Selasa, 09 Oktober 2012

Baguzt Pulang, Top 4 MasterChef Terbang ke Hong Kong

PADA episode 25 MasterChef Indonesia, ketiga Chef Master memberikan kejutan tak terduga bagi kontestan lima besar. Mereka kedatangan seorang chef bertaraf internasional asal Hong Kong, bernama Chef Kenny Chan.

Kehadirannya diawali dengan pertunjukan Barongsay di dalam Galeri MasterChef. Dengan ditemani penerjemah, Chef Kenny Chan menantang kontestan untuk memasak Signature Dish miliknya yang bernama Pan Fried Sesame Beef Dumpling dalam waktu 60 menit.

Titik kesulitan hidangan ini terletak pada ukuran yang sama merata pada masing-masing dumpling, tidak kebesaran atau kekecilan. Kulit dumpling harus renyah dan warnanya coklat keemasan.

Baguzt (30, seniman tato asal Surabaya) dinyatakan menjadi kontestan dengan penilaian terendah dan tersingkir dari kompetisi MasterChef Indonesia, tepat pada keesokan harinya, di depan pesawat jet pribadi yang dipersiapkan untuk empat orang yang melaju ke TOP 4.

Ken (30, manajer restoran asal Surabaya), Vera (23, graphic designer asal Bandung), Desi (39, direktur hotel asal Bangka), dan Opik (30, agen properti asal Surabaya) mendapat amplop ucapan selamat atas kemenangan mereka di tantangan Signature Dish Chef Kenny Chan, dan berhak melanjutkan perjalanan ke Hong Kong. Sebaliknya, amplop yang Baguzt terima adalah ucapan maaf atas kekalahannya.

“Aku sempat marah, sempat blank, stres, bingung harus ngomong apa. Soalnya dari awal enggak ada kata-kata eliminasi,” ucap Baguzt, kecewa.

Namun, keputusan sudah bulat dan langkah Baguzt menuju posisi juara MasterChef Indonesia terhenti di episode ini. Sedangkan empat kontestan lainnya langsung menuju Hong Kong dengan pesawat jet pribadi.

Setibanya di Hong Kong, kontestan empat besar menuju ke sebuah restoran untuk makan malam. Ternyata, seorang chef yang mereka kenal sudah menyiapkan hidangan istimewa untuk mereka. Chef tersebut bernama Chef Kenny Chan yang sebelumnya datang ke Galeri MasterChef dan menantang untuk membuat Signature Dish miliknya.

Kejutan yang tak disangka oleh kontestan adalah kenyataan bahwa Chef Kenny bisa berbahasa Indonesia dan bekerja di Jakarta selama 10 tahun. Usai menikmati makan malam, awal perjalanan kontestan TOP 4 di Hong Kong juga dinikmati dengan berkeliling di pusat kota.

Keesokan harinya, kontestan menuju ke Hongkong Cultural Centre untuk menemui ketiga juri dengan menggunakan double dekker atau bis dua lantai dengan atap terbuka. Dari sana, mereka diajak ketiga juri berkunjung ke Pabrik Lee Kum Kee tempat Oyster Sauce pertama kali dibuat. Mereka disambut langsung oleh Chairman sekaligus CEO dari Lee Kum Kee Sauce Group, lalu mereka langsung menjalani tantangan pertama di Hong Kong.

Tiga kontestan; Desi, Vera, dan Ken, berkompetisi untuk mengupas udang sebanyak mungkin dalam kurun waktu 10 menit, dan pemenangnya berhadapan dengan Opik yang terbebas dari tantangan ini, karena sebelumnya ia menang pada tantangan duplikasi Signature Dish Chef Kenny Chan. Ken berhasil memenangkan tantangan ini dengan mengumpulkan 29 udang yang terkupas sempurna, dan memberikan kesempatan baginya untuk berhadapan dengan Opik.

Tantangan Basic Kitchen Skills berlanjut dengan tantangan mengupas Oyster dengan baik dalam waktu 10 menit. Ken dan Opik beradu untuk mengupas Oyster agar menjadi pemenang dan mendapatkan keuntungan. Keberuntungan Opik berulang kembali, karena sembilan Oyster yang dikupas Ken, tiga di antaranya kurang sempurna.

Hal tersebut memberikan kemenangan kepada Opik yang hanya mengupas tujuh Oyster, namun terkupas sempurna. Juri menyatakan Opik sebagai pemenang tantangan ini dan mendapatkan hadiah berupa seperangkat Home Theatre. (ftr)
http://www.okefood.com/read/2012/10/08/299/700598/baguzt-pulang-top-4-masterchef-terbang-ke-hong-kong 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar