Minggu, 01 Juli 2012

Brumm! Pasar Moge Makin Marak


Jakarta - Tahun ini dan tahun mendatang sepeda motor besar atau motor gede yang berseliweran di jalan raya bakal bertambah.

Agen Pemegang Merek memperkirakan penjualan motor jenis ini tumbuh 10 persen pada 2012 ini. Sepanjang lima bulan pertama tahun ini, produk yang mereka jajakan laris manis diserbu pembeli.

Merek asal Italia Ducati misalnya Presiden Direktur PT Supermoto Indonesia (APM Ducati) AS Nugroho mengaku penjualan motor ini mencapai 110 unit. Tahun ini ditargetkan 120 unit.

Kini, dalam lima bulan terakhir telah terjual 50 unit lebih. Bahkan kabar terakhir menyebut, di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) sejak dibuka 14 Juni hingga akhir pekan kemarin, telah terjual 24 unit.

"Kemungkinan besar masih bertambah, karena PRJ berakhir 15 Juli," tutur Latief Lioe Sales Supervisor PT Supermoto Indonesia, di arena PRJ, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, kemarin.

Ducati tak sendirian. PT Mabua Harley-Davidson (MHD) dan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) juga mereguk manisnya pasar. Baik varian lawas maupun baru yang mereka pasarkan terjual melebihi perkiraan.

Presiden Direktur MHD Djonnie Rahmat, mengaku, sepanjang Januari hingga pertengahan lalu telah melego tak kurang dari 300 unit motor Harley Davidson. Menariknya, kata Jonnie, model yang diminati oleh konsumen bukan hanya yang berbanderol murah tetapi juga yang termahal.

"Kami meluncurkan empat varian keluarga Harley-Davidson Custom Vehicle Operations (CVO), Februari lalu dan langsung laku 56 unit," kata dia.

Padahal, keempat varian itu dibanderol Rp 500 – 600 juta. Bahkan, Jonnie berjanji akan menambah kuota dari prinsipal Harley-Davidson bila calon pembeli terus bertambah.

Sejalan dengan hal itu, Jonnie mematok target penjualan tahun ini meningkat 100 unit dibanding 2011 lalu. Bila tahun lalu berhasil menjual 480 unit, tahun ini penjualan Harley Davidson ditargetkan mencapai 580 unit. "Indonesia merupakan pasar terbesar di ASEAN," aku dia.

Sementara PT KMI mematok target penjualan tahun ini meningkat 20 persen. Kawasaki yang dikenal unggul di penjualan motor sport 250 cc, kini berkonsentrasi menggenjot penjualan varian sport bermesin 600 – 650 cc.

Maklum, sejak diluncurkan akhir tahun lalu, dua unggulannya yaitu Ninja 650R dan ER-6n penjualannya terus merangkak naik. Rata-rata saban bulan mencapai 90 – 100 unit. Begitu pun dengan Ninja ZX-6R.

"Kawasaki memang fokus di (varian) sport. Sekitar 80 persen penjualan kami dari varian ini," ujar Sales Promotion Departement Head PT KMI Reiner M Sitorus.

Tingginya permintaan motor gede tak hanya melalui ATPM. Perusahaan importir umum pun juga kecipratan rezeki. PT Hobby Motor, misalnya.

Perusahaan pengimpor segala merek motor gede yang berkantor di jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan itu, tahun lalu berhasil menjual 180 unit lebih motor gede. Sekitar 60 persen motor gede yang diimpor berasal dari Amerika dan Eropa, seperti Harley Davidson, BMW, Victory, Aprilia. Sisanya dari Jepang.

"Tahun ini target kami 200 unit. Sampai Mei lalu kami sudah menjual 50 unit," ujar Michael Sofyan, Owner Hobby Motor saat ditemui detikOto, kemarin.

Sejalan dengan moncernya penjualan itu, Michael mematok target penjualan tahun ini meningkat 20 persen atau menjadi 240 unit. Dia mengaku, target tersebut tidaklah muluk-muluk mengingat daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah terus menguat.

Pengamat otomotif Suhari Sargo, menyebut dalam beberapa tahun terakhir dikarenakan adanya kelompok masyarakat penggemar motor yang ingin naik kelas dari mesin kecil ke lebih besar.

Pada sisi lain, dia melanjutkan, masyarakat yang telah lama memiliki motor jenis itu, ingin membeli varian terbnaru dengan kapasitas mesin lebih besar atau fitur terbaru yang diusung motor tersebut.

"Mereka yang tadinya menggunakan motor 250 cc ingin ke motor yang bermesin lebih besar. Ya entry level-nya motor gede,” kata dia.

Suhari menyebut, meski penjualan motor ini masih sekitar 800 – 900 unit per tahun namun cukup menggiurkan bagi pelaku industri. Tahun ini pertumguhan diperkirakan 10 persen. Jadi tak heran bila banyak pemain baru berdatangan.

Pendatang baru itu adalah PT Arya Motor Indonesia (AMI) dan PT Benelli Motor Indonesia (BMI).

PT AMI mengumumkan secara resmi sebagai distributor motor gede merek asal Amerika Serikat, Victory. Perkenalan yang dilakukan di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta, pada 6 Juni itu sekaligus disertai peluncuran produk.

General Manager Sales and Marketing PT AMI Boyke Nitipraja mengatakan Victory menawarkan total 15 model yang terdiri dari tiga family yaitu Touring Family, Cruiser Family, dan Ness Family limited edition. Varian itu dibanderol Rp 315 - 560 juta, off the road.

"Nama Victory cukup dikenal dunia, teknologinya juga tinggi," ujar Boyke.

Adapun PT BMI mulai menjejak pasar motor di tanah air pada Januari lalu. Kini di helaran PRJ yang berlangsung 14 Juni 15 Juli, pabrikan itu memamerkan sejumlah motor bermesin besar diantaranya Benelli Café Racer 1.131 cc seharga Rp 328 juta, Tre 1130k 600 cc Rp 139,8 juta, dan Century Racer 900 cc dibanderol Rp 268 juta.

"Produk kami berdesain moderen dan berteknologi tinggi sehingga kami optimistis bisa diterima pasar," tutur Joel Kesuma, Manajer Pengembangan Bisnis PT BMI.

http://oto.detik.com/read/2012/06/25/163933/1950339/1208/brumm-pasar-moge-makin-marak?hlutama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar