangkan secara bersama-sama oleh ST Engineering, Defence Science and Technology Agency (DSTA) dan Angkatan Darat Singapura.

Kendaraan tempur infanteri Bionix
Bionix II, varian terbaru dari kendaraan tempur infanteri Bionix
Kendaraan lain yang masuk dalam keluarga Bionix adalah Kendaraan Lapis Baja Recovery (ARV), yang dilengkapi dengan winch 25t dan derek 30t, dan Kendaraan Lapis Baja Jembatan (AVLB), yang dilengkapi dengan sebuah jembatan MLC30 yang diluncurkan dengan remote control dan Kendaraan Angkut Infanteri (ICV)

Kendaraan Tempur Infanteri Bonix II

Bionix II memiliki lambung umumnya kendaraan tempur infanteri, tetap menggunakan power pack dan suspensi dari varian sebelumnya, namun dilengkapi dengan sistem jaringan manajemen pertempuran digital, ATK mk44 Bushmaster 30mm dual-feed cannon dan paket armor modular. Dua tentara pada turret dan dapat mengangkut hingga sepuluh tentara. Bionix II juga dipersenjatai dengan sebuah senapan mesin koaksial 7.62mm dan sebuah senapan mesin umum 7.62mm.

Bionix II memiliki pengamatan termal siang dan malam hari yang baik, dengan sistem stabilisasi dual-axis untuk meningkatkan pelacakan target. Pengintai lasernya memiliki jangkauan hingga 3 km.

Kendaraan Tempur Lapis Baja Bionix 25

Bionix 25, turret dapat ditempati oleh 2 tentara dan juga dapat mengangkut sepuluh tentara. Bionix 25 dipersenjatai dengan cannon ATK M242 25mm Bushmaster dual-feed dengan stabilisator vertikal dan horizontal. Meriamnya siap menembakkan 180 amunisi 25mm dalam satu putaran ditambah 420 putaran dalam stok amunisi.

Kendaraan tempur infanteri Bionix
Bionix II, mulai digunakan Angkatan Darat Singapura sejak bulan Oktober 2006

Penembak memiliki 8x perbesaran siang dan penglihatan malam termal dengan dua bidang pandang untuk meriam 25 mm. Laser Rangefinder juga dapat ditambahkan untuk penglihatan siang dan malam hari. Kendaraan ini memiliki enam peluncur granat asap 76mm.

Bionix Angkut Pasukan 40/50

Hanya 1 tentara di turret Bionix 40/50. Varian Bionix yang satu ini diproduksi oleh Chartered Industries of Singapore dan dapat mengangkut 11 tentara. Memiliki stasiun senjata kembar dengan peluncur granat 40 mm, senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm.

Turret (Kubah)

Bionix dengan dua tentara pada turret menggunakan turret yang kesemuanya dilas dengan baja konstruksi. Proteksi lapis baja tambahan dapat dipasang dengan lapisan pasif. Stasiun penembak berada di sebelah kanan dan stasiun komandan di sebelah kiri, masing-masing dengan dilengkapi dengan tutup palka tunggal.

Lintasan turret 360° dengan kontrol digital. Baik penembak dan komandan memiliki tombol stop lintasan turret. Periskop memberikan penembak bidang pandang ke kanan dan ke bagian belakang kendaraan. Komandan memiliki relay optik sekunder dari pandangan penembak dan juga periskop dengan bidang pandang ke depan, kiri dan belakang.

Bionix 25 dan Bionix 40/50
Bionix 25 (kiri) dipersenjatai dengan meriam 25 mm dan Bionix 40/50 (kanan) dengan peluncur granat 40mm dan senapan mesin.

Hull (Lambung)

Hull dan turret kesemuanya dilas dengan baja konstruksi dengan proteksi lapis baja modular pasif. Akses ke kompartemen pasukan di bagian belakang kendaraan menggunakan power-operated ramp, yang dapat digunakan sebagai akses darurat dan pintu keluar.

Stasiun Pengemudi

Stasiun pengemudi memiliki tiga pemandangan periscopik. Kedua periskop luar adalah pemandangan siang sedangkan periskop pusat dapat dengan cepat berubah antara lingkup siang dan malam lingkup gambar-intensif.

Bionix khusus jembatan
Bionix khusus jembatan (AVLB), dilengkapi dengan jembatan MLC30

Mesin

Power pack, yang dapat dengan mudah dilepas di lapangan dalam waktu kurang dari 15 menit, dipasang di bagian kanan depan kendaraan.

Mesin diesel Detroit Diesel 6V-92TA turbocharged menghasilkan tenaga 475 hp pada 2.400 rpm, potensialnya mencapai 550hp. Mesin ini dilengkapi dengan injeksi diesel yang dikontrol secara elektronik. Kompartemen mesin dilengkapi dengan deteksi kebakaran otomatis dan sistem pencegah kebakaran dry-powder dilengkapi sebagai cadangan.

Kendaraan ini dilengkapi dengan transmisi otomatis hydromechanical HMPT-500EC dan final drive dari General Dynamics Land Systems.

Bionix recovery
Bionix recovery (ARV), dilengkapi dengan winch 25t dan derek 30t

Sistem pendingin, disediakan oleh Galley, dirancang untuk menjadikan kendaraan ini low thermal signature yang rendah. Dua tangki bahan bakar dengan total kapasitas 562l terpasang di kedua sisi dan di bagian atas lambung.

Suspensi dan Running Gear

Suspensi Hydrostrut dari Horstman Defence Systems, yang berbasis di Bath Inggris, memberikan stabilitas bagi pengoperasian sistem persenjataan dan kondisi mendaki yang nyaman. Suspensi ini merupakan hydropneumatic dan didasarkan pada unit suspensi Hydrogas yang terbukti keunggulannya dipasang pada tank Challenger dan AS 90 self-propelled howitzer.

Mobilitas

Bionix memiliki kecepatan 70km/jam di jalan mulus dan 25km/jam sampai 40km/jam di medan yang tidak rata. Dengan kecepatan 45km/jam, kendaraan ini mampu berjarak tempuh 415 km tanpa mengisi bahan bakar.

Bionix angkut infanteri
Bionix angkut Infanteri (ICV), dengan remote pada stasiun senjata

Dengan turning radius 9,9 m dan 6,5 m pivotal turn, kendaran ini dapat bermanuver dengan lincah di lingkungan perkotaan atau ruang terbatas.

Beberapa manuver rintangan yang bisa dilewati oleh Bionix antara lain parit 2,2 m, dinding setinggi 0,8m dan mampu melewati medan air dengan kedalaman 1m (dengan persiapan). Kendaraan ini sepenuhnya dapat menjadi kendaraan amfibi bila kit opsional telah dipasang.

Karakteristik dan Spesifikasi

Panjang : 6,3m
Lebar : 2,95m
Tinggi ke puncak lambung : 1,8m
Tinggi ke tip turret  : 2,57m
Kecepatan : 70km/jam

   Kecepatan medan off-road 25 sampai 40km/jam
Akselerasi dari 0 sampai 32km/jam : 10 detik