Sabtu, 06 Agustus 2011

Bermunculan Masjid-masjid Raksasa di AS

>> washington dc
SEIRING pesatnya perkembangan Islam di Amerika Serikat, muslim AS pun bergiat mendirikan masjid-masjid yang mampu menjawab kebutuhan akan melonjaknya jumlah kaum muslim. Gabungan antara tradisi keagamaan dan kenyamanan khas AS menjadi dua kata kuncinya.
Dengan pengembangan yang mengambil inspirasi dari gereja-gereja non-Katolik di AS yang mampu menampung sedikitnya 2.000 jemaat, masjid-masjid 'raksasa' (mega-mosques) sudah menjadi kebutuhan di tempat-tempat tertentu.
"Saat ini kami memiliki bangunan-bangunan yang didesain untuk sembahyang Jumat yang mampu menampung 1.000 orang dan akan ada (bangunan untuk) 2.000 hingga 3.000 yang segera menyusul," jelas Corey Saylor dari Lembaga Hubungan Amerika-Islam (CAIR) seperti dilansir AFP, Minggu (7/9/2008).Untuk menanggulangi kepadatan, yang juga berpengaruh terhadap kemacetan lalu lintas usai sembahyang, muslim AS juga menyiapkan masjid-masjid 'cabang', yang juga mengikuti model gereja-gereja raksasa. Hal inilah yang menyebabkan masjid-masjid 'raksasa' tersebut sangat kental bercirikan Amerika.
Sebuah masjid 'raksasa' di Virginia bahkan menyewa ruangan dari sebuah sinagoga. "Sebagian masjid ini merupakan bagian dari sinagoga. Di mana lagi Anda dapat melihat masjid dan sinagoga menjadi satu? Ini benar-benar sebuah 'Pengalaman Amerika'," jelas imam Mohamed Magid.
'Pengalaman Amerika' semacam ini menarik terutama bagi kaum muslim Amerika muda yang menikmati gabungan antara tradisi keagamaan dan efisiensi dan kenyamanan ala Amerika di tempat ibadah mereka. Kaum muslim Amerika juga menawarkan bentuk yang lebih progresif dari Islam, yang sejalan dengan karakteristik dan keinginan banyak muslim Amerika.
Lebih dari duapertiga muslim Amerika yang merupakan imigran, sebagian dari Timur Tengah, dan kebanyakan dari mereka "berpenampilan dan bersikap selayaknya warga Amerika lainnya," demikian ungkap sebuah laporan yang dipublikasikan tahun lalu oleh Forum untuk Agama dan Kehidupan Publik.
Muslim Amerika juga menganut etos kerja Protestan (Protestant work ethic) dan percaya bahwa kesuksesan merupakan buah dari kerja keras. ***(dc)


http://www.inimedanbung.com/node/435

Tidak ada komentar:

Posting Komentar