Senin, 15 Oktober 2012

MasterChef Indonesia Saluran Positif Anak Muda

HAL negatif mungkin saja dilakukan anak muda yang adrenalinnya selalu tinggi dan tidak mengetahui sarana tepat untuk menyalurkannya. Desi "MasterChef" yakin jawabannya adalah dapur.

Berangkat dari realita anak muda zaman sekarang yang senang membuang waktunya dengan hal-hal negatif, Desi (39, direktur hotel asal Bangka) menyodorkan dapur sebagai tempat mengisi waktu yang positif.

“MasterChef saya rasa adalah ajang untuk membangkitkan potensi-potensi yang tersimpan di rumah. Juga bisa jadi suatu modal untuk anak-anak muda bahwa masak itu adalah salah satu hal positif yang bisa dilakukan daripada main game, kebut-kebutan, ataupun tawuran,” tuturnya saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya dengan banyaknya aktivitas memasak yang dilakukan anak muda, mereka juga bisa membangkitkan dunia kuliner di Indonesia. “Kayak si Arnold Poernomo, dia juga anak muda yang terjun ke dalam dunia kuliner. Tapi kembali lagi ke dukungan dari keluarga, kalau keluarga tidak mendukung, susah,” ujar kontestan yang kini masuk tahap Top 3 MasterChef Indonesia Season 2 ini.

Desi juga berpesan anak muda tidak mempedulikan cibiran orang lain tentang stigma tentang anak muda, terutama cowok, yang terjun ke dapur. "Terima input orang, boleh, tapi perlu tahu tujuan. Anak muda harus punya tujuan seperti anak panah ke papan sasaran," ujar ibu tiga anak ini.

Menurutnya, MasterChef adalah sarana positif bagi anak muda. Terbukti, beberapa kontestannya adalah mahasiswa yang berkompetisi merebut predikat bergengsi ini. (ftr)
 
http://www.okefood.com/read/2012/10/13/299/703385/masterchef-indonesia-saluran-positif-anak-muda 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar