Rabu, 29 Juni 2011

INDONESIA MASUK DALAM JANGKAUAN TEMBAK RUDAL AGNI INDIA

Sukses melakukan uji coba atas rudal jarak menengah Agni-III pekan lalu, India semakin berambisi memanaskan perlombaan senjata rudal dengan berencana menjangkau target di seluruh benua Asia lewat pengembangan sistem Rudal Balistik Antarbenua (ICBM). Ambisi India untuk memasukkan seantero Asia dalam jangkauan rudalnya inidikhawatirkan akan memancing negara tetangganya, Pakistan untuk melakukan langkah serupa.

Sukses melakukan uji coba atas rudal jarak menengah Agni-III pekan lalu, India semakin berambisi memanaskan perlombaan senjata rudal dengan berencana menjangkau target di seluruh benua Asia lewat pengembangan sistem Rudal Balistik Antarbenua (ICBM). Ambisi India untuk memasukkan seantero Asia dalam jangkauan rudalnya ini dikhawatirkan akan memancing negara tetangganya, Pakistan untuk melakukan langkah serupa.

Sebelumnya, India sukses menembakkan Agni-III, rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir dan menghantam sasaran sejauh 3.500 kilometer di Sanghai dan Beijing. Pemerintah Tiongkok sempat cemas bahwa kelak kekuatan rudal ini akan memancing peperangan yang dipicu konflik di perbatasan kedua negara.

Tetapi Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan India (DRDO) mengumumkan bahwa mereka memiliki teknologi untuk membuat ICBM yang akan memperluas radius jangkauan senjata pencabut nyawa itu, bahkan sampai ke luar Asia. Teknologi ICBM itu sebelumnya didominasi Rusia dan AS sejak era Perang Dingin yang ditandai beberapa kali uji coba. India telah mencapai kemampuan untuk memproduksi rudal dengan daya jangkau 5.500 kilometer tetapi keputusan untuk membuat ICBM tergantung kepada pemerintah pusat, Kata Inspektur DRDO, M Natarajan kepada wartawan di New Delhi.

Natarajan yang juga ahli persenjataan dalam Dephan India juga mengakui bahwa pihaknya telah merancang teknologi ICM sejak 1983. Para ahli DRDO masih mengerjakan sistem kecil dari Agni-III sehingga pada tahapan ketiga nanti ukuran rudal ini bisa dipangkas menjadi 16 meter agar bisa meluncur sejauh 5.500 kilometer dan membawa 1,5 ton hulu ledak, katanya.

Sumber di DRDO mengatakan bahwa India juga mengembangkan rudal penjelajah supersonik atas bantuan Rusia, dan menunggu persetujuan pemerintah New Delhi sebelum membuat prototype (purwarupa) rudal ICBM sebelum uji coba kedua Agni-III pada bulan Agustus nanti. Tetapi pencapaian India itu sebenarnya untuk menyaingi Tiongkok yang pada tahun 1964 melakukan uji coba nuklir pertamanya.

DRDO menyebutkan, beberapa tahun ke depan India akan mengembangkan ICBM dengan jangkauan 15.000 kilometer, lewat pengembangan rudal Surya untuk menyaingi kekuatan ICBM Tiongkok, DF-3 yang diklaim bisa menjangkau sasaran di seluruh dunia.

Setelah sempat sukses pada Rudal Agni III, India, Jumat, meluncurkan satu rudal balistik dalam percobaan kedua senjata bertenaga nuklir itu dalam satu bulan, Kementerian Pertahanan mengatakan.

Rudal Agni-II itu diluncurkan di tempat uji coba di India timur dan "telah mencapai semua parameter penerbangannya tanpa rintangan", seorang pejabat senior kementerian tersebut mengatakan kepada AFP.

"Itu adalah percobaan pemakai yang dilakukan oleh ilmuwan militer dan pertahanan," ia mengatakan mengenai roket tersebut, yang militer katakan mampu mengenai sasaran-sasaran jauh di dalam antara lain China.

Uji coba itu adalah yang kedua sejak 19 Mei, ketika Agni-II berjarak tembak sama 2.500Km ditembakkan dari tempat yang sama, yang menghantam sebuah sasatan yang telah ditetapkan sebelumnya di Teluk Benggala.

Rudal dengan panjang 20 meter itu yang dikembangkan India berbobot 16 ton dan mampu membawa satu ton hulu ledak konvensional atau nuklir.

Uji Coba Jumat, bagian dari upaya negara itu untuk membuat alat penangkis nuklir minimal yang dapat dipercaya, akan meratakan jalan bagi produksi massal rudal itu dan pelantikan pada akhirnya oleh militer India, kata pejabat tersebut.

India telah memiliki rudal Agni-III dengan jarak tembak 3.000Km -- yang terpanjang dalam rangkaian Agni -- yang dapat juga membawa kendaraan atau satelit dalam roket konvensional atau nuklir.

Laporan-laporan yang belum dikonfirmasikan memberi kesan India juga sedang membuat Agni yang berbeda dengan jarak tembak 5.000Km.

Agni atau Api adalah satu dari serangkaian rudal yang dikembangkan oleh Organisasi Pengembangan Riset Pertahanan India sebagai bagian dari strategi penangkisan negara itu terhadap China dan tetangganya Pakistan, yang juga memiliki senjata nuklir.

Agni-I, pertama diuji-coba pada 1993, memiliki jarak serangan 1.500Km.

Bersamaan dengan itu Kepala Staf Angkatan Laut Pakistan mengatakan, uji-coba rudal berkemampuan nuklir akan memicu perlombaan senjata baru di kawasan itu.


Berikut adalah Peta Negara-negara mana saja yang masuk dalam range Rudal Agni III dan belum termasuk jarak tembak rudal Agni IV dan V.

Rudal AGNI bisa di katagorikan berdasarkan kemapuan tembak , Short, Medium, Intermediate, Intercontinental and ICBM

Agni-I short range ballistic missile, 700 - 800 km range.
Agni-II medium range ballistic missile, 2,500 km range.
Agni-III intermediate range ballistic missile, 3,500 km range.
There will not be an Agni-IV missile, with DRDO leapfrogging from intermediate range Agni-III to a standard ICBM possibly.

Agni-I short range ballistic missile, 700 - 800 km range.
Agni-II medium range ballistic missile, 2,500 km range.
Agni-III intermediate range ballistic missile, 3,500 km range.
There will not be an Agni-IV missile, with DRDO leapfrogging from intermediate range Agni-III to a standard ICBM possibly.
Agni-V intercontinental ballistic missile, 5,000 - 6,000 km range.

http://rixco.multiply.com/journal/item/474

Tidak ada komentar:

Posting Komentar