Selasa, 21 Agustus 2012

Dibilang Kejam, Chef Juna Bilang Demi Kemajuan Kontestan

MASING-masing juri MasterChef Indonesia Season 2 memiliki karakteristik ketika menilai performa dan hasil kreasi kontestan. Adalah Chef Juna yang dinilai paling kejam di antara ketiga juri, tapi ada tujuan mulia di balik itu.

"Kalau gue dibilang keras atau kejam, enggak peduli karena menjadi seorang chef itu bukan perkara yang mudah. Kalau cuma masak, itu mah gampang," kata Chef Juna kepada Okezone ketika ditemui di Studio 4 RCTI, Jakarta, baru-baru ini.

Diakuinya, karakter keras serta kejam telah terbentuk dengan sendirinya dari hasil pengalamannya bergelut di dunia kuliner, dan bukan sesuatu yang dibuat-buat. Dia menegaskan bahwa apa yang diutarakannya akan membuat para kontestan MasterChef Indonesia lebih maju.

"Saya sebenarnya orang yang santai, tapi kalau sudah menyangkut pekerjaan atau professional kitchen, saya harus tegas,” ujarnya.

Lalu, maukah pria berdarah Menado ini mengubah karakternya ketika menilai para konteskan MasterChef Indonesia? "Tidak bisa dan tidak mau. Dulu, saya dididik lebih kejam ketimbang di sini. Saya tidak mulai dari culinary school, tapi dari bawah; mulai dari cuci piring, mengepel, kupas kentang, bikin sushi rice bertahun-tahun," imbuhnya.

Menurutnya, siapapun yang memelajari keterampilan memasak sebaiknya tidak pernah menyebutkan kata puas. Memasak adalah sebuah proses yang selalu dipenuhi dengan pembelajaran. Pria bernama lengkap Juna Rorimpandey ini mengatakan, menjadi seorang chef harus dimulai dari bawah atau menguasai teknik-teknik dapur terlebih dahulu.

"Intinya bukan sebatas masak dan jangan pernah puas. Saya selalu bilang, sampai mati pun saya masih belajar karena teknik memasak selalu berkembang. Pasti akan selalu ada bahan dan alat baru, kita harus belajar lagi," tutupnya.
(ftr)
http://www.okefood.com/read/2012/07/27/299/669484/dibilang-kejam-chef-juna-bilang-demi-kemajuan-kontestan 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar