Senin, 18 Agustus 2014

Ditemukan Metode Baru Pelindung dari Senjata Kimia

Gas beracun

Para peneliti di Oregon State University (OSU) Amerika Serikat menemukan bahwa beberapa senyawa yang disebut polyoxoniobates dapat menurunkan atau men-dekontaminasi agen saraf seperti gas sarin yang sangat mematikan. Polyoxoniobates diketahui juga memiliki karakteristik lain yang membuatnya cocok digunakan pada baju pelindung, masker atau perangkat perlindungan lainnya.
Penggunaan polyoxoniobates untuk tujuan ini memang belum pernah dibuktikan, namun para ilmuwan OSU mengatakan bahwa penemuan ini akan berimplikasi penting untuk perlindungan personel militer dan sipil dari gas beracun seperti gas sarin. Tahun lalu, sebuah laporan PBB menyimpulkan bahwa gas sarin telah digunakan dalam konflik Suriah.

Metode baru ini dianggap sebagai terobosan besar dalam melindungi militer dan sipil dari agen-agen saraf. Senyawa organofluorophosphate seperti gas sarin adalah cairan yang tidak berbau dan tidak berwarna yang sangat mematikan bahkan pada konsentrasi yang sangat rendah. Pengaplikasiannya dalam militer bisa digunakan sebagai hulu ledak artileri, bom dan rudal. Sarin juga gas yang memiliki volatilitas yang tinggi (cairan dapat berubah menjadi gas), sangat berbahaya bila terhirup bahkan konsentrasi uapnya dapat menembus kulit dengan cepat. Bila tidak segera diberikan penangkal seperti atropin, korban gas sarin akan meninggal karena tercekik akibat kelumpuhan otot paru-paru dalam waktu 1 sampai 10 menit setelah terhirup langsung. Sedangkan pada korban yang terpapar gas sarin dalam dosis non mematikan, bila tidak mendapatkan perawatan medis segera, maka akan menderita kerusakan saraf permanen. Selain itu, pakaian seseorang akan terus melepaskan gas sarin selama sekitar 30 menit setelah kontak dengan gas sarin, yang akhirnya dapat menyebabkan paparan bagi orang lain.
Ada juga beberapa senyawa lain yang dapat men-dekontaminasi gas saraf, namun para peneliti mengatakan bahwa senyawa tersebut tergolong senyawa organik, tidak stabil, bisa rusak karena sinar matahari dan memiliki karakteristik berbeda yang tidak cocok untuk diterapkan pada pakaian pelindung. Selain itu ada juga senyawa lain yang meskipun anorganik namun juga tidak cocok diterapkan pada bahan kain.
Sebaliknya, senyawa polyoxoniobates yang anorganik, diketahui tidak hilang dalam kondisi lingkungan normal, bisa larut dengan mudah dan bisa diterapkan pada bahan kain atau bahan pakaian lainnya.
Senyawa polyoxoniobates
Grafik yang menggambarkan kemampuan unik dari senyawa polyoxoniobates dalam menurunkan dan men-dekontaminasi gas sarin. Gambar: Oregon State University
"Ini adalah pemahaman mendasar baru tentang apa yang Anda bisa lakukan pada senyawa ini," kata May Nyman, profesor di Departemen Kimia OSU College of Science. "Senyawa anorganik ini stabil, dan berpotensi penting dalam dekontaminasi dan perlindungan dari gas saraf yang mematikan ini (gas sarin)."
Sebagai bahan kimia, polyoxoniobates sebenarnya telah dikenal sejak pertengahan 1900-an, kata Nyman, tetapi potensinya yang bisa men-dekontaminasi gas sarin baru diketahui baru-baru ini. Selain perlindungan dari gas saraf, katanya, sifat kimia senyawa polyoxoniobates bisa berfungsi sebagai katalis, yang mampu menyerap karbondioksdia yang mana bisa ditemukan sebagai penyerap karbon di pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

"Dalam penelitian ini, kami berharap bisa mengeksplorasi lebih jauh fungsi mereka dan kemudian menerapkannya pada permukaan kain pelindung," kata Nyman. " Senyawa ini bisa sebagai dasar perlindungan untuk masker gas atau perlindungan lainnya. Kami juga perlu menguji kemampuan senyawa ini pada lingkungan yang sangat kering, panas ekstrem atau kondisi keras lainnya."
Tujuannya adalah membuat senyawa pelindung ini bertahan lama, berkinerja tinggi dan tentu saja untuk memberikan tingkat perlindungan yang tinggi dari agen saraf seperti gas sarin bahkan di kondisi lingkungan yang keras, ujar para peneliti.
Penelitian OSU ini menunjukkan kemampuan polyoxoniobates untuk menetralisir agen saraf baik secara aktual maupun simulasi. Dalam hal ini OSU bekerjasama dengan Sandia National Laboratories dan Angkatan Darat AS.



 http://www.artileri.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar