Senin, 10 Februari 2014

Pesawat Jet Yak-130 sanggup keluar dari pusaran badai

Tahun ini, Sekolah Tinggi Penerbangan Militer di Borisoglebsk telah meluluskan angkatan pertama pilot yang dilatih dengan pesawat tempur latih Rusia yang baru, Yak-130. Para murid menegaskan bahwa mesinnya sederhana untuk dioperasikan maupun dipelihara dan mudah untuk dikuasai.
“Para ahli telah melakukan banyak percobaan dan berhasil membuat pesawat yang ditujukan untuk kepentingan pendidikan. Di angkasa, pesawat ini sangat ringan dan dapat "mentolerir" banyak kesalahan. Lain hal dengan apa yang kita alami saat masih menjadi murid dulu. Saat itu, kalau terkena sial dan kehilangan kecepatan, maka pesawat akan segera jatuh dalam pusaran yang menyebabkan pesawat sangat sulit untuk dikendalikan,” kata Panglima Angkatan Udara Rusia Letnan Jenderal Viktor Bondarev.
Situasinya sangat berbeda dengan Yak-130. Pesawat ini, sebaliknya, sangat sulit untuk masuk dalam pusaran badai. Tetapi jika karena alasan tertentu pesawat masuk dalam pusaran maka cukup dengan melepaskan alat kemudi dan pesawat akan keluar sendiri dan melanjutkan penerbangan dengan aman.
Pada Pertunjukan Udara Internasional di Le Bourget, Yak-130 buatan Rusia diakui oleh para ahli internasional sebagai contoh terbaik dari teknik tempur latih. Ke dalam pesawat ini, seperangkat sistem avionik canggih untuk navigasi, pengendalian maupun tempur digital dirancang, diproduksi, dan diintegrasikan. Perangkat digital terbaru ini menjadikan Yak-130 mirip dalam hal sistem informasi dan kontrol kabin, juga memiliki sistem tempur yang tak kalah dengan pesawat tempur generasi keempat dan kelima terbaru.
Sistem penerbangan simulasi dengan penggunaan modus tempur yang terintegrasi dengan satu set pengontrol senjata SUO-130, memungkinkan pelatihan pilot tanpa menggunakan bom dan rudal asli, sambil mempertahankan keaslian tampilan saat pertempuran.
Namun, di samping untuk pelatihan, Yak-130 dilengkapi juga dengan varian tempur ringan. Menurut beberapa sumber, Yak-130 dapat dipasang dengan stasiun radar “Bars-130”, sistem tempur radio-elektronik, dan sistem pembidik. Selain sistem lapis baja ringan, pesawat bisa ditambah dengan sistem pengisian bahan bakar di udara. Selain itu, diklaim juga bahwa pesawat dapat digunakan dalam kondisi cuaca buruk dan mampu mendarat di tempat-tempat sulit.
Bukan hanya Angkatan Udara Rusia yang mengakui semua keunggulan dari pesawat baru ini. Pesawat ini juga menarik perhatian dari Amerika Latin, Asia Tenggara, kawasan Asia-Pasifik serta dari negara-negara organisasi Persemakmuran Negara-negara Merdeka. Pembeli asing pertama Yak-130 adalah Aljazair, yang puas dengan pembelian 16 pesawat dan mengungkapkan minatnya untuk membeli lagi. Dilaporkan juga bahwa 24 pesawat Yak-130 akan dibeli oleh Bangladesh. Kontrak pasokan juga sudah disetujui dengan Suriah dan Libya, namun karena situasi politik terakhir, maka transaksi dibatalkan. Menurut Direktur Pusat Teknik “Irkut” Konstantin Popovich, sekarang permintaan atas Yak-130 datang dari berbagai belahan dunia.
http://militaryanalysisonline.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar