Jumat, 19 Oktober 2012

Ditinggal Orangtua, Baguzt "MasterChef" Dipaksa Bisa Masak

MENGENAL masakan bisa lewat berbagai cara. Bagi Baguzt “MasterChef”, kemampuan itu didapat ketika orangtuanya berpisah atau sejak dia masih duduk di bangku SMA.

"Setelah tinggal sendiri, sekitar tahun 1999, Mama berangkat ke Amerika sedangkan Papa di Jakarta. Aku memilih ke Surabaya, mulai berpikir makan apa, masak mau mi instan terus setiap hari. Lalu, aku lihat tabloid, internet, dari situ mulai coba masak. Kebetulan, aku tinggal sama Bagas (kembarannya-red), jadi sering latihan masak, dan ternyata enak," tuturnya kepada Okezone ketika ditemui di acara Jakarta Culinary Festival (JCF) 2012, Grand Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.

Kesulitan memasak pernah ditemui pria jebolan SMA Katolik 3 Sidoarjo ini, namun tetap tak membuatnya patah arang. Dahulu, dia hanya berani memasak dengan bumbu lada dan garam, tetapi kini semakin berani bumbu-bumbu khas masakan Indonesia.

Sebenarnya, dunia kuliner bukan hal baru bagi Baguzt. Sang nenek mempunyai kedai makan the Pot 51 di Surabaya sehingga dia kerap melihatnya memasak, ditambah senang melihat tayangan dan membaca buku masak.

Karena sudah bisa memasak, pria bernama lengkap Baguzt Hermawan inipun memberanikan diri ikut kompetisi memasak, MasterChef Indonesia. "Dalam diri aku bertekad harus ikut, tahap demi tahap aku bisa jalani. Meski tidak jadi juara, aku harus bisa lawan diri sendiri," tukasnya.
(ftr)
 
http://www.okefood.com/read/2012/10/09/299/701435/ditinggal-orangtua-baguzt-masterchef-dipaksa-bisa-masak 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar