Jumat, 21 Februari 2014

Australia Janji Tidak Lagi Terobos Perairan Indonesi

Komandan Operasi Perbatasan Kedaulatan Australia, Letnan Jenderal Angus Campbell, mengatakan telah mempelajari kesalahan yang mereka buat saat menerobos perairan Indonesia dalam rangka mengusir kapal pengangkut imigran gelap. Dia menjamin tidak akan ada pelanggaran serupa.

Namun, Campbell bungkam saat ditanya bagaimana caranya memantau para anak buahnya di lapangan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.


Harian Sydney Morning Herald (SMH), Jumat 17 Januari 2014, melansir Campbell hanya menyebut bahwa tentara AL Australia telah memberlakukan langkah sementara hingga peninjauan aksi penerobosan itu selesai dilaksanakan.

"Saya hanya akan mengatakan bahwa saya merasa sangat nyaman karena terdapat kendali aktif untuk memastikan bahwa kapal-kapal kami tidak akan berbuat kesalahan serupa di masa mendatang," ujar Campbell. Namun dia tidak bersedia jelaskan lebih lanjut soal langkah berikut.

Sementara Menteri Imigrasi dan Perbatasan, Scott Morrison, mengatakan Kepala Tentara AL Australia, Ray Griggs, telah menghubungi TNI AL pada Kamis kemarin, untuk menginformasikan soal pelanggaran itu. Ray, ujar Morrison, turut meminta maaf atas perbuatan itu.
Aksi tersebut dilakukan secara tidak sengaja. Menurut Campbell, mereka baru menyadari telah melewati batas teritori perairan Indonesia, ketika melihat laporan rutin kapal Negeri Kanguru yang beroperasi di perbatasan.
Permintaan maaf juga coba disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop. Namun, Reuters melansir Bishop tidak dapat menghubungi Menlu Marty Natalegawa, karena dia sedang berada di Myanmar untuk sebuah pertemuan terkait ASEAN.
Morrison tidak menjawab pertanyaan media apakah permintaan maaf formal telah dikeluarkan oleh Kementeriannya. Namun, dia membenarkan bahwa Bishop telah mengirimkan surat permintaan maaf ke Menlu Marty.
"Kami telah meminta maaf dan telah menyatakan secara jelas apa yang terjadi dalam peristiwa itu kepada rekan kami di Indonesia hari ini," ujar Morrison.
Tetap Berlangsung
Namun, lanjut Morrison, bukan berarti akibat kejadian ini mereka akan berhenti bekerja menghentikan pencari suaka.
"Kami akan terus bekerja sesuai dengan amanah ketika kami dipilih dulu yaitu untuk menghentikan perahu pencari suaka," imbuh Morrison.
Tentara AL Australia sebelumnya dilaporkan mendorong kembali perahu para pencari suaka ke perairan Indonesia. Polisi Indonesia yang tak ingin disebut namanyaitu mengatakan bahwa penduduk desa menemukan sejumlah pencari suaka yang terdampar di perairan pada 8 Januari 2014.
Itu adalah kali ketiga tentara AL Australia mendorong para pencari suaka ke perairan Indonesia. Sebelumnya, TNI AL telah mengkonfirmasi dua perahu sebelumnya yang didorong oleh AL Australia yaitu, pada 19 Desember 2013 dan 6 Januari 2014.(VivaNews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar