Kamis, 18 Agustus 2011

Tiga Bandara di Perbatasan Jadi Target Kaltim Air

SAMARINDA –Pendirian Kaltim Air yang digagas Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak merupakan upaya memperkuat ketahanan dan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tiga bandara di perbatasan, Long Bawan (Nunukan), Long Apung (Malinau) dan Datah Dawai (Kutai Barat) merupakan target utama penerbangan Kaltim Air. “Tiga bandara kita di perbatasan itu target utama. Bila arus penumpang, barang dan jasa berjalan lancar dengan intensitas yang lebih tinggi, saya sangat yakin, percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan itu bisa dilakukan lebih baik,” kata Awang Faroek.

Pertumbuhan ekonomi yang lebih baik secara langsung akan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada kondisi tersebut, maka masyarakat perbatasan akan merasakan perhatian pemerintah yang lebih baik.

Kondisi tersebut akan membangkitkan rasa cinta tanah air dan secara langsung akan menekan isu-isu disintegrasi yang kerap muncul karena masyarakat perbatasan merasa terpinggirkan dan justru mendapat perhatian lebih besar dari negara tetangga.

“Kita harus berpikir positif, bahwa Kaltim Air didirikan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat dan sekaligus berguna untuk kepentingan pertahanan dan ketahanan negara. Ketika semua sudah dikelola secara profesional dan sesuai aturan, bagaimana mungkin rencana mulia ini harus digagalkan,” tegas Awang Faroek. Ia sangat yakin, secara umum masyarakat mendukung pendirian Kaltim Air.

Penerbangan pertama (first flihght) Kaltim Air direncanakan pada 17 Agustus 2011. Launching Kaltim Air akan diawali dari Bandara Sepinggan Balikpapan. Untuk bandara di daerah perbatasan dan lapangan terbang lainnya yang ada di pedalaman dan daerah terpencil di kabupaten/kota lainnya untuk tahap awal, Kaltim Air akan diperkuat dua pesawat Grand Carravan. Satu Grand Carravan akan berhome base di Bandara Temindung Samarinda (menunggu rampungnya BSB) dan satu Grand Carravan lainnya akan berhome base di Bandara Juata Tarakan.

Satu Grand Carravan akan melayani rute di kawasan utara Kaltim, Nunukan, Tarakan, Bulungan, Malinau dan Berau. Sementara satu Grand Carravan akan melayani rute wilayah tengah dan selatan, yaitu Kutai timur, Bontang, Samarinda, Kutai Barat, Balikpapan dan Paser.

Kembali ke bandara perbatasan, Pemprov Kaltim telah memprogramkan peningkatan landasan pacu sehingga di masa selanjutnya, tiga bandara tersebut dapat didarati pesawat jenis Hercules untuk kepentingan pertahanan keamanan Negara maupun kepentingan sosial lainnya.
 
http://www.bappeda.samarinda.go.id/berita.php?id=2068

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar