Rabu, 14 Agustus 2013

AS Bangun Terowongan Peluncuran Nuklir

AS Bangun Terowongan Peluncuran Nuklir
Militer AS akan memodernisasi rudal-rudal nuklir tua dan ratusan silo* bawah tanah yang selama ini memendam mereka. Sebuah ide yang tengah dieksplorasi yaitu dengan membangun jaringan besar terowongan kereta api bawah tanah untuk mendistribusikan rudal nuklir ke semua tempat.

Pusat Senjata Nuklir AS bulan depan akan menawarkan kontrak studi senilai 3 juta dolar untuk penelitian ide ini. Sebuah usaha dari militer AS yang ditujukan untuk menjaga senjata-senjata nuklir tersebut tetap aman/berfungsi setidaknya hingga tahun 2075. Sistem terowongan ini memungkinkan rudal nuklir diangkut di atas rel dengan kereta guna memudahkan mobilisasi.

Keuntungan dari kereta bawah tanah yang mungkin akan menjadi kereta paling mematikan di dunia ini adalah saat bencana nuklir terjadi, rudal-rudal mobile (bergerak) tersebut sulit ditarget oleh musuh ketimbang silo statis. Karena rudal-rudal nuklir ini akan dengan mudah dipindah-pindah dan diposisikan pada lubang-lubang peluncuran di sepanjang terowongan.

Modus konsep operasi terowongan ini mirip dengan sistem kereta bawah tanah, hanya saja menggunakan satu transporter/peluncur rudal. Terowongan akan dibuat panjang untuk meningkatkan survivabilitas namun tetap memberikan ruang gerak yang cukup ketika terjadi serangan oleh musuh. Pihak militer AS belum mengungkapkan secara spesifik di mana terowongan "neraka" ini akan dibangun, atau berapa lama waktu yang diperlukan untuk pembangunannya. Namun para analis menyarankan terowongan ini harus berukuran jumbo guna meminimalisir dampak dari serangan selama tahapan misi/operasi.

Proyek ini jelas proyek besar, mahal dan akan memakan waktu puluhan tahun untuk dirampungkan. Anggaran Pentagon yang terus disunat bukan tidak mungkin akan menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek ini atau bukan tidak mungkin ditunda sama sekali. Empat ratus dua puluh rudal balistik nuklir Minuteman III peluncuran-silo adalah salah satu dari persenjataan tertua yang masih dalam pelayanan dengan militer AS, dan makin hari rudal-rudal tersebut akan bertambah tua. Belum lagi biaya pemeliharaan militer di dua kaki dari triad nuklir AS lainnya, yaitu rudal kapal selam Trident II dan bom nuklir air-dropped dari pesawat bomber B61.

Militer AS setidaknya telah menghabiskan miliaran dolar untuk memodernisasi sistem bimbingan (guidance), motor roket dan sistem tenaga rudal Minuteman untuk menjaga mereka siap guna hingga tahun 2030. Dalam sebuah pernyataan ke Gedung Komite Angkatan Bersenjata pada 5 Maret, Kepala Komando Strategis AS Jenderal Robert Kehler mengatakan bahwa rudal Minuteman III siap melayani militer hingga tahun 2030 dan berpotensi lebih panjang umurnya bila ada investasi modernisasi tambahan. Selain itu Kehler menyatakan bahwa untuk mempertahankan rudal-rudal tersebut hingga tahun 2075, modernisasi harus datang dengan ide-ide baru.

Kereta bawah tanah ini bukanlah satu-satunya pilihan militer AS untuk membenahi silo nya. Opsi lainnya adalah super-hardened silo, dan truk peluncur erektor transporter berbasis darat yang dapat mengangkut rudal nuklir ke semua lokasi, termasuk di jalanan umum dan off-road. Namun truk-truk nuklir seperti ini memiliki kelemahan: siapa yang tahu seberapa baik mereka (truk) bisa menyeberangi jembatan atau jalanan rusak, orang-orang juga akan panik jika di pagi hari mereka melihat rudal nuklir berkeliaran di jalan, dan satu yang tidak dapat dikesampingkan, mereka lebih mahal daripada silo.

Kembali ke terowongan, mungkin militer AS menentang logika bahwa sebenarnya mereka tengah membangun terowongan kematian. Namun armageddon bisa saja berawal dari sini.
Silo* Bangunan bawah tanah tempat menyimpan dan meluncurkan rudal

http://www.artileri.org/2013/03/as-bangun-terowongan-peluncuran-nuklir.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar