Jakarta - Sejak zaman reformasi pada
1999, Tentara Nasional Indonesia terus melakukan pembenahan terhadap
alat utama sistem senjata (alutsista) pertahanan agar alutsista yang ada
mampu menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Untuk menjaga kedaulatan dan mempertahankan
keutuhan NKRI sebagaimana tugas pokok TNI itu, maka TNI melalui
Kementerian Pertahanan (Kemhan) terus menambah alutsista yang ada di
tiga matra, baik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut maupun TNI
Angkatan Udara.
Di usianya yang menginjak 67 tahun, TNI
terus menambah dan memodernisasi alutsista dalam rangka pemenuhan
kekuatan pokok minimum (Minimum Essential Force/MEF).
Hal itu sesuai dengan Rencana Strategis Pertahanan Negara (Renstra
Haneg) Kemhan 2010-2014 dengan anggaran senilai Rp156 triliun, dan pada
tahun 2012 ini anggaran untuk pertahanan mencapai Rp72,54 triliun.
Anggaran pertahanan 2012 itu terdiri atas rupiah murni sebesar
Rp56,2 triliun dan rupiah murni pendamping Rp4,2 triliun. Sedangkan
anggaran yang bersumber dari pinjaman dalam negeri dan luar negeri tahun
ini sebesar Rp11,9 triliun.
Dari uang hasil utang itu,
alokasi utang luar negeri sebesar 6,5 miliar dolar AS, namun yang telah
setujui sebesar 5,7 miliar dolar .
"Kekuatan alutsista
TNI dalam pembangunan MEF ini sudah mencapai angka 29 persen," kata
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Jakarta, Rabu (3/10).
TNI, kata dia, terus menambah dan modernisasi alutsista yang
ada agar mampu menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.
Saat ini, pemerintah sedang gencar membeli produk alutsista dari
sejumlah negara, antara lain, pesawat tempur Sukhoi dari Rusia, dan
pemerintah juga menerima hibah pesawat angkut Hercules dari Australia
sebanyak 10 unit, serta mendapat hibah 24 unit pesawat F-16 dari Amerika
Serikat.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan membeli
tank berat (Main Battle Tank/MBT) Leopard sebanyak 103 unit dan tank
medium Marder 1A3 sebanyak 50 unit. Kedua jenis tank itu akan tiba pada
November 2012 nanti.
Bahkan, empat unit pesawat tempur
taktis Super Tucano EMB-314 dari Empresa Braziliera de Aeronautica
(Embraer) Brazil telah tiba di Indonesia pada awal September 2012, yang
ditempatkan di Skadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa
Timur.
Empat pesawat tempur antigerilya itu rencananya
akan memeriahkan HUT TNI ke-67 yang berlangsung di Lanud Halim
Perdanakusuma, Jakarta, pada 5 Oktober 2012 nanti.
Rencananya TNI Angkatan Udara akan memiliki satu skadron atau 16 pesawat
Super Tucano untuk menggantikan peran OV-10 Bronco yang dinyatakan
'grounded' atau tidak dioperasikan kembali oleh TNI AU.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana membeli delapan Helikopter
serbu Apache dari Amerika Serikat, helikopter serang, ME Armed 155
Howitzer/Caesar dari Prancis, dan Rudal MLRS dari Brasil untuk TNI
Angkatan Darat.
Kedua jenis rudal itu dipastikan akan
dibeli dan rencananya akan dipamerkan oleh TNI AD dalam rangkaian HUT
Ke-67 TNI pada 6 Oktober 2012 di Lapangan Monumen Nasional.
TNI Angkatan Laut juga berencana akan mendatangkan satu skadron
helikopter antikapal selam dari Amerika Serikat dalam rangka pemenuhan
MEF dan membangun tiga kapal selam dari Korsel, dengan skema "transfer
of technology" (ToT) bersama PT PAL.
Produk domestik
Selain gencar membeli alutsista dari luar negeri, pemerintah juga gencar
membeli alutsista dari dalam negeri, yakni tiga unit Kapal Cepat Rudal
(KCR)-60M dan dua unit Kapal Tunda 2400 HP serta Kapal Perusak Kawal
Rudal/PKR dari PT PAL serta telah membeli Helikopter Bell 412. Bahkan,
pada Kamis (4/10).
PT Dirgantara Indonesia (DI) akan
menyerahkan dua unit pesawat angkut CN-295 kepada Kementerian Pertahanan
yang kemudian diserahkan kepada Mabes TNI dan kembali diserahkan kepada
TNI AU sebagai pengganti pesawat F-27.
Namun,
percepatan pembangunan MEF bagi TNI AL sedikit terhambat dengan
terbakarnya kapal KRI Klewang-625 di dermaga Pangkalan TNI AL
Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat (28/9) lalu. Terbakarnya kapal yang
digadang-gadang antiradar dan dibangun oleh PT Lundin tersebut diduga
disebabkan oleh korsleting listrik.
"Pengalaman ini
hendaknya menjadi pelajaran untuk membangun kapal yang lebih baik lagi.
Kita menginginkan instalasi listrik betul-betul bersih agar kebakaran
tidak terjadi," katanya.
Panglima TNI mengatakan
penambahan alutsista itu harus diimbangi oleh kemampuan Sumber Daya
Manusia (SDM) yang ada di tubuh TNI karena tanpa dibarengi oleh SDM yang
berkualitas, maka penggunaan alutsista yang canggih akan sia-sia.
"Kami menyadari, secanggih apa pun alutsistanya, namun SDM yang ada tidak memadai, maka tidak ada artinya," ujar Agus.
Kementerian Pertahanan pun menargetkan hingga 2014 mendatang
pada akhir masa kabinet ini diperkirakan ada sekitar 45 jenis alutsista
bergerak yang dimiliki, baik TNI AU, TNI AL maupun TNI AD.
"Sebanyak 45 jenis alutsista bergerak ini termasuk pesawat tempur dan
pesawat angkut yang tiba di Indonesia," kata Menteri Pertahanan Purnomo
Yusgiantoro.
Unjuk gigi
Sejumlah pesawat-pesawat TNI
yang baru akan unjuk gigi di udara dalam puncak peringatan HUT Ke-67
TNI pada 5 Oktober 2012 di Lanud Halim Perdanakusuma.
"Pesawat Sukhoi dan F-16 tidak akan ditampilkan pada HUT TNI kali ini.
Kita ingin alutsista baru dapat tampil pada HUT TNI ini, salah satunya
Super Tucano," kata Panglima TNI usai gladi bersih.
Menurut dia, pihaknya sengaja pada HUT TNI tahun ini tidak semua
alutsista TNI ditampilkan ke publik karena ingin menampilkan alutsista
yang relatif masih baru.
Pada acara itu ditampilkan
berbagai atraksi yang bakal mengisi acara selepas upacara bendera 5
Oktober nanti. Dimulai dari darat, defile pasukan mengawali rangkaian
atraksi di darat yang disusul dengan beladiri militer.
Selanjutnya giliran di udara yang beratraksi. Setelah pesawat pembawa
banner HUT TNI ke-67 melintas, tim dari Dynamic Pegasus menampilkan
aneka atraksi udara menggunakan helicopter Colibri yang bermarkas di
Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma. Di susul kemudian atraksi Jupiter
Aerobatic Team yang memakai pesawat latih instruktur KT1-Wong Bee dari
Lanud Adi Sutjipto.
Dari matra darat juga menampilkan
berbagai alutsista terbarunya. Terparkir deretan alutsista yang
dipamerkan di lokasi ada dua unit meriam Caesar 155 mm dari Prancis.
Meriam ini merupakan contoh dari yang dibeli TNI Angkatan Darat sejumlah
dua batalyon (sekitar 32 unit).
Selain menjadi ajang
memamerkan beragam alutsista terbaru, HUT TNI ke-67 itu juga dimeriahkan
dengan dua atraksi terjun payung, yakni terjun "free fall" oleh sekitar
100 penerjun dari TNI dan Polri, dan terjun statis oleh sekitar 650
prajurit Linud Kostrad.
Ada pun berbagai alutsista lama
yang turut dipamerkan di lokasi antara lain pesawat angkut Fokker-27
VVIP TNI Angkatan Udara, helikopter angkut M1-17 asal Rusia, NBell-412,
LVT Marinir, peluncur roket multi laras Marinir, Panser Anoa, tank
Scorpion, tank BMP-3F, dan meriam.(*)
Oleh Syaiful Hakim
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/96421/usia-67-tahun-tni-terus-modernisasi-alursista